2 Wisatawan Tewas di Pantai Goa Cemara, 5 Masih Dicari

SANDEN (MERAPI)- Sebanyak 7 wisatawan yang merupakan satu keluarga teseret ombak pasang di Pantai Goa Cemara Gadingsari, Sanden, Bantul, Kamis (6/8) pukul 09.30. Hingga semalam, dua orang ditemukan meninggal dunia, sementara lima lainnya masih belum ditemukan.
Dua korban yang ditemukan tewas yakni Ulli Nur Rochmi (28) warga Cemoro, Tempel, Sleman dan Ahmad Nur Fauzi (30) warga Ngentak, Tempel, Sleman. Mereka tewas saat perjalanan ke Puskesmas Sanden.
Sementara lima korban lainnya masih belum ditemukan. Yakni Joko Widodo (38) yang merupakan suami korban Ulli serta tiga anak mereka yakni Muhammad Rizki Romadhon (7), Muhammad Zafir Zakir Alfarizi (8) dan Muhammad Zidan Abdori (8). Sementara famili mereka Ahmad Chairul Fatah (4) juga belum ditemukan. Semuanya berasal dari Tempel Sleman.

Ketua Pokdarwis Patai Goa Cemata, Suratijo kepada wartawan mengatakan, awalnya rombongan korban yang merupakan beberapa anggota keluarga berwisata ke Pantai Goa Cemara pada Kamis pagi. “Rombongan wisatawan datang pagi. Para petugas sebelumnya mengingatkan agar tidak mendekat ke laut karena gelombang air tinggi,” ujar Suratijo.
Tetapi para wisatawan tersebut justru tidak mengindahkan imbauan. Mereka kemudian bermain bola di tepi pantai.
“Untuk kronologi kejadian kecelakaan laut di Pantai Gua Cemara tadi pagi kurang lebih pukul 09.30 WIB,” kata Koordinator SAR Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah 4 Pantai Samas dan Pandansimo Bantul, Dwi Rias Pramuji ditemui di Posko SAR Pantai Gua Cemara Bantul, Kamis.

Menurut dia, kejadian itu bermula saat wisatawan rombongan berjumlah lima orang, empat orang di antaranya anak-anak bermain bola di pinggir pantai. Saat itu korban Muhammad Zafir Zakir Alfarizi, Muhammad Zidan Abdori, Muhammad Rizki Romadhon dan Ahmad Chairul Fatah bermain ditemani Joko Widodo. Akan tetapi beberapa waktu kemudian, ombak tinggi menerjang dan menyeret rombongan wisatawan ke tengah laut.
“Satu keluarga anak-anak yang berjumlah empat didampingi satu orangtua bermain bola di pinggir pantai yang kebetulan di tempat palung. Setelah beberapa waktu kemudian tiba-tiba ada ombak besar datang, dengan seketika itu mereka terseret semua,” katanya.
Dia mengatakan, setelah kejadian itu, korban Ulli dan Ahmad Nur Fauzi yang merupakan orangtua dari anak-anak yang terseret ombak tersebut masuk ke pantai bermaksud mau menolong korban. Tetapi upaya tersebut tidak berhasil, malah mereka ikut terseret gelombang.

“Jadi jumlah orang yang terseret seketika itu ada tujuh orang, anggota SAR beserta warga bisa menyelamatkan dua orang dewasa,” katanya.
Dia mengatakan, sayangnya dalam perjalanan menuju tempat layanan kesehatan yang jaraknya cukup jauh, nyawa kedua korban tidak tertolong dan meninggal setelah sampai di puskesmas.
“Karena tempat kesehatan puskesmas jarak lumayan jauh, sesampai di Puskesmas Sanden korban dinyatakan meninggal dunia. Dan saat ini lima korban lain belum ditemukan dan masih dalam pencarian kita,” katanya.
Bupati Bantul, Drs H Suharsono yang mendengar adanya laka laut di Pantai Goa Cemara didampingi Kasatpol PP Bantul datang ke lokasi kejadian. Pihaknya langsung melihat kesiapan petugas gabungan dalam melakukan pencarian korban.
Untuk itu bupati menyampaikan ucapan bela sungkawa terhadap keluarga korban. “Ini sebagai musibah yang harus diterima dengan ikhlas,” ucap Suharsono di sela-sela kunjungan. (Usa)

Read previous post:
Jual Kehormatan di Medsos

Close