Positif Covid-19 di Lingkungan Pemkot Yogya Bertambah

UMBULHARJO (MERAPI)- Kasus positif Covid-19 kembali ditemukan di lingkungan kerja Pemkot Yogyakarta. Kali ini satu orang tenaga teknis non PNS di Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian (Diskominfosan) Kota Yogyakarta yang dinyatakan positif Covid-19.
“Kemarin kami sampaikan satu tenaga teknis kena Covid-19. Hari ini tenaga teknis kami ada yang kena lagi di Diskominfosan,” kata Ketua Harian Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi, Senin (3/8).
Dia menyatakan tenaga teknis Diskominfosan yang positif itu sudah melakukan isolasi. Sejumlah pegawai dan tenaga teknis lain yang berada dalam satu ruang satu bidang juga melakukan isolasi setelah diketahui ada kasus positif Covid-19. Penelusuran juga dilakukan untuk mencari asal mula tenaga teknis itu terpapar virus Corona.

“Semua pegawai dalam satu ruang satu bidang diisolasi dan hari ini dilakukan swab tes. Kami juga menelusuri penyebab dia terpapar,” ujarnya.
Dia menegaskan atas kasus Covid-19 tenaga teknis itu Pemkot Yogyakarta membloking agar tidak menyebar. Caranya seluruh pegawai dalam satu ruang satu bidang melakukan isolasi mandiri dan swab tes untuk mendeteksi cepat potensi terpapar Covid-19.
“Tapi yang penting adalah dari mana dia mendapatkan paparan Covid-19 untuk menelusuri kedalamannya,” imbuh Heroe.
Sebelumnya kasus positif Covid-19 juga ditemukan pada seorang tenaga teknis di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta. Tindakan isolasi dan tes usap juga dilakukan untuk mencegah kasus Covid-19 menyebar. Untuk mengantisipasinya, Pemkot Yogyakarta akan melakukan tes usap kepada petugas dan tenaga teknis lapangan yang banyak berinteraksi dengan masyarakat.

“Kami sekarang secara umum masih kerja seperti biasa. Strategi kami sejak awal sudah merencanakan melakukan tes swab kepada petugas lapangan seperti Jogoboro, Satpol PP, Dishub dan tenaga teknis yang kerja di luar. Itu jadi prioritas kami untuk melihat sebarannya. Kalau kontak erat kami swab langsung dan yang tidak erat dirapid,” jelasnya.
Pemkot Yogyakarta mencatat per Minggu (2/8) pukul 12.00 WIB ada 20 kasus positif Covid-19 yang dirawat, 41 sembuh dan 3 meninggal. Sedangkan kasus probable atau suspek Covid-19 ada 12 orang. Menurutnya klaster tenaga kesehatan menjadi pemicu bertambahnya kasus positif Covid-19 di Kota Yogyakarta.
“Seluruh tenaga kesehatan di kota zero kasus Covid. Tapi ternyata tenaga kesehatan di kabuapten Bantul, Sleman dan Gunungkidul yang positif Covid-19 sebagian adalah warga Kota Yogya. Makanya kami akan merapatkan untuk mensikapi perkembangan Covid-19 ini,” terang Heroe,

Sementara itu Kepala Diskominfosan Kota Yogyakarta, Tri Hastono menambahkan, seorang tenaga teknis yang positif Covid-19 sudah melakukan isolasi mandiri. Seluruh pegawai dan tenaga teknis pada Senin (3/8) sudah dilakukan swab tes. “Ketahuan awal reaktif tanggal 25 Juli dan langsung isolasi. Tenaga teknis kami yang positif tidak ada gejala sehingga isolasi mandiri. Selama ini tenaga teknis ini bekerja meliput kegiatan pemkot,” tandas Tri Hastono.
Sementara itu Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, menutup sementara operasional Puskesmas Depok 1 menyusul adanya 10 tenaga kesehatannya yang dinyatakan positif terinfeksi Covid-19.

“Penutupan sementara ini kami lakukan mulai 1 hingga 4 Agustus, dan akan kembali melakukan pelayanan masyarakat pada Rabu 5 Agustus 2020,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman Joko Hastaryo di Sleman, Senin.
Menurut dia, sebelumnya pada akhir Juli baru terdeteksi satu tenaga medis yang terkonfirmasi positif Covid-19, namun pada awal Agustus terdapat perkembangan di mana ada sembilan orang tenaga medis yang tertular.
“Sehingga total tenaga medis yang positif Covid-19 ada 10 orang. Dari situ kami kemudian mengambil kebijakan untuk menutup sementara operasional Puskesmas Depok 1 selama empat hari,” katanya.
Ia mengatakan, penutupan operasional tersebut untuk dilakukan sterilisasi semua ruangan dan barang-barang yang ada di Puskesmas Depok 1.
“Pelayanan dibuka kembali pada Rabu 4 Agustus dengan layanan khusus untuk poli umum dan layanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) yang mendesak,” katanya.
Ia mengatakan, untuk pelayanan poli gigi sementara masih dalam masa pandemi COVID-19 ditiadakan. “Sedangkan layanan konseling dilayani sesuai dengan perjanjian,” katanya.(Tri)

Read previous post:
Diduga Dibuang Usai Dilahirkan, Mayat Bayi Ditemukan Tertimbun Sampah

Close