PAPASAN DI JALAN BERUJUNG PENGANIAYAAN-Dibacok Gara-gara Suara Knalpot Motor

MLATI (MERAPI)- Ribut-ribut di jalan raya menyeret NN (36) warga Jembangan, Tirtoadi, Mlati, Sleman ke penjara. Penyebabnya, dia nekat membacok pengendara lain, Yuliyanto (19) warga Pudong Tirtoadi, Mlati, Sleman hanya gara-gara merasa dibleyer knalpot motor korban. Alhasil, NN pun harus berurusan dengan polisi.
Kapolsek Mlati Kompol Hariyanto didampingi Kanit Reskrim Iptu Dwi Noor Cahyanto kepada wartawan, Kamis (6/8) menjelaskan, aksi pembacokan itu terjadi di Jalan Selokan Mataran Dusun Pundong, Tirtoadi, Mlati, Sleman pada akhir Juli lalu pukul 22.00 WIB.
Akibat kejadian ini, korban Yuliyanto mengalami luka bacok pada bagian kepala.

“Tersangka NN melakukan penganiayaan diduga karena tersinggung setelah korban Yuliyanto membleyer sepeda motor saat berpapasan di jalan,” ujar Kompol Hariyanto. Dikatakan Hariyanto, aksi penganiayaan ini bermula saat tersangka dan korban berpapasan di sekitar Jalan Selokan Mataram Mlati. Saat itu korban justru menggeber sepeda motornya. Raungan knalpot motor korban membuat tersangka emosi.
Karena emosi, NN langsung mengejar Yuliyanto. Korban pun tak sadar dikejar pelaku. Saat tertangkap, korban sedang duduk di sepeda motornya di sekitar lokasi kejadian. Tersangka langsung memukul dengan tangan kanannya dan mengenai pipi kiri korban.
Pukulan itu membuat korban jatuh tersungkur. Saat korban berusaha merangkak bangun, tersangka kembali memukul hingga mengenai pelipis dan disusul pukulan secara bertubi-tubi. Korban berusaha melawan dengan menghindarinya.

“Warga yang melihat kejadian itu berusaha melerai, tapi tersangka ini tetap menyerang korban hingga terjatuh. Dia lantas menendangnya dan mengenai lutut kirinya,” kata Kompol Hariyanto. Usai kejadian itu, kata Yuliyanto, tersangka lantas meninggalkan lokasi kejadian. Bukannya pulang ke rumah, dia justru kembali ke lokasi dengan membawa pedang sepanjang 1 meter. Nampaknya dia belumn puas menganiaya korban. “Karena korban masih berada di lokasi, tersangka menyabetkan pedang yang dipegang,” ujar Hariyanto.
Mendapat serangan itu, korban berusaha menangkis dengan kayu yang ada di sekitar kejadian. Hariyanto menyebut setidaknya ada 10 sabetan pedang ke arah tubuh korban. “Dua di antaranya mengenai siku lengan kiri dan belakang kepala Yuliyanto,” jelasnya.

Usai menganiaya korban, pelaku pun kabur. Dia membuang pedang di Selokan Mataram. Korban yang tidak berdaya, oleh warga kemudian dibawa ke RSUD Sleman untuk mendapatkan perawatan. Saat kondisinya membaik, dia melaporkan kejadian ini ke Polsek Mlati.
Mendapat laporan itu, petugas langsung mendatangi lokasi kejadian. Tidak butuh lama buat petugas untuk meringkus tersangka, setelah mengantogi ciri-cirinya. Beberapa hari setelah kejadian, petugas mengamankan tersangka di rumahnya.
“Tersangka dan korban tidak saling kenal. Motif pelaku melakukan penganiayaan karena tersinggung setelah mendengar raungan knalpot motor korban,” tandasnya.
Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka harus mendekam di sel tahanan Polsek Mlati. Tersangka dijerat pasal 351 KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara. (Shn)

Read previous post:
Sahabat Sejati

SEBAGAI makhluk sosial, tentu saja manusia membutuhkan keberadaan orang lain dan hal itu juga merupakan salah satu misi penciptaan manusia.

Close