Pembuang Bayi di Godean Mahasiswa Kedokteran

GODEAN (MERAPI)- Dalam waktu singkat, pelaku pembuangan bayi sehat di Dusun Berjo Kulon, Sidoluhur, Godean, Sleman tertangkap, Kamis (30/7) sekitar pukul 10.00 WIB. Pelaku merupakan seorang mahasiswa kedokteran sebuah kampus swasta di Yogya. Mereka mengaku nekat membuang bayi lantaran takut ketahuan orangtua usai hamil di luar nikah.
Penangkapan dilakukan oleh anggota Polsek Godean dan Polres Sleman.
Menurut keterangan, dua orang yang diamankan di antaranya laki-laki K (21) warga asal Palembang dan perempuan A (20) warga Jember Jawa Timur. Keduanya berhasil diamankan di kos daerah Kasihan Bantul, beserta mobil yang digunakan untuk membuang bayi.

Dari informasi yang dihimpun di lapangan, K merupakan seorang mahasiswa kedokteran di salah satu perguruan tinggi swasta di Yogyakarta. Sedangkan A, adalah remaja putri yang baru akan masuk ke perguruan tinggi.
Kasat Reskrim Polres Sleman AKP Deni Irwansyah SIK kepada wartawan, Jumat (31/7) mengatakan, pihaknya masih terus melakukan pemeriksaan terhadap dua orang yang diamankan itu. Menurutnya, sampai saat ini penyidik belum menetapkan tersangka atas perkara ini.
“Penyidik masih melakukan pemeriksaan terhadap keduanya. Dua orang yang diamankan statusnya masih sebatas saksi,” ucap AKP Deni, kemarin.
Dijelaskan Deni, keduanya mengaku nekat membuang bayi laki-laki yang dilahirkan karena takut ketahuan orangtuanya. Pasalnya mereka belum menikah namun sudah memiliki seorang anak.
“Masih kita lakukan pemeriksaan, karena baru dilakukan penangkapan. Kita belum bisa jelaskan lebih jauh, kita masih akan periksa saksi-saksi lainnya,” katanya.

Diungkapkan AKP Deni, penangkapan terduga pelaku bermula dari adanya penemuan bayi laki-laki di depan rumah Setiyo Sudarminto (68) warga Dusun Berjo Kulon, Sidoluhur, Godean, Rabu (29/7) sekitar pukul 07.15 WIB. Polisi kemudian memeriksa rekaman kamera CCTV di rumah saksi dan terekam jelas aksi pelaku.
Dalam rekaman kamera CCTV itu, terlihat K turun dari mobil warna putih dan meletakkan kardus di kursi teras rumah yang berisi bayi. Hasilnya tidak butuh waktu lama buat petugas untuk menangkap kedua orang yang diduga sebagai orangtua bayi tersebut. Keduanya ditangkap di rumah kos A yang berada di daerah Kasihan Bantul, dan langsung dibawa ke Polsek Godean.
“Perkara ini saat ini dilimpahkan ke Polres Sleman untuk penanganannya,” jelasnya.

Kapolsek Godean Kompol Paino menambahkan, saat ini bayi sudah diserahkan dari Puskesmas Godean I ke pihak keluarga. Penyerahan disaksikan Unit PPA Polres Sleman, Kapolsek Godean dan Camat Godean.
“Bayi sudah diserahkan ke ibu kandungnya, kemudian diserahkan ke keluarganya,” ujar Kompol Paino. Atas perbuatannya pelaku terancam dijerat Pasal 76 Jo 77B UURI No 17 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UURI No 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak, Jo Pasal 308 Sub Pasal 304 Sub Pasal 305 KUHP dengan ancaman 5 Tahun penjara.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, bayi laki-laki yang diperkirakan baru berusia kurang dari 24 jam, ditemukan berada dalam kardus di teras rumah Setiyo Sudarminto. Bayi itu ditemukan Rabu (29/7) sekitar pukul 07.15 WIB.
Ada sebuah pesan yang tertulis di salah satu bagian kardus. Pesan ini diduga ditulis oleh orangtua bayi tersebut yang berbunyi: Izinkan saya menitipkan anak saya. Mohon sayangi dia sebagaimana saya menyayanginya, tolong besarkan dia sebagaimana saya ingin membesarkannya. Berikanlah ia yang terbaik. (Shn)

Read previous post:
Pria Stres Tikam Tetangga Sampai Tewas

Close