Melonjak Tajam, Positif Corona di Yogya Tambah 64

YOGYA (MERAPI)-Penambahan kasus positif corona di Yogya melonjak tajam pada Jumat (31/7). Tercatat ada penambahan 64 kasus positif Covid-19 dari 1.085 sampel yang diperiksa pada 760 orang. Jumlah ini merupakan rekor tertinggi penambahan kasus harian di Yogya selama pandemi corona.
Dengan penambahan itu sehingga total kasus positif Covid-19 di Yogyakarta sebanyak 674 kasus, 399 orang dinyatakan sembuh dan 20 orang meninggal.
Juru bicara Pemda DIY untuk penanganan Covid-19, Berty Murtiningsih mengatakan, sebaran kasus positif berdasarkan wilayahnya yakni Kota Yogya sebanyak 9 kasus, Kabupaten Bantul sebanyak 23 kasus, Kabupaten Gunungkidul sebanyak 4 kasus dan Kabupaten Sleman sebanyak 28 kasus.
“Penambahan pasien yakni kasus 616 sampai dengan kasus 679. Hanya Kabupaten Kulonprogo tidak ada penambahan kasus positif Covid-19,” ungkapnya.

Adapun riwayat kasus positif Covid-19 meliputi screening karyawan kesehatan sebanyak 26 kasus, kontak tracing dengan kasus positif sebanyak 9 kasus, perjalanan luar daerah 3 kasus, screening pasien pra operasi 1 kasus, screening karyawan 1 kasus dan belum ada keterangan sebanyak 24 kasus.
Di sisi lain dilaporkan 17 orang sembuh dari Covid-19, terdiri dari 8 orang warga Bantul, 5 orang warga Gunungkidul, dan 4 orang warga Sleman sehingga total kasus sembuh menjadi sebanyak 399 orang.
“Dilaporkan satu orang positif Covid-19 meninggal, yakni kasus 674, laki-laki 87 tahun warga Gunungkidul dengan penyakit penyerta stroke,” imbuh Berty. Selain itu juga dilaporkan satu PDP meninggal dalam proses laboratorium, yakni seorang laki-laki usia 38 tahun warga Kota Yogyakarta.
Hingga kini Berty menyebut jumlah PDP sebanyak 2.453 orang, 215 orang di antaranya masih dalam perawatan. Kemudian jumlah ODP sebanyak 8.351 orang. Hasil laboratorium menunjukkan negatif sebanyak 1.622 orang, 157 orang masih dalam proses laboratorium dan meninggal 27 orang.

Sementara itu satu orang tenaga teknis di instansi lingkup Pemkot Yogyakarta dinyatakan positif Covid-19. Kini penelusuran terus dilakukan untuk mencari asal penularan Covid-19 pada tenaga teknis itu. Termasuk menelusuri orang-orang yang pernah kontak dengan tenaga teknis tersebut untuk mencegah persebaran potensi Covid-19, meluas.
“Ada satu tenaga teknis di lingkup Pemkot Yogya yang positif. Ketahuan positif dari tes swab mandiri. Tidak ada riwayat perjalan ke luar daerah. Dia merasa ada gejala sesak nafas dan batuk lalu swab mandiri,” kata Ketua Harian Gusus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi, Jumat (31/7).
Heroe menyebut beberapa kali tenaga teknis itu tidak mengikuti acara kantor karena kondisi gejala yang dialami. Setelah hasil tes usap dahak keluar lalu isolasi dan dirawat di rumah sakit. Kemudian dilakukan penelusuran terhadap orang-orang yang pernah kontak dengan tenaga teknis itu. Status tenaga teknis itu adalah warga Kota Yogya.

“Enam orang yang berada dalam satu ruang kerja dengan tenaga teknis sudah isolasi mandiri. Tenaga teknis juga kontak dengan lima orang di luar lingkup pemkot. Keluarganya juga ditracing,” terangnya.
Menurutnya dengan adanya tenaga teknis di lingkup Pemkot Yogyakarta yang positif belum dapat disimpulkan adanya klaster perkantoran di pemkot. Mengingat saat ini belum diketahui asal muasal penularan Covid-19 pada tenaga teknis itu karena tidak memiliki riwayat perjalanan dari luar DIY.
“Kami masih tracing dari mana dia dapat (penularan). Sampai sekarang kami masih blocking supaya tidak ada sebaran di mana-mana,” ujar Heroe.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta Tri Mardaya menambahkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan dinas terkait isolasi mandiri 6 orang dalam satu ruangan dengan tenaga teknis yang positif. Termasuk melakukan penyemprotan disinfektan di ruang kerja tenaga teknis yang positif tersebut.

“Enam orang yang dalam satu ruangan akan kami rapid test pada Selasa besok. Kami tunggu waktu yang tepat sesuai perhitungan karena jika terlalu cepat, hasil rapid test tidak ekfektif,” papar Tri Mardaya.
Dia menuturkan penelusuran di luar kantor, tenaga teknis pernah kontak sekitar 15 menit dengan 5 orang di beberapa wilayah yakni di Tegalrejo, Bausasran, Giwangan dan Kotagede. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan tiap puskemas di wilayah itu untuk melakukan penelusuran.
“Kami baru mencari induk penularannya dari mana. Selama ini tenaga teknis itu tidak keluar DIY seperti ke daerah-daerah zona merah. Kalau ketemu langsung akan kami tes swab,” tandasnya.(C-4/Tri)

Read previous post:
Bila Maling Kepergok

Close