Rambut Dijambak Suami, Istri Lapor Polisi

SLEMAN (MERAPI)- Kisruh masalah rumah tangga memicu BA (40) warga Randusari, Bokoharjo, Prambanan, Sleman nekat menganiaya istrinya, L (28) warga Randusari. Pelaku memukul dan menjambak rambut korban saat mereka ribut di tepi jalan. Tak terima ulah suaminya, korban pun lapor polisi.
Usai kejadian itu, BA lantas diciduk polisi. “Tersangka tidak ditahan karena penganiayaan ringan, saat ini berkas sudah dikirim ke Kejaksaan,” ucap Kapolsek Prambanan AKP Rubiyanto melalui Kanit Reskrim AKP Sularsihono saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (6/8). Dia menambahkan, kasus tersebut masih dalam penanganan Unit Reskrim Polsek Prambanan. Diungkapkan Sularsihono, peristiwa itu bermula saat korban L (28) warga Randusari, Bokoharjo, Prambanan, bermaksud mendatangi suaminya yang sedang berjualan di jalan Prambanan-Piyungan tepatnya Dusun Randusari, belum lama ini.

Korban mendatangi suaminya bermaksud untuk menyelesaikan permasalahan keluarganya. Namun, bukanya datang dengan cara baik-baik, ibu dua orang anak ini justru datang sambil marah-marah terhadap tersangka.
Akhirnya korban dan tersangka ribut di lokasi kejadian. Penjual warung lesehan itu pun tersulut emosi. Dia langsung melakukan penganiayaan dengan cara mendorong dan menjabak rambut istrinya itu hingga terjatuh.
Tidak terima dengan perlakuan suaminya, korban melapor ke Polsek Prambanan. Mendapat laporan tersebut, petugas kemudian mendatangi lokasi kejadian dan mengumpulkan bukti-bukti di lapangan terkait kasus itu. Tak berapa lama, pelaku pun langsung diamankan. Meski demikian, dia tak ditahan.

“Pelaku dilaporkan karena telah melakukan kekerasan fisik. Setelah diamankan kita lakukan pemeriksaan terhadap tersangka,” ucapnya.
Kepada polisi, tersangka mengaku aksi kekerasan yang dilakukan tersebut dipicu karena alasan permasalahan keluarga. Bahkan pasangan suami-istri itu sudah pisah ranjang selama dua tahun.
Menurut Sularsihono, saat ini polisi masih menyelidiki lebih lanjut terkait peristiwa penganiayaan tersebut. Atas perbuatannya pelaku dijerat sementara dengan UU RI No 23 tahun 2004 tentang tindak pidana KDRT, ancaman 3 tahun penjara.
“Sementara kami kenakan UU RI No 23 tahun 2004 tentang tindak pidana KDRT,” pungkasnya.(Shn)

Read previous post:
KISAH JAKA SANGKAN DAN JAKA PARAN (5) – Raden Trunajaya Disuruh Melakukan ‘Kraman’

Perilaku Sinuhun Amangkurat berubah total, suka mencelakakan orang, memfitnah dan membuat orang sengsara atau menderita. Para bupati pun saling menjegal,

Close