Sopir Dibius Kecubung, Mobil Alphard Digondhol Maling

SLEMAN (MERAPI)- Komplotan perampok mobil mewah berhasil dibekuk aparat Polres Sleman. Enam orang anggota komplotan, tiga di antaranya berstatus mahasiswa diamankan. Saat beraksi, mereka nekat membius korban menggunakan ramuan kecubung kemudian dibuang di jalan sebelum membawa kabur mobil mewah, salah satunya Toyota Alphard milik seorang pengusaha rental di Jakarta.
Para pelaku yang diamankan adalah EY (33) kemudian RH (21), AS (21) dan AC (27) ketiganya berstatus mahasiswa warga Gunung Pati Semarang, HI (41) warga Mateseh Bojo, Kendal Jawa Tengah, dan YP (25) warga Pakem, Sleman.
Kasat Reskrim Polres Sleman AKP Deni Irwansyah SIK didampingi Kanit Jatanras Ipda Leonard Hutajulu kepada wartawan, Kamis (13/8) mengatakan, aksi pencurian itu terjadi Senin (6/7) lalu. Sopir mobil mewah asal Jakarta, Yusak (40) warga Jakarta ditemukan dibuang pelaku di wilayah Tempel, Sleman.

Menurut AKP Deni, kasus ini berawal saat tersangka EY mengaku sebagai Albert menyewa mobil Toyota Alphard di salah satu rental mobil di Jakarta. Kepada pemilik rental, EY menyewa mobil selama tiga hari untuk dibawa ke Yogya dengan biaya Rp 6 juta.
Pemilik rental ini kemudian menyuruh sopir yakni Yusak untuk menjemput EY di salah satu hotel di Jakarta. Mereka kemudian menuju Yogyakarta dengan mobil Toyota Alphard B 2871 SIO, dan menginap di hotel Kangen Yogya.
Setelah memesankan kamar untuk korban Yusak, tersangka EY lantas minta diantar di hotel Sahid Rich untuk menginap. Tidak lama kemudian, EY memberikan makan dan minuman. Ternyata, minuman itu dicampur larutan kecubung. Usai menyantap makanan dan minuman itu, Yusak pun pusing.

“Makan dan minuman itu ternyata sudah dicampur kecubung oleh tersangka AC, sebelum diberikan ke korban,” beber AKP Deni Irwansyah SIK. Dalam kondisi setengah sadar, EY mengajak Yusak ke Semarang. Karena korban merasa pusing, akhirnya tersangka EY yang mengemudian mobil mewah itu dan korban tertidur. “Kepada korban, EY ini mengaku sebagai bos yang sedang mengurus pekerjaan di Yogyakarta. Sementara saat di Semarang korban diajak muter-muter,” ucapnya.
Pada malam harinya, EY mengajak korban kembali ke Yogyakarta. Dalam perjalanan itu, mereka berhenti di SPBU Salam Magelang, untuk menjemput temannya. Dua orang teman EY lantas masuk dalam mobil dengan alasan ke Yogya ambil baju.

Di saat bersamaan, tiga tersangka lain mengikuti dari belakang dengan menggunakan mobil. Sesampainya di Tempel Sleman, salah seorang tersangka pura-pura mual dan meminta mobil untuk berhenti.
“Saat mobil berhenti, ketiga tersangka turun dari mobil. EY lalu minta tolong korban turun membantu. Ketika di luar, korban langsung dipukul bagian kepala dari belakang dan mendorong ke jalan,” ucapnya.
Setelah korban tidak berdaya, ketiga tersangka ini langsung membawa kabur mobil. Sedangkan korban ditolong warga setempat dan diantar ke Polsek Tempel Sleman untuk melaporkan kasus pencurian mobil tersebut.
Dari laporan itu, anggota Polsek Tempel dibackup Satreskrim Polres Sleman melakukan penyelidikan di lapangan. Polisi butuh beberapa hari untuk mengidentifikasi para pelaku. Berdasarkan keterangan korban itulah pelaku dikenali. Mereka pun berhasil diamankan di daerah Semarang dan Sleman.

“Mobil belum sempat dijual pelaku. Kita temukan di sebuah gudang di Malang dalam keadaan terkunci. Karena tersangka ini masih cari-cari pembeli,” ucapnya.
Sementara Ipda Leonard menambahakan, saat beraksi tersangka ini mempunyai peran masing-masing, ada yang menjadi eksekutor, joki, yang berkomunikasi dengan pemilik rental dan membawa kabur mobil.
“Tersangka punya peran masing-masing. Tapi otak dari pencurian ini tersangka EY, sedangkan tersangka lainya hanya mengikuti instruksi dari EY,” katanya.
Atas perbuatannya ini para tersangka dijerat dengan Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan (curat) ancaman hukuman 12 tahun kurungan penjara.(Shn)

Read previous post:
Angkat Potensi Sedayu, Raih Pendanaan Dikti

DUA kelompok mahasiswa dari Fakultas Agroindustri (FAI) Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY)berhasil meraih pendanaan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti).

Close