Penipu Klaim Punya Mesin Pencetak Uang

SLEMAN (MERAPI)-Komplotan penipu dengan modus bisa menggandakan uang dibongkar aparat Polres Sleman. Tiga orang anggota komplotan ini diamankan. Mereka mengklaim punya mesin pencetak uang yang bisa menggandakan uang. Setelah dibekuk, baru diketahui jika mesin pencetak uang itu hanyalah printer biasa yang dimodifikasi.
Tiga pelaku yang diamankan adalah ZA (42) warga Ponjong Gunungkidul, KA (26) warga Trucuk Klaten Jawa Tengah dan JM (44) asal Riau. Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, ketiga tersangka harus mendekam di sel tahanan Polres Sleman.

“Para tersangka ini mengaku bisa menggandakan uang, atau mencetak uang kertas asli,” ucap Kasat Reskrim Polres Sleman AKP Deni Irwansyah SIK didampingi KBO Polres Sleman Iptu Sri Pujo kepada wartawan, Selasa (4/8).
Dijelaskan Deni, terungkapnya kasus ini berawal dari kecurigaan polisi saat melakukan patroli cyber. Saat itu polisi mendapati sebuah akun media sosial yang mengaku bisa mencetak uang. “Dalam informasi itu, tersangka mengaku memiliki mesin pencetak uang yang dibeli dari Australia,” sebut Deni.
Jelas saja polisi curiga. Apalagi dalam postingan di media sosial, pelaku juga mengaku uang hasil cetakan mesin tersebut bisa dicek keasliannya di mesin setor tunai. “Untuk masyarakat yang tertarik, harus menyetorkan sejumlah uang pada tersangka,” jelas Deni.

Polisi kemudian berlagak tertarik menggandakan uang dan memancing para pelaku. Saat itu, pelaku meminta masyarakat yang ingin menggandakan uang harus menyetor uang Rp 60 juta. Nantinya uang itu bisa digandakan menjadi Rp 700 juta. “Namun sebelum melakukan transaksi, tersangka ini meminta bayaran awal sebanyak 10 persen sebagai biaya operasional,” sebut Deni.
Petugas pun berhasil mengidentifikasi para tersangka. Petugas yang menyamar kemudian sepakat bertemu tersangka di salah satu hotel di Ringroad Utara, Depok, Sleman. Saat itu tersangka mengajak petugas yang menyamar untuk melihat proses membuat uang melalui mesin itu, dan memang benar mesin bisa mengeluarkan uang Rp 900 ribu.
“Uang yang keluar dari mesin itu memang asli, tapi milik tersangka sendiri. Dalam aksinya ini pelaku meminta DP 10 persen dari total uang yang hendak digandakan, uang itu akan digunakan sebagai biaya operasional,” ucapnya.

Melihat itu, petugas kemudian meminta tersangka untuk mencetak uang lebih banyak, namun tersangka beralasan tinta habis. Untuk itu dia harus beli tinta Rp 280 juta. Polisi pun tambah curiga. Saat itu juga, pelaku diamankan. Mereka tak menyangka bertransaksi dengan polisi. Para pelaku pun pasrah dibawa ke Mapolres Sleman.
Polisi mengamankan barang bukti mesin print yang sudah dimodifikasi, uang, mobil tinta, kertas putih, handphone dan penggaris. Kepada petugas, tersangka mengaku mendapat ide penggandaan uang tersebut dari melihat di youtube. Menurutnya, ide itu muncul secara bersama-sama saat nongkrong, kemudian mereka sepakat memodifikasi mesin print.

“Alat pencetak uang itu hanya mesin print biasa yang telah dimodifikasi dibungkus pakai besi baja. Jadi seolah-olah mesin asli,” jelasnya.
Dari pengakuannya, belum ada masyarakat yang menjadi korban, tapi petugas masih mendalami pengakuan tersangka. Atas perbuatannya para tersangka dijerat Pasal 378 KUHP dengan ancaman 4 tahun penjara.(Shn)

Read previous post:
Mucikari Online Tawarkan Gadis 16 Tahun

Close