Komplotan Begal Rendang Korban dan Todongkan Pisau di Jalan Paris

YOGYA (MERAPI)- Aparat Satreskrim Polresta Yogyakarta berhasil meringkus komplotan begal yang beraksi di wilayah Kota Yogya. Empat orang eksekutor dan dua penadah ditetapkan sebagai tersangka. Mereka cukup sadis lantaran menendang korban dan mengancam menggunakan pisau sebelum membawa kabur motor.
Kapolresta Yogya Kombes Pol Kombes Pol Sudjarwoko SH SIK kepada wartawan, Jumat (14/8) mengatakan, kejadian itu menimpa korban Ganesh Risanghasto (25) warga Yogya. Akibatnya korban kehilangan handphone dan sepeda motor Honda Beat AB 4288 SN. Diungkapkan, tersangka yang diamankan yakni RA 26) warga Karangmojo Gunungkidul, DK (24) warga Umbulharjo, GK (22) dan HD (46) keduanya warga Pakualaman Yogya, AP (20) warga Mantrijeron Yogya, dan FY (36) warga Kasihan Bantul.

“Saat ini tersangka sudah resmi ditahan di Polresta Yogya. Mereka diamankankan di beberapa lokasi berbeda,” ucap Kombes Pol Sudjarwoko kepada wartawan.
Menurut Kombes Sudjarwoko, peristiwa itu bermula saat korban bersama temannya melintas di timur lampu merah Jokteng Wetan, Sabtu (4/7) malam lalu. Tiba-tiba ban motor korban bocor. Salah satu tersangka, RA memanfaatkan momentum ini. Dia kemudian menawari korban untuk mencarikan tambal ban.
Namun demikian korban menolaknya. Korban tetap berjalan menuntun motor dengan ban bocor hingga sampai di Jalan Parangtritis. Tanpa diketahui, pelaku dan beberapa rekannya mengikuti dari belakang. Sesampainya di depan Gedung Krido Bekso Wiromo, korban dipepet oleh dua tersangka dan sepeda motor ditendang hingga terjatuh.

Saat korban terjatuh, tersangka RA lantas mengeluarkan pisau untuk mengancam korban sambil meminta barang berharga miliknya. Korban yang ketakutan, langsung menyerahkan handphone dan kunci sepeda motor miliknya.
Usai kejadian, korban bersama temannya langsung melapor ke Polresta Yogyakarta guna dilakukan pengusutan. Dengan dipimpin Kasat Reskrim Polresta Yogya AKP Riko Sanjaya SIK, polisi melakukan penyelidikan di lapangan.
Berbekal keterangan korban dan saksi-saksi di lapangan serta oleh TKP yang dilakukan, petugas berhasil mengidentifikasi para tersangka. Awalnya RA berhasil ditangkap di Wonosari dan mengembang ke tersangka lainnya.
Kepada petugas, para pelaku mengaku usai kejadian itu motor dibawa ke Kulonprogo untuk merubah warna cat motornya. Harapannya untuk menghilangkan jejak. Sedangkan handphone oleh tersangka RA dijual di tangan penadah seharga Rp 1,2 juta.

Kemudian sepeda motor yang sudah dirubah bentuknya, oleh tersangka DK dijual pada penadah HS dan GK yang merupakan anak dan bapak seharga Rp 1,3 juta.
“Uang hasil penjualan dibagi rata oleh masing-masing tersangka. Otak dari aksi pencurian dengan kekerasan ini adalah RA,” tandasnya.
Kepada polisi, tersangka RA yang bekerja sebagai driver ojek online mengaku melakukan pencurian dengan kekerasan baru pertama dilakukan. Alasannya, karena terdesak kebutuhan ekonomi terlebih saat imi dirinya sedang tidak bekerja.
“Saya baru pertama melakukan, saya ajak teman-teman saya. Saya bawa pisau itu karena sebelumnya ditantang oleh seseorang melalui WhatsApp, kemudian saya mencari orang itu,” katanya.
Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan ancaman hukuman 9 tahun kurungan penjara.(Shn)

Read previous post:
Positif Corona Melonjak, 35 Kasus dalam Sehari

Close