Balita Dianiaya Sampai Tewas

MINGGIR (MERAPI)-Seorang balita, AF (4,5) tewas setelah diduga dianiaya oleh pacar atau selingkuhan ibunya sendiri di sebuah rumah kontrakan di daerah Minggir 3 Sendangagung, Minggir, Sleman, Minggu (9/8). Belum diketahui motif pelaku menghabisi korban. Meski demikian, hingga Senin (10/8) polisi masih belum menetapkan tersangka.
“Ini masih proses olah TKP dan pendalaman. Nanti hasil resminya akan disampaikan oleh tim Polres Sleman,” ujar Kapolsek Minggir AKP Made Wira Suhendra SIK didampingi Kanit Idik II Satreskrim Polres Sleman Ipda Yunanto Kukuh.
Dijelaskan Made, dari haril pemeriksaan, AF meninggal dengan luka di tubuhnya akibat penganiayaan. Terduga pelaku yakni JR, yang tak lain adalah pacar ibu korban. Menurut Made, korban tinggal bersama ibu dan pacarnya itu di rumah kontrakan. Sementara ibu korban belum bercerai dengan suaminya.

Menurut keterangan, aksi penganiayaan itu diduga terjadi pada Sabtu (8/8) malam lalu sekitar pukul 23.00. Saat itu, sejumlah warga sempat mendengar suara gaduh di sekitar rumah korban. Namun tak ada yang berani mendekat. “Saya hanya mendengar ada orang menangis dari rumah itu. Tapi tidak tahu itu tangisan siapa,” ujar warga setempat, Aldi (40). Dia menambahkan, sekitar pukul 23.30, terlihat motor keluar dari rumah kontrakan itu. Pengendaranya membawa seorang anak kecil yang ternyata korban AF. Malam itu, dia dibawa ke Puskesmas Mingir lantaran mengalami sejumlah luka. Setelah mendapat perawatan di Puskesmas Minggir, korban tewas pada Minggu dinihari sekitar pukul 03.00.

Menurut AKP Made, ibu korban meminta anaknya dimakamkan di Caturharjo. Namun di wilayah tersebut justru mendapat penolakan dari warga setempat. Dia lantas memberitahukan pada suaminya yang tak lain ayah korban. Ayah korban itulah yang kemudian melapor ke Polres Sleman.
“Ada aduan dari ayah kandung korban, karena saat melihat jenazah anaknya, ada hal-hal yang tidak wajar. Ditemukan beberapa luka di bagian tubuh anaknya itu,” ucap AKP Made.
Dijelaskan AKP Made, korban tewas dengan sejumlah luka. Di antaranya memar di tangan, muka, kelamin lecet, kaki bengkak, dada terluka, bibir sobek hingga kepala bengkak.

Kendati demikian AKP Made belum bisa menyampaikan secara detail peristiwa dugaan penganiayaan itu. Dijelaskan AKP Made, sampai saat ini penyidik belum menetapkan tersangka dalam kasus dugaan penganiayaan ini. Alasannya, sampai saat ini masih terus dilakukan pemeriksaan, sedangkan status JR masih sebatas saksi.
Polisi kemudian meminta JR melakukan pra rekonstruksi pada kemarin siang di lokasi kejadian. Dia dihadirkan dengan tangan terikat.
“Pra rekontruksi ini untuk mengetahui kronologis dari awal sampai akhir, sesuai keterangan saksi. Ada 17 adegan diperankan, memang ada beberapa luka penganiayaan di tubuh korban. Pendalamannya di Polres Sleman,” katanya.
AKP Made menambahkan, pihaknya belum mengetahui secara pasti motif terduga pelaku melakukan penganiayaan. “Belum kita dalami motif terduga pelaku melakukan penganiayaan. Kita masih lakukan pemeriksaan,” beber AKP Made.(Shn)

Read previous post:
Selada Air Sebagai Sumber Antioksidan

BAHAN alami berkhasiat berasal dari tumbuhan cukup beragam jenisnya. Sebagian di antaranya sudah dibudidayakan dan hasil panenannya dapat diolah menjadi

Close