Positif Corona Melonjak, 35 Kasus dalam Sehari

WATES (MERAPI)- Kasus positif Covid-19 dari klaster baru di Kulonprogo, Klaster Srikayangan terus bertambah. Setelah bertambah satu pasien positif pada Kamis (13/8), Klaster Srikayangan kembali bertambah pada Jumat (14/8). Di siis lain, penambahan pasien positif corona di Yogya melonjak dengan jumlah 35 kasus.
Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kulonprogo, drg Theodola Baning Rahajujati menyampaikan, pasien positif Covid-19 di Kulonprogo bertambah satu orang pada Jumat (14/8). Pasien ini adalah KP-55, laki-laki berusia 61 tahun warga Sentolo.
“KP-55 merupakan kontak erat dari KP-44,” kata drg Baning.
KP-55 menambah daftar kasus positif Covid-19 dari Klaster Srikayangan. Sebelumnya yakni pada Kamis (13/8), sudah ada penambahan pasien positif dari klaster ini yakni KP-54, warga Sentolo.

“KP-54 merupakan kontak erat dari KP-45,” imbuh drg Baning.
Dengan demikian, saat ini ada 11 pasien positif Covid-19 dari Klaster Srikayangan. Dua di antaranya yakni KP-44 dan KP-45 meninggal dunia. Sementara total seluruh kasus Covid-19 di Kulonprogo berjumlah 55, 15 di antaranya masih dirawat.
Sementara itu Pemda DIY melaporkan 35 penambahan kasus positif Covid-19, Jumat (14/8) dari 597 sampel yang diperiksa pada 474 orang sehingga total kasus positif Covid-19 di Yogyakarta sebanyak 946 kasus.
Pemda DIY pun bakal menetapkan aturan isolasi mandiri di rumah maupun shelter bagi pasien terkonfirmasi positif Covid-19 tanpa gejala, gejala sedang, dan ringan.
Kepala Dinas Kesehatan DIY, Pembajun Setyaningastutie mengatakan hal itu mengacu pada aturan pedoman pencegahan pengendalian Covid-19 revisi 5 Kementerian Kesehatan RI.
“Di pedoman revisi 5 baru diberlakukan 15 Agustus. Jadi kondisi ringan tidak perlu di Rumah Sakit,” ungkapnya kemarin di Kompleks Kepatihan.
Pembajun mengatakan sebetulnya masih ada keragunan untuk penerapannya, apakah yang bersangkutan bisa patuh protokol kesehatan Covid-19 secara ketat.

“Sekarang ini teman-teman di pelayanan masih ragu. Ada keraguan apa kalau dipulangkan dari RS apa benar-benar patuh protokol kesehatan,” lanjutnya. Pada pedoman revisi 5 disebutkan tata laksana pasien terkonfirmasi Covid-19 tanpa gejala, sakit ringan atau sedang tidak memerlukan rawat inap. Namun harus melakukan isolasi mandiri selama 10 hari sejak pengambilan spesimen terkonfirmasi.
Pembajun menyebut saat ini empat Kabupaten yang ada di Yogyakarta sudah memiliki shelter bagi para Orang Tanpa Gejala (OTG), namun Pemkot Yogyakarta masih belum menyediakan shelter. Untuk itu, Pemda DIY berupaya meminta Pemkot segera menyediakan shelter.
Juru Bicara Pemda DIY untuk penanganan Covid-19 Berty Murtiningsih menambahkan ada dua orang positif Covid-19 dinyatakan meninggal sehingga jumlah kasus meninggal sebanyak 28 orang.

“Dua orang meninggal, yakni kasus 933 perempuan 48 tahun asal Gunung Kidul dan kasus 936 perempuan 77 tahun asal Bantul. Keduanya memiliki komorbid stroke,” ujar Berty Murtiningsih.
Berty mengatakan ada 35 penambahan kasus positif corona selam asehari kemarin.
“Riwayat penilaran 21 orang merupakan screening karyawan kesehatan, 2 orang perjalanan luar daerah, 7 orang hasil kontak tracing dengan kasus sebelumnya, dan 5 orang masih dalam penelusuran,” jelasnya.
Selain itu dilaporkan 12 orang sembuh dari Covid-19 sehingga total kasus sembuh sebanyak 658 kasus, semuanya merupakan warga Sleman. (C-4/Unt)

Read previous post:
MERAPI-ZAINURI ARIFIN Kuasa Hukum bersama orangtua terdakwa (kanan).
DITUNTUT 8 TAHUN DENDA RP 100 JUTA Orang Tua Terdakwa Anggap Kasusnya Dipaksakan

Close