POSITIF COVID-19 DI YOGYA TEMBUS 900 KASUS-Warga Sentolo Tularkan Corona kepada 7 Orang

YOGYA (MERAPI)-Kasus positif Covid-19 di Yogyakarta dilaporkan kembali mengalami kenaikan. Pemda DIY melaporkan penambahan 20 kasus terkonfirmasi positif Covid-19, Rabu (12/8) sehingga total kasus hingga saat ini genap 900 kasus, 633 orang di antaranya dinyatakan sembuh. Muncul klaster barui di Kulonprgo, di mana satu pasien menularkan corona kepada 7 orang.
Juru bicara Pemda DIY untuk penanganan Covid-19, Berty Murtiningsih mengatakan, pasien positif terdiri dari kasus 886 hingga 905 yang merupakan satu warga Kota Yogyakarta, empat warga Bantul, delapan warga Kulonprogo, satu warga Gunungkidul dan enam warga Sleman.
“Riwayat kasus terdiri dari 3 kasus perjalanan luar daerah, 14 kasus hasil tracing kontak langsung pasien sebelumnya dan 3 kasus masih dalam penelusuran,” ungkapnya.

Selain itu kata dia, juga dilaporkan satu orang positif Covid-19 meninggal sehingga jumlah kasus meninggal hingga saat ini sebanyak 26 kasus.
“Pasien meninggal kasus 847, perempuan usia 36 tahun warga Bantul penyakit penyerta asma,” imbuh Berty. Di sisi lain dilaporkan 24 orang sembuh dari Covid-19 terdiri dari 3 warga Bantul, 3 warga Kulonprogo, dan 18 warga Sleman.
Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kulonprogo, drg Theodola Baning Rahajujati juga menyampaikan di wilayahnya mencatat penambahan pasien positif Covid-19 terbanyak pada Rabu (12/8), yakni delapan orang. Tujuh di antaranya tertular dari satu pasien, KP-44 warga Sentolo yang meninggal dunia akibat Covid-19.

Menurut Theodola Baning Rahajujati, dari tambahan delapan pasien positif Covid-19, lima orang merupakan warga Sentolo, kemudian tiga orang lainnya warga Lendah. Tujuh di antaranya tertular Covid-19 dari KP-44, laki-laki berusia 51 tahun warga Sentolo yang meninggal di RS PKU Muhammadiyah Yogya pada 8 Agustus. Selain itu, KP-45, warga Sentolo berusia 45 tahun yang meninggal pada 9 Agustus di RSUP Dr Sardjito juga merupakan kontak erat KP-44. Atas hal ini, tim gugus tugas kemudian menetapkan klaster baru di Kulonprogo, yakni Klaster Srikayangan, Sentolo.
“Kami sebut sebagai Klaster Srikayangan. Sementara dengan 9 kasus positif, dua di antaranya (KP-44 dan KP-45) meninggal,” kata drg Baning.
Dari hasil tracing yang dilakukan tim gugus tugas diketahui adanya 46 kontak erat KP-44 dan KP-45. Tujuh di antaranya positif Covid-19, kemudian 39 lainnya masih menunggu hasil laboratorium. Petugas puskesmas dan dinas kesehatan hingga kini masih melanjutkan tracing kepada kontak erat pasien positif Klaster Srikayangan.

drg Baning kemudian merinci penambahan delapan pasien positif Covid-19. Mereka yakni KP-46 laki-laki berusia 36 tahun warga Sentolo yang memiliki riwayat perjalanan dari Bekasi, KP-47 laki-laki warga Sentolo, KP-48 laki-laki warga Sentolo, KP-49 laki-laki warga Sentolo, KP-50 perempuan warga Sentolo, KP-51 laki-laki warga Lendah, KP-52 laki-laki warga Lendah, serta KP-53 laki-laki warga Lendah. KP-47 hingga KP-53 merupakan kontak erat KP-44.
“KP-46 diisolasi di RSUD NAS, sementara KP-47 hingga KP-53 akan diisolasi di RSUD Wates,” imbuh drg Baning.
Selain penambahan delapan pasien positif Covid-19, Kulonprogo juga mencatat kesembuhan tiga pasien. Ketiganya yakni KP-32, KP-35 dan KP-36. Dengan penambahan ini, total jumlah kasus positif Covid-19 di Kulonprogo sebanyak 53 kasus, 22 di antaranya masih dirawat, 29 sudah sembuh dan 2 lainnya meninggal dunia.(C-4/Unt)

Read previous post:
TEMPATI GEDUNG BARU, DILENGKAPI SHOWROOM- UPK Kecamatan Godean Diharapkan Makin Profesional

UNIT Pengelola Kegiatan (UPK) Kecamatan Godean Sleman, sebelumnya menempati ruangan di lantai dua kantor kecamatan setempat. Namun sejak diresmikannya gedung

Close