Akhir Pekan Malioboro Dikunjungi 1000 Orang, Personel Keamanan Ditambah

UMBULHARJO (MERAPI)- Setiap akhir pekan keramaian di kawasan Malioboro cenderung normal seperti sebelum pandemi Covid-19. Hal itu ditandai dengan jumlah pengunjung Malioboro yang mencapai seribu orang lebih tiap akhir pekan. Petugas keamanan di Malioboro bakal ditambah untuk mengantisipasi pengunjung membludak saat libur akhir pekan dan hari kemerdekaan.
“Setiap akhir pekan jumlah pengunjung Malioboro bisa mencapai seribu lebih. Kondisinya sudah ramai seperti sudah normal sebelum pandemi,” kata Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Malioboro, Ekwanto, Jumat (14/8).
Sedangkan pada hari-hari biasa, dia menyebut kawasan pedestrian Malioboro dikunjungi sekitar 700-800 orang. Menurutnya zona yang banyak dikunjungi adalah zona dua di depan mall. Bahkan zona dua dari depan Malioboro Mall-Hotel Mutiara tersebut sempat memenuhi kuota maksimal yang ditetapkan yakni 500 orang.

“Kemarin baru sekali ada zona yang penuh di depan mall. Kami infokan lewat radio ke petugas Jogoboro agar pengunjung yang sudah agak lama duduk dan ngobrol di zona itu untuk bergeser,” paparnya.
Langkah itu juga akan dilakukan untuk mengantisipasi jumlah pengunjung Malioboro yang membludak saat libur panjang akhir pekan dan hari Kemerdekaan RI besok. Petugas keamanan juga akan ditambah yakni Jogoboro dibantu petugas Satpol PP dan Dinas Perhubungan (Dishub). Total jumlah petugas yang disiagakan saat libur panjang akhir pekan sebanyak 84 personel.
“Ketugasan Jogboro akan dibantu Satpol PP dan Dishub. Baik untuk mengurai kerumunan maupun membantu pengunjung agar tidak melawan arah aturan satu arah di pedestrian Malioboro,” terangnya.
Seain itu memperbanyak jumlah alat pengukur suhu pengunjung sekitar 10 unit. Pihaknya juga memastikan alat itu berfungsi dan petugas Jogoboro siaga di tiap zona di Malioboro. Diakuinya pengunjung tidak sampai ditanyakan terkait daerah asal zona merah atau tidak hingga surat hasil rapid tes atau surat sehat.

“Kami senang tapi takut juga. Ssenang Malioboro ramai ada kegiatan jual beli. Tapi takutnya diwarning nanti ada klaster baru, bisa ditutup lagi. Yang kami khawatirkan kalau ada orang tanpa gejala,” papar Ekwanto.
Sampai kini protokol kesehatan yang diterapkan masuk Malioboro adalah wajib masker, cek suhu tubuh, mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer dan memindai QR Code. Alur pengunjung di pedestrian dibuat satu arah dan sejumlah penanda tempat berdiri juga dibuat dan pembatasan jarak di kursi atau bangku. “Kesadaran pengunjung untuk menjagak jarak dengan berdiri lingkaran penanda berdiri masih rendah. Aturan jalan satu arah juga kadang dilanggar. Kami harap pengunjung bisa mengerti untuk menjaga jarak,” tambahnya.

Sementara itu Ketua Gugus Tugas Harian Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta. Heroe Poerwadi mengakuai soal jaga jarak di kawasan Malioboro menjadi pekerjaa rumah. Mengingat jumlah pengunjung Malioboro semakin banyak. “Makanya kami minta tambah kekuatan dari Satpol PP untuk membantu Jogoboro yang selama ini banyak terseap membimbing scan QR Code dan cek suhu. Kami harap TNI/Polir juga membantu mengingatkan pengunjung di Malioboro agar memakai masker dan menjaga jarak,” tandas Heroe.(Tri)

Read previous post:
Prangko Seri Pramuka Diminati Banyak Kolektor

YOGYAKARTA (MERAPI) - Prangko seri Kepanduan atau Pramuka sudah sangat sering diterbitkan di Indonesia. Setidaknya tercatat sudah 19 kali terbit

Close