Andai Bayi Bisa Ngomong

 

 

 

ATAS dasar alasan apapun, menelantarkan anak atau bayi, apalagi membuangnya, melanggar hukum. Begitu bayi dilahirkan dari rahim sang ibu, ia telah memiliki hak untuk hidup dan dipelihara. Siapapun yang menelantarkannya, harus dihukum. Andai bayi yang dibuang itu bisa bicara, tentu akan memprotes tindakan orangtuanya yang tidak bertanggung jawab.


Kasus pembuangan bayi laki-laki di depan rumah Setiyo Sudarminto (68) warga Dusun Berjo Kulon Sidoluhur Godean Sleman Rabu pekan lalu, menggegerkan warga setempat. Pelaku pembuangan bayi terekam kamera CCTV di sekitar rumah itu. Prosesnya pun terekam jelas, yakni pelaku yang menggunakan mobil warna putih turun sambil membawa kardus berisi bayi dan meletakkannya di depan rumah Setiyo. Anehnya, pelaku menyelipkan wasiat berisi permintaan agar penemu bayi merawatnya dengan penuh kasih sayang sebagaimana orangtua menyayanginya.


Kalau memang orang tua menyayangi bayinya, mengapa membuangnya ? Jelas, tindakan membuang bayi, meski di tempat yang relatif aman, memperlihatkan bahwa orang tua tidak sayang kepada bayinya. Bila orang tua sayang tentu akan merawatnya dengan baik.


Orang tua demikian dapat digolongkan sebagai orang yang tak mau bertanggung jawab dan mau enaknya sendiri. Melihat ciri-ciri pelaku sebagaimana terekam CCTV, pembuangan bayi tersebut tidak bermotif ekonomi. Pelaku terlihat naik mobil, sehingga secara ekonomi mungkin tergolong mampu. Mereka juga tak ingin diketahui identitasnya, termasuk tak mau diketahui sebagai orangtua bayi tersebut.

Belakangan polisi berhasil menangkap pelaku.
Berdasar UU Perlindungan Anak, tindakan menyembunyikan asal usul orangtua anak adalah tindak kejahatan. Sebab, anak tetap memiliki hak keperdataan terhadap orangtua kandungnya, termasuk hak mewaris.


Kembali pada kasus di atas, mengapa ada orang tua tega membuang anaknya sendiri. Meski orang tua membuang bukan bermaksud agar anak meninggal, tetap saja dapat dituntut pidana. Dalam beberapa kasus pembuangan anak, modusnya beragam. Ada yang membuang anak dalam keadaan hidup di tepi jalan, ada pula yang meletakkan di depan rumah, seperti kasus di atas, tapi ada pula yang membuangnya di hutan yang sepi. Untuk modus yang disebut terakhir ini lebih jahat karena berisiko anak meninggal. (Hudono)

Read previous post:
MERAPI-ZAINURI ARIFIN Letkol Inf Arif Wicaksana disambut jajar kehormatan oleh prajurit saat memasuki gerbang Kodim Sleman
DISAMBUT JAJAR KEHORMATAN DAN PENGALUNGAN BUNGA Letkol Inf Arif Wicaksana Dandim Sleman

Close