Aaron Evans Dikabarkan Tak Setuju Renegosiasi Kontrak

SLEMAN (HARIAN MERAPI) – Usai menyatakan siap melanjutkan kompetisi Liga 1 yang ditunda karena pandemi, PSS Sleman langsung dihantam isu tak sedap. Palang pintu Laskar Sembada asal Australia, Aaron Evans disebut tak cocok dengan renegoisasi kontrak yang akan dibicarakan manajemen berdasar keputusan PSSI yang tertuang dalam Surat Keputusan (SK) terbaru bernomor bernomor SKEP/53/VI/2020.

Isu itu kian kencang setelah agen Aaron Evans mengontak manajemen membahas tentang kontrak pemainnya. Manajer PSS, Danilo Fernando, membantah bahwa Evans akan meninggalkan PSS karena tidak cocok dengan nominal gaji yang ditawarkan selama pandemi.

“Dia tidak masalah untuk kembali ke Sleman. Kami juga masih ingin berjuang sama Evans. Tetapi ya semua tergantung kontrak karena dia punya agen dan agennya yang akan berkomunikasi dengan direksi klub, masih komunikasi sampai sekarang,” kata Danilo, kemarin.

Evans sendiri belum menjawab tentang isu ini ketika awak media melakukan verifikasi. Namun sebelumnya ia mengaku sudah tidak sabar kembali ke Sleman untuk latihan bersama Bagus Nirwanto dan kawan-kawan. Sembari menunggu panggilan manajemen ia masih terus berlatih secara mandiri. Pemain bernomor punggung dua itu juga tak pernah absen mengunggah progres latihan mandiri yang diberi tim pelatih PSS melalui instagram pribadinya lalu menuliskan antusiasmenya menghadapi liga yang akan digelar mulai Oktober mendatang bersama PSS.

Manajemen sendiri hingga kemarin belum mau membocorkan soal anggaran yang mereka disiapkan untuk gaji pemain. Pasalnya angkanya sendiri belum final. Soal nominal gaji sekaligus renegosiasi kontrak akan mereka bahas dalam pertemuan pekan ini lalu akan disampaikan ke pemain saat berkumpul. Direktur Utama (Dirut) PT Putra Sleman Sembada (PSS) Marco Paulo Garcia bersama manajemen akan mencari angka terbaik berdasar aturan PSSI mengenai pemberian gaji sebesar 50 persen.

“Kami akan formulasikan dan finalisasi angka yang pasti saat pertemuan nanti. Kami akan mencari angka yang tepat dan usahakan yang terbaik untuk pemain dan official,” sambung Marco.

Dari belum finalnya angka untuk gaji pemain itu muncul isu kedua. PSS disebut kekurangan dana untuk menghadapi lanjutan kompetisi meski akan menerima dana subsidi dari PT LIB sebesar Rp 800 juta. Marco juga membantah isu tersebut. Ia memastikan dana PT cukup menghadapi lanjutan kompetisi karena masih mendapat suntikan dana dari sponsor. “Sponsor masih komitmen kalau liganya jalan dan mereka sangat membantu sekali. Meski pembayarannya mundur kami enggak masalah karena angkanya ada jadi kami bisa ikut kompetisi,” bantah eks CEO Badak Lampung itu.

Namun ia tidak membantah bahwa PSS akan kehilangan pemasukan sebesar Rp10 miliar selama menjalani kompetisi. Hilangnya pundi rupiah yang kerap dipakai untuk membantu dana operasional dan gaji pemain disebabkan keputusan PSSI dan PT LIB yang akan menggelar lanjutan kompetisi tanpa penonton. Selain itu musim ini mereka baru berkandang satu kali di Stadion Maguwoharjo. Hilangnya pemasukan ini juga yang membuatnya mencari sponsor tambahan selama lanjutan kompetisi.

“Kalau dihitung-hitung, kami kehilangan Rp10 miliar karena tidak adanya pemasukan dari tiket satu musim. Kami akan cari formulanya untuk mengantisipasi hal ini,” beber Marco. (Des)

Read previous post:
Ini Syarat Mengajukan Pinjaman Online Paling Lengkap

EKSISTENSI dari pinjaman online terus meningkat. Hal ini tidak terlepas dari kemudahan proses pengajuan dan persyaratan yang diminta. Selain itu,

Close