Positif Corona Tambah 19, Didominasi Warga Sleman

YOGYA (MERAPI)-Pemda DIY melaporkan adanya penambahan 19 kasus positif Covid-19, Minggu (2/8) dari 434 sampel diperiksa pada 406 orang sehingga total kasus positif menjadi 760 kasus, 421 orang dinyatakan sembuh dan 21 orang meninggal. Dari jumlah itu, didominasi oleh pasien asal Sleman dengan jumlah 13 orang.
Juru bicara Pemda DIY untuk penanganan Covid-19, Berty Murtiningsih mengatakan sampel diperiksa pada dua laboratorium. “BBTKPKL dan RSUP Sardjito. Tambahan pasien yakni Kasus 747 sampai dengan kasus 765,” ungkapnya.
Ditambahkan, persebaran kasus positif Covid-19 berdasarkan domisili masih didominasi oleh Kabupaten Sleman sebanyak 13 kasus, disusul Kota Yogyakarta 4 kasus, Kabupaten Bantul 1 kasus dan Kabupaten Kulonprogo 1 kasus.
Adapun distribusi kasus berdasarkan riwayat meliputi screening karyawan kesehatan 3 kasus, kontak tracing dengan kasus positif 3 kasus, tracing karyawan koperasi di Sleman 4 kasus, riwayat perjalanan 1 kasus dan belum ada keterangan 8 kasus.

“Selanjutnya kasus masih dalam tracing Dinkes Kabupaten/Kota,” imbuhnya.
Selain itu, ujar Berty, dilaporkan 11 orang dinyatakan sembuh sehingga total kasus sembuh menjadi sebanyak 421 kasus, terdiri dari Kota Yogyakarta 1 kasus, Kabupaten Bantul 3 kasus, Kabupaten Gunungkidul 6 kasus dan Kabupaten Sleman 1 kasus.
Sementara itu, pasien positif Covid-19 di Kulonprogo bertambah empat orang dalam empat hari terakhir, Kamis-Minggu (30/7-2/8). Kendati demikian, wilayah paling barat di DIY ini juga mencatat kesembuhan tiga pasien Covid-19.
Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kulonprogo, drg Theodola Baning Rahajujati menyampaikan, akumulasi kasus positif Covid-19 di Kulonprogo sebanyak 34. Dari sekian itu, 23 di antaranya sudah sembuh, kemudian 11 lainnya masih dirawat intensif di rumah sakit.
drg Baning menguraikan, pada Kamis (30/7), ada penambahan satu pasien positif yakni KP-31, laki-laki warga Pengasih yang memiliki riwayat perjalanan ke Bekasi. Pekerja di Bekasi ini pulang ke Kulonprogo dan mengalami gejala Covid-19 ringan yakni demam, batuk dan pilek. KP-31 menjalani rapid test mandiri dengan hasil reaktif, kemudian dilanjutkan tes swab dan positif Covid-19 sehingga langsung diisolasi di RSUD Wates.

“Di hari yang sama, ada tiga pasien yang sembuh bisa pulang dari rumah sakit yakni KP-22 dan KP-24 dari Lendah serta KP-27 dari Wates. Mereka sudah dua kali negatif swab,” kata drg Baning, Minggu (2/8).
Kemudian pada Sabtu (1/8), ada dua penambahan pasien positif Covid-19 yakni KP-32 laki-laki berusia 24 tahun warga Wates. Belum diketahui pasti sumber penularan pasien tanpa gejala ini. Tim gugus tugas masih melakukan pelacakan, baik sumber penularan maupun kontak eratnya. Selain KP-32, ada tambahan pasien positif Covid-19 lagi yakni KP-33 perempuan berusia 45 tahun yang berdomisili di Pengasih namun alamat KTPnya Temon. KP-33 memiliki riwayat perjalanan dari Jakarta dengan status tanpa gejala dan kini dirawat intensif di RSUD Wates.

Pada Minggu (2/8), pasien positif Covid-19 Kulonprogo kembali bertambah satu orang. Pasien ini merupakan KP-34, laki-laki berusia 27 tahun, warga Lendah dan memiliki riwayat perjalanan dari Kalimantan. KP-34 kini dirawat di RSUD NAS.
“Jumlah akumulasi PDP di Kulonprogo sebanyak 115 orang, sementara ODP 1.900, 10 di antaranya masih dalam pemantauan,” ucap drg Baning.(C-4/Unt)

Read previous post:
Kasus Terus Naik, KLB Corona di Sukoharjo Resmi Diperpanjang 31 Agustus

SUKOHARJO (MERAPI)- Pemkab Sukoharjo resmi memperpanjang status Kejadian Luar Biasa (KLB) virus corona hingga 31 Agustus. Perpanjangan disebabkan karena semakin

Close