Pengunjung Maliboro Membludak, Ratusan Aparat Awasi Penerapan Protokol Kesehatan

YOGYA (MERAPI)-sekitar 400 personel dari berbagai unsur pemerintah dan komunitas disiagakan di kawasan Malioboro selama libur panjang akhir pekan ini. Mereka bertugas untuk mengamankan dan mengawasi penerapan protokol kesehatan di Malioboro. Kekuatan penuh pengamanan itu berkaca dari melonjaknya pengunjung Malioboro hingga menimbulkan kerumunan pada akhir pekan kemarin.
“Kami siapkan sekitar 400 orang, baik dari Satpol PP, Jogoboro, Dishub, Disperindag dan komunitas di Malioboro untuk memberikan pelayanan terbaik. Menikmati Malioboro dengan aman dan nyaman,” kata Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi, saat membuka apel gelar pasukan kawasan Malioboro di Tempat Khusus Parkir (TKP) Abu Bakar Ali (ABA), Kamis (20/8).

Dijelaskan, ratusan personel itu bertugas untuk mengawasi penerapan protokol kesehatan seperti mengimbau pengunjung memakai makser, mengarahkan jalan satu arah di pedestrian serta menegur dan mengurai wisatawan yang berkerumun. Termasuk menghalau kendaraan yang berhenti di sepanjang Jalan Malioboro dan pengunjung yang masuk lewat jalur ventilasi di Malioboro.
“Berdasarkan pengalaman weekend kemarin, jumlah orang yang datang ke Malioboro cukup besar. Pada libur panjang akhir pekan ini, dimungkinkan banyak pengunjung memadati Malioboro. Makanya perlu pengawasan ketat di masa pandemi Covid-19 untuk mencegah penularan, sehingga harus menerjunkan petugas yang mencukupi,” terangnya.
Pihaknya berharap, baik wisatawan maupun pelaku wisata seperti pengelola hotel, restoran, warung makan dan pedagang mengikuti protokol kesehatan dengan disiplin. Langkah itu untuk saling menjaga, melindungi dan memberikan keamanan dan kenyamanan bersama. Para personel pengamanan akan mengedepankan persuasif dulu terhadap pengunjung yang melanggara protokol kesehatan.

“Sanksi alternatif terakhir kalau ada tindakan ekstrim dari pelanggar tidak bisa dikendalikan. Kami coba terus mengingatkan dulu,” ujar Heroe.
Kepala Satpol PP Kota Yogyakarta Agus Winarto menambahkan secara teknis ratusan personel akan bertugas di sekitar 14 pos pantau yang ditempatkan dengan model zig zag di sepanjang Malioboro. Mulai dari dari pos teteg di Malioboro sisi utara sampai Titik Nol kilometer dari Kamis (20/8) sampai Senin (24/8). “Personel akan mebantu wisatawan, terutama dari luar DIY yang belum tahu prosedur di Malioboro. Salah satunya terkait protokol satu arah di pedestrian, ini perlu dipandu,” papar Agus.
Sementara itu Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Malioboro Ekwanto menyebut pada libur panjang akhir pekan kemarin pengunjung Malioboro melonjak sekitar 2.000 orang/hari. Sedangkan, pada Rabu (19/8) malam pengunjung Malioboro mencapai sekitar 1.000/hari. Pihaknya berharap dengan banyaknya personel pengamanan tidak terjadi pelanggaran protokol di Malioboro. Pasalnya selama ini petugas Jogoboro kewalahan tidak bisa memantau keliling lantaran fokus cek di tiap masuk zona dan jumlah pengunjung banyak.

“Pengunjung Malioboro kini dari berbagai kota. Kami sudah berupaya semaksimal mungkin. Sebelum pengunjung turun dari bus, koordinator rombongan harus lapor ke Kantor TKP ABA menyerahkan data rombongan. Petugas akan naik bus cek suhu badan dan diperbolehkan turun dengan memperhatikan keramaian di tempat parkir untuk mengurangi kerumunan,” tandas Ekwanto.(Tri)

Read previous post:
Nelayan Sanden Kembangkan Pertanian Garam

SANDEN (MERAPI) - Untuk meningkatkan perekonomian masyarakat di pesisir pantai selatan Bantul, para nelayan kini mulai mengembangkan usaha pertanian garam.

Close