Manajemen PSS Tunggu Surat Resmi PT LIB

SLEMAN (HARIAN MERAPI) – Banyak program PSS Sleman yang terkatung-katung. Belum adanya surat resmi dari PT LIB untuk menggelar pertemuan antar-manajer kedua jadi salah satu sebab belum dieksekusinya program manajemen dan tim pelatih yang dirancang untuk menghadapi lanjutan kompetisi. Direksi PT Putra Sleman Sembada (PSS), manajemen, dan tim pelatih mau tidak mau harus menunggu pertemuan itu agar keputusan atau kebijakan yang diambil benar-benar tepat.

“Kami masih menunggu undangan resminya karena kabarnya akan tatap muka. Kami tidak mau gegabah lah menentukan segalanya sebelum pertemuan itu. Semoga cepat ada kejelasan,” kata Direktur Utama (Dirut) PT PSS Marco Paulo Garcia, Rabu (5/8).

Tidak hanya PSS yang menunggu undangan resmi PT LIB. Sejumlah klub yang akan berkandang di Stadion Maguwoharjo seperti Persiraja Banda Aceh juga ingin segera ada kejelasan jadwal pertemuan. Rahmat Djaelani, Sekretaris Umum Persiraja membenarkan Marco. Ia juga mengatakan banyak hal yang harus mereka lakukan untuk persiapan kandang di Sleman. “Tapi sampai sekarang belum ada surat resmi. Sejak minggu lalu sudah ada wacana pertemuan, kami harap segera agar bisa menentukan langkah,” sambung Djaelani.

Manajemen sendiri sudah punya banyak rancangan program. Misalnya anggaran gaji pemain dan operasional selama lanjutan kompetisi. Lalu ada juga program latihan yang disesuaikan situasi pandemi di Yogyakarta dan protokol kesehatan. Namun rancangan bisa berubah sesuai keputusan bersama dalam pertemuan antar-manajer nanti. Misalnya saja soal dana subsidi yang masih tertahan di angka Rp 800 juta dan biaya rapid tes dua pekan sekali. “Kami juga ingin memperjelas beberapa hal setelah pertemuan pertama kemarin. Intinya kami sangat hati-hati karena berhubungan dengan kesehatan pemain,” tegas Marco.

Sementara itu tim pelatih juga harus sedikit bersabar untuk kembali ke Sleman. Selain belum ada kejelasan pertemuan antar-manajer, bertambahnya kasus Covid-19 di DIY yang masif selama sepekan terakhir jadi sebabnya. Dejan Antonic, pelatih kepala PSS, tahu betul manajemen juga memikirkan persoalan ini karena sama-sama satu frekuensi yaitu mengedepankan kesehatan pemain terlebih dulu. Dejan yang masih berada di Hongkong juga terus mengamati situasi pandemi di Yogyakarta. Di sisi lain ia cukup puas karena manajemen telah punya rancangan program untuk latihan bersama.

“Saya menunggu manajemen soal kapan kumpul tapi juga sambil melihat situasi di sana, yang penting sudah ada protokol saat latihan,” kata Dejan singkat. (Des)

Read previous post:
Wisatawan Luar Kian Padati Yogya

Close