MASIH PANDEMI CRONA, PELANGGAR TILANG ELEKTRONIK HANYA DITEGUR-Tak Pakai Sabuk Pengaman Bakal Terekam CCTV

DEPOK (MERAPI)- Kapolda DIY Irjen Pol Asep Suhendar MSi resmi melaunching Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) atau tilang elektronik di Gedung Anton Soedjarwo Polda DIY, Kamis (13/8). Lantaran masih dalam situasi pandemi corona, untuk sementara pelanggar hanya dikenai teguran dan tak harus membayar denda tilang.
Launcing dihadiri Dirlantas Polda DIY Kombes Pol I Made Agus Prasetya, pejabat utama (PJU) Polda DIY, Kapolres dan Kasatlantas Polres jajaran. Inovasi ini merupakan penegakan hukum dalam bidang lalu lintas.
Kendati ETLE telah berlaku, namun saat Pandemi Covid-19, Ditlantas Polda DIY baru akan memberikan teguran pelanggaran lalu lintas kepada pemilik kendaraan. Tapi jika ditemukan pelangaran lebih satu kali akan ditindak dengan tilang.
“Saat ini masih sebatas teguran, tapi kalau kali berturut-turut melangggar, akan kami ambil tindakan,” beber Kombes Pol Made Agus di sela-sela Launcing ETLE.

Menurut Kombes Made, jika masa tanggap darurat selesai, maka tindakan penegakan hukum dilakukan. Kendaraan yang tertangkap kamera melakukan pelanggaran, kepolisian akan mengirim surat konfirmasi ke alamat pemilik.
“Surat itu berisi terkait pemilik kendaraan tersebut dan pemilik punya kewajiban untuk mengkonfirmasi, bisa secara online maupun datang langsung ke Ditlantas Polda DIY,” katanya.
Dalam waktu 15 hari, ujar dia, pengendara harus segera mengkonfirmasi. Jika benar pelangar pemilik kendaraan, maka akan diberikan kode BRI Virtual Account, selanjutnya bisa membayar melalui bank atau ATM tanpa harus sidang.
“Kalau dalam waktu 15 hari tidak ada konfirmasi, maka kendaraan akan diblokir. Sehingga pemilik kendaraan tidak bisa membayar pajak sebelum menyelesaikan denda tilang,” jelasnya.

Dia menegaskan, ada 4 kamera CCTV terpasang untuk memantau pelanggar. Di antaranya di Simpang Empat Ketandan Ringroad Timur, Simpang Tiga Ringroad Maguwoharjo, Simpang Empat Ngabean dan Persimpangan Tambak Wates. Pelangar nantinya akan terekam kamera canggih ini.
“Jadi ETLE sudah berjalan, tapi pengendara yang melanggar belum dikenai tilang, baru memberikan surat peringatan kepada pemilik kendaraan yang kedapatan melanggar lalu lintas,” tegasnya.
Sementara itu, dalam sambutanya Kapolda mengatakan, ETLE dapat mendeteksi berbagai jenis pelanggaran. Pengendara yang melangar akan terekam, seperti tidak pakai sabuk pengaman dan main handphone sambil berkendara.
“Saya berharap, dengan sistem ini, etika budaya berlalulintas terbentuk sehingga keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas bisa terwujud,” pungkasnya.(Shn)

Read previous post:
Dihelat Tanpa Penonton – Kulonprogo Mulai Gelar Event Budaya

KERINDUAN para seniman Kulonprogo terhadap panggung pagelaran akhirnya terobati. Pemkab setempat melalui Kundho Kabudayan mulai menggelar beragam event budaya di

Close