POLDA DIY RESMIKAN SIM MASUK DESA-Tak Perlu ke Polres, Urus SIM Cukup di Balai Desa

PAKEM (MERAPI)-Ditlantas Polda DIY membuat terobosan baru dalam pelayanan pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) dengan melaunching program SIM masuk desa (SIMMADE). Dengan inovasi ini, masyarakat lebih mudah dalam membuat atau memperpanjang SIM C maupun memperpajang SIM A, karena cukup datang ke balai desa yang ditetapkan. Langkah ini sebagai upaya menghindari kerumunan warga dan mencegah penularan corona saat mengurus SIM di polres.
Peluncuran SIMMADE dilakukan oleh Kapolda DIY Irjen Pol Asep Suhendar didampingi Wakapolda Brigjend Pol Slamet Santoso, Dirlantas Polda DIY Kombes Pol I Made Agus Prasetyo dan Kapolres Sleman AKBP Anton Firmanto di Balai Desa Candibinangun, Pakem, Sleman, Selasa (28/7).
Dirlantas Polda DIY Kombes Pol I Made Agus Prasetyo menjelaskan, ide program ini berawal dari permintaan masyarakat untuk pembuatan SIM baru yang tetap tinggi meski di masa pandemi. Untuk menghindari kerumunan saat mengurus SIM, Polda DIY pun menciptakan terobosan ini.
“Tidak boleh ada kerumunan massa. Sehingga inovasi ini dapat mengurangi kerumuanan di Polres sekaligus mencegah penyebaran Covid-19. Karena petugas yang jemput bola,” ucap Made.

Menurutnya, program SIMMNADE yang diluncurkan serentak di Polda DIY ini sebangai bentuk dukungan kepada pemerintah dalam mencegah penyebaran corona. Untuk sementara, program ini digelar di Sleman, Bantul, Gunungkidul dan Kulonprogo.
Made menjelaskan, program SIMMADE dibagi dalam beberapa zona di setiap Polres dengan pelayanan di setiap zona dibagi setiap satu bulan sekali. “Hanya saja untuk pelayanan SIM baru, masih sebatas di Polres Sleman dan Kulonprogo,” jelasnya.
Alasannya, kata Made, kedua polres itu sudah memiliki bus dengan peralatan Audio Visual Intergated Syatem (AVIS) untuk ujian teori SIM, sedang dua polres lainnya masih manual. “Polres Bantul dan Gunungkidul pencetakan SIM tetap di Polres,” ujarnya.

Untuk Polres Sleman dibagi 4 zona yakni zona Utara di Balai Desa Candibinangun, Pakem, zona Timur di Balai Desa Purwomartani Kalasan, zona barat di Balai Desa Sidomoyo Godean dan zona tengah di Balai Desa Maguwoharjo Depok.
Sedangkan Polres Kulonprogo, zona Selatan di Kelurahan Bugel Panjatan, zona tengah di Stadion Cangkring, Wates, zona Timur di Balai Kelurahan Sentolo dan zona utara di Embung Krapyak Kalibawang.
Sedang di Gunungkidul zona Timur lokasi di Balai Kelurahan Wiladeg Karangmojo, zona utara Balai Kelurahan Nglipar, zona Selatan Kantor Kecamatan Tanjungsari dan zona barat Balai Kelurahan Gading, Playen.
Kapolda DIY Irjen Asep Suhendar menambahkan, melalui program SIMMADE dalam pelayanan pembuatan SIM akan lebih mudah, cepat, efisien dan terjangkau serta mengutamakan keselamatan masyarakat di masa pandemi corona.

“Melalui program pelayanan SIMMADE, masyarakat juga dapat melakukan adaptasi di era baru. Karena tidak perlu hadir ke Polres,” pungkasnya.
Peluncuran program SIMMADE juga dilakukan di Kulonprogo dipimpin Kapolres Kulonprogo, AKBP Tartono di Kantor Kalurahan Bugel, Kapanewon Panjatan, Selasa (28/7). SIMMADE yang diluncurkan merupakan titik pertama di Kulonprogo dan akan ditambah dengan sejumlah titik di lokasi strategis lainnya.
Saat menyampaikan sambutannya, AKBP Tartono mengatakan, SIMMADE merupakan program kerjasama Direktorat Lalu Lintas Polda DIY dengan Polres Kulonprogo. Pelaksanaannya, didasarkan pada Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2019 Tentang Penyelenggaran Registrasi Identifikasi Kendaraan Bermotor dan Pengemudi, yaitu penerbitan SIM.
“Kami ingin mendekatkan pelayanan kepada masyarakat sehingga dapat memudahkan mereka dalam membuat SIM,” kata Kapolres.

Selain mendekatkan layanan kepada masyarakat, program ini juga bertujuan untuk mengurai kerumunan pemohon SIM di Satpas Polres Kulonprogo. Adanya kerumunan bertentangan dengan imbauan Pemerintah untuk menjaga jarak sebagai bentuk pencegahan penyebaran Covid-19.
“Dalam situasi pandemi ini, sesuai pencanangan dari pemerintah, seluruh daerah harus menerapkan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), di mana jaga jarak menjadi poin pokok. Dengan adanya terobosan SIMMADE, antrean pemohon layanan SIM di Polres akan berkurang karena terpecah di titik layanan lain yang sudah ditentukan,” urainya.
Disebutkan Kapolres, SIMMADE juga akan dibuka di titik lain yakni Kawasan Stadion Cangkring, Area Embung Krapyak Kalibawang dan Kompleks Balai Kalurahan Sentolo. Pemilihan lokasi SIMMADE ini lantaran titik-titik tersebut dinilai strategis untuk dijangkau masyarakat.

“SIMMADE di Balai Kalurahan Bugel akan melayani pembuatan SIM bagi masyarakat di Kapanewon Panjatan, Galur dan Lendah. Kemudian Stadion Cangkring untuk Wates, Temon, Kokap dan Pengasih. Embung Krapyak melingkupi warga di Kalibawang, Girimulyo dan Samigaluh, serta Balai Kalurahan Sentolo melayani wilayah Kapanewon Sentolo dan Nanggulan,” jelasnya.
Kasatlantas Polres Kulonprogo, AKP Didik Purwanto menambahkan, layanan SIMMADE bisa diakses oleh seluruh warga Kulonprogo. Teknis pembuatan SIM di layanan ini sama dengan yang diberlakukan di Satpas. Peserta uji SIM harus melalui dua tes yaitu tes kesehatan dan psikologi serta tes teori dan praktik sebagai persyaratan.

Peluncuran SIMMADE oleh Polres Kulonprogo disambut baik masyarakat. Salah satu peserta uji SIM, Kasminingsih (34) misalnya, mengaku senang dengan adanya program ini karena memudahkan warga yang ingin membuat SIM.
“Kami merasa diuntungkan karena lebih dekat, lebih mudah, pelayanan bagus dan prosesnya cepat, tidak sampai 30 menit selesai dan antriannya tidak banyak. Sebelumnya kami harus datang ke Polres Kulonprogo. Sementara jaraknya dari rumah jauh, kalau di sini jadi dekat,” kata warga Kalurahan Gotakan, Panjatan ini.(Shn/Unt/Pur)

Read previous post:
PMI Sleman Netral dalam Pilkada

SLEMAN (MERAPI) - Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2020 yang akan dilaksanakan pada 9 Desember, jajaran Palang Merah Indonesia

Close