Pasien Sembuh Bertambah 29, Positif Corona Nambah 17

YOGYA (MERAPI)- Angka kesembuhan pasien positif corona di Yogya cukup tinggi dengan jumlah 29 pasien sembuh pada Rabu (5/8). Namun di sisi lain, pasien positif covid-19 juga masih bertambah 17 kasus dari 1.020 sampel yang diperiksa pada 804 orang.
Dengan penambahan ini, sehingga total kasus positif Covid-19 di Yogyakarta sebanyak 801 kasus, 477 orang dinyatakan sembuh dan 21 orang meninggal. Jumlah suspek hingga saat ini sebanyak 10.931 orang.
Juru Bicara Pemda DIY untuk penanganan Covid-19, Berty Murtiningsih mengatakan, kasus positif Covid-19 tersebar di seluruh Kabupaten/Kota di Yogyakarta.
“Kasus baru meliputi kasus 790 sampai dengan 806. Rinciannya meliputi dua warga Kota Yogyakarta, satu warga Kulonprogo, tiga warga Gunungkidul, 9 warga Sleman dan satu kasus dari luar wilayah,” jelasnya.

Adapun distribusi kasus berdasarkan riwayat, ujar Berty, berasal dari screening karyawan kesehatan ada 3 orang, kontak tracing dengan kasus sebelumnya 4 orang, perjalanan luar daerah 4 orang, dan masih dalam penelusuran ada 6 orang.
“Selain itu dilaporkan 29 orang dinyatakan sembuh dari Covid-19, terdiri dari 5 orang warga Kota Yogyakarta, 14 orang warga Bantul, 8 orang warga Gunungkidul, dan 2 orang warga Sleman,” imbuhnya.
Di Kota Yogya, sekitar 40 orang melakukan tes usap terkait penelusuran kasus positif Covid-19 pada 2 tenaga teknis Pemkot Yogyakarta. Penelusuran tes usap dahak itu pada orang yang kontak erat di lingkungan kerja dinas terkait maupun keluarga. Langkah itu untuk membendung sebaran virus corona meluas.

“Kami lakukan tes swab kepada orang yang kontak erat dengan tenaga teknis yang positif. Baik ke orang di lingkungan kantor maupun keluarganya. Kami telusuri aktivitasnya selama ini,” kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta Tri Mardaya, Rabu (5/8).
Dia menyebut dari sekitar 40 orang tes usap dahak terkait penelusuran kasus positif Covid-19 pada 2 tenaga teknis Pemkot Yogyakarta, baru 5 orang yang sudah keluar hasil tesnya. Sedangkan sisa lainnya masih dalam proses menunggu hasil tes dan melakukan isolasi mandiri.
“Sudah ada lima orang yang keluar hasil tes swab-nya negatif. Induk penularan memang agak kesulitan mencarinya karena sudah seperti benang ruwet. Tapi sekarang yang penting adalah memblocking sebaran kasus Covid-19 jangan sampai menular lebih lanjut,” jelasnya.
Pihaknya menegaskan untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 di lingkungan kerja dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan. Wajib memakai masker, menjaga jarak dan sering mencuci tangan dengan sabun.
“Kadang-kadang lupa kita soal makan. Sebaiknya makan tidak di tempat umum berkerumun,” ujar Tri Mardaya.

Pemkot Yogyakarta mencatat per Selasa (4/8) pukul 12.00 WIB ada 23 orang konfirm positif Covid-19, 42 sembuh dan 3 meninggal. Sedangkan kasus probable atau suspek Covid-19 ada 14 orang.
Dia mengutarakan dari 23 kasus positif Covid-19 di Yogya sebanyak 90 persen tanpa gejala. Hanya 2 orang yang menunjukkan adanya gejala dan dirawat di rumah sakit. Sedangkan sisanya menjalani rawat jalan dan isolasi mandiri. Jika rumah tidak mendukung untuk isolasi maka wilayah RT/RW kelurahan maupun kecamatan menangani. Apabila tidak bisa dapat dibawa ke rumah sakit.
“Kasus positif Covid-19 pada orang tanpa gejala tidak perlu obat karena mereka masih punya daya tahan. Hanya diberikan suplai vitamain dari puskesmas dan isolasi mandiri. Makanya mayarakat harus hati-hati karena orang tanpa gejala kondisinya sehat tapi membawa virus,” ucapnya.

Sebelumnya Ketua Gusus Tugas Harian Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi mengatakan meminta wilayah kecamatan, kelurahan dan RT/RW memantau kasus positif Covid-19 yang tidak memiliki gejala. Mengingat mereka melakukan isolasi mandiri di rumah.
“Kami meminta teman-teman di wilayah untuk memonitor mereka yang status orang tanpa gejala tapi positif Covid-19. Kami meminta kewaspadaan karena kasusnya kebanyakan tanpa gejala,” tandas Heroe.(C-4/Tri).

Read previous post:
Manajemen PSS Tunggu Surat Resmi PT LIB

SLEMAN (HARIAN MERAPI) - Banyak program PSS Sleman yang terkatung-katung. Belum adanya surat resmi dari PT LIB untuk menggelar pertemuan

Close