TAMBAHAN KASUS MAYORITAS TANPA GEJALA-Dalam Sehari, 14 Pasien Corona Sembuh

YOGYA (MERAPI)-Kasus positif corona di Yogya dilaporkan bertambah 12 pasien, Selasa (4/8) dari 455 sampel yang diperiksa pada 394 orang. Di sisi lain, angka kesmebuhan juga cukup tinggi, yakni mencapai 14 orang.
Saat ini total kasus positif Covid-19 di Yogyakarta sebanyak 784 kasus, 448 orang dinyatakan sembuh dan 21 orang meninggal. Jumlah suspek hingga saat ini sebanyak 10.914 orang.
Juru bicara Pemda DIY untuk penanganan Covid-19, Berty Murtiningsih mengatakan, pasien baru merupakan kasus 778 hingga 789 tersebar di tiga Kabupaten dan 1 Kota di DI Yogyakarta.
“Distribusi kasus dari Kota Yogyakarta 3 kasus, Kabupaten Kulonprogo 3 kasus, Kabupaten Gunungkidul 3 kasus, dan Kabupaten Sleman 3 kasus,” ungkapnya.
Dijelaskan, warga Gunungkidul meliputi Kasus 778, 779 dan 780. Warga Kulonprogo meliputi kasus 781, 782 dan 789. Kemudian warga Kota Yogyakarta meliputi kasus 783, 784, dan 785. Sedangkan warga Sleman meliputi kasus 786, 787, dan 788.

“Adapun riwayat kasus terdiri dari satu kasus screening karyawan kesehatan, satu kasus perjalanan luar daerah, dan 10 kasus dari tracing kasus sebelumnya,” imbuhnya.
Selain itu, kata dia, dilaporkan 14 kasus sembuh dari Covid-19, terdiri dari 11 orang warga Bantul, satu orang warga Kulonprogo, dan dua orang warga Sleman.
Juru Bicara Tim Percepatan Penanganan Covid-19 Kulonprogo, drg Theodola Baning Rahajujati juga membenarkan pasien positif Covid-19 di Kulonprogo bertambah empat orang, Selasa (4/8). Selain itu, ada pula satu pasien yang dinyatakan sembuh. Dengan demikian, saat ini ada 14 pasien positif Covid-19 Kulonprogo yang masih dirawat intensif di rumah sakit.
Theodola Baning Rahajujati menyampaikan, tambahan pasien positif di wilayahnya yakni KP-35, KP-36, KP-37 dan KP-38. Dua di antaranya warga Wates, kemudian satu warga Panjatan dan satu lainnya warga Galur.

drg Baning menguraikan, KP-35 merupakan perempuan berusia 35 tahun warga Wates yang kini diisolasi di RS Bhayangkara. Kemudian KP-36 juga merupakan warga Wates, perempuan berusia 49 tahun dan kini dirawat di RS Bhayangkara. Keduanya adalah Orang Tanpa Gejala (OTG).
“KP-35 dan KP-36 tertular Covid-19 setelah kontak dengan KP-32, laki-laki berusia 24 tahun warga Wates,” katanya.
Sedangkan KP-37, merupakan laki-laki berusia 39 tahun warga Panjatan. Pria OTG ini memiliki riwayat perjalanan dari Papua dan kini diisolasi di RSUD NAS. Sementara KP-38, merupakan perempuan warga Galur yang ber-KTP Bantul namun domisili di Kulonprogo. Ia saat ini diisolasi di Shelter Bantul.

Selain adanya penambahan empat pasien positif, Tim Gugus Tugas juga mencatat adanya kesembuhan satu pasien. Pasien yang sembuh yakni KP-30, laki-laki berusia 19 tahun warga Pengasih. KP-30 sebelumnya diisolasi di RS Bhayangkara.
Sementara itu jumlah kasus konfirmasi positif Covid-19 di Kota Yogyakarta mengalami peningkatan cukup signifikan selama seminggu terakhir. Kasus positif Covid-19 yang ditemukan di Kota Yogyakarta didominasi tanpa gejala. Masyarakat di wilayah diminta ikut memantau keberadaan orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 tanpa gejala itu.
“Sebanyak 80 persen kasus positif Covid-19 di Kota Yogya adalah orang tanpa gejala. Makanya dari kasus yang ada 19 orang di antaranya isolasi mandiri karena orang tanpa gejala,” kata Ketua Harian Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi, Selasa (4/8).
Pemkot Yogyakarta mencatat per Selasa (4/8) pukul 12.00 WIB ada 23 orang konfirm positif Covid-19, 42 sembuh dan 3 meninggal. Sedangkan kasus probable atau suspek Covid-19 ada 14 orang. Sebelumnya kasus positif Covid-19 di Kota Yogya sempat turun di angka 3 karena tidak ada tambahan kasus baru.

“Makanya kami meminta teman-teman di wilayah untuk memonitor mereka yang status orang tanpa gejala tapi positif Covid-19. Mereka melakukan isolasi mandiri,” imbuhnya.
Kasus konfirmasi positif Covid-19 di Kota Yogyakarta dua di antaranya adalah tenaga teknis di organisasi perangkat kerja (OPD) Pemkot Yogyakarta. Satu tenaga teknis di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta yang memilik gejela batuk dan sesak nafas. Sedangkan satu tenaga teknis di Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian (Diskominfosan) yang tidak memiliki gejala.
“Kami sudah rapat koordinasi dengan gugus tugas dan OPD-OPD terkait perkembangan kasus Covid-19 di Yogya. Kami meminta kewaspadaan mereka karena kasusnya kebanyakan tanpa gejala,” terang Heroe yang juga Wakil Walikota Yogyakarta itu.

Pihaknya sudah meminta Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta untuk menelusuri asal mula penyebaran kasus Covid-19 yang ditemukan di Kota Yogyakarta. Mengingat ada sebagian kasus yang belum ditemukan asal penyebarannya karena tidak memiliki riwayat perjalanan ke luar DIY. Misalnya seperti kasus positif Covid-19 pada tenaga teknis di DLH Kota Yogyakarta.
“Ada yang tidak tahu kontal awalnya. Itu yang sedang kami telusuri karena sebaran semakin harus kami cermati. Karena kita sudah terbuka banyak orang datang ke Yogya. Apakah ada interaksi dengan mereka. Makanya kami minta Dinas Kesehatan menelusuri kasus Covid-19 yang belum diketahui asal penularan awalnya. Ini untuk kami mengambil kebijakan,” terangnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Merapi, kasus positif Covid-19 pada tenaga teknis Diskominfosan Kota Yogyakarta ditemukan karena hasil tracing atau penelusuran kasus Covid-19 di Kota Yogyakarta. Tenaga teknis itu bertugas meliput pada sebuah kegiatan yang dihadiri dua orang yang setelah dites diketahui positif Covid-19.(C-4/Unt/Tri).

Read previous post:
Menggigit Pacar

Close