POSITIF CORONA TAMBAH 15-Kasus Covid-19 Bertambah Signifikan karena Masifnya Tes Swab di Yogya

YOGYA (MERAPI)- Penambahan kasus positif corona di Yogya masih terus terjadi. Pada Senin (27/7), dilaporkan penambahan 15 kasus positif Covid-19 dari 888 sampel pada 786 orang yang diperiksa sehingga total kasus positif Covid-19 di Yogyakarta sebanyak 558 kasus, 350 orang dinyatakan sembuh dan 17 lainnya meninggal.
Juru bicara Pemda DIY untuk penanganan Covid-19, Berty Murtiningsih mengatakan, saat ini tes swab massal sudah dilakukan secara massif di Kabupaten Kota di Yogyakarta sehingga tidak mengherankan bila terjadi antrean pengecekan sampel di beberapa laboratorium.
“Solusi yang direncanakan Gugas (tugas) adalah rekrut tenaga analis, bekerja sama dengan organisasi profesi untuk membantu operasional laboratorium dan evaluasi kembali jadwal pengambilan swab massal yang dilakukan oleh masing-masing Kabupaten dan Kota,” jelasnya.
Berty juga menyebut positif rate di Yogyakarta pada dua minggu terakhir, yakni periode (12/7) hingga (24/7) sebesar 2,7 persen yang disebabkan oleh kenaikan kasus positif Covid-19 secara signifikan. Hal ini terjadi karena semakin banyak sampel yang diperiksa.

“Mengalami kenaikan dibandingkan dengan dua minggu terakhir periode lalu, sebesar 1,95 persen,” imbuhnya.
Adapun standard positif rate yang diberlakukan oleh World Health Organization (WHO) kurang dari 5 persen sehingga posisi Yogyakarta saat ini tergolong aman. Sementara itu, Kepala Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Yogyakarta, Irene menambahkan, antrean pemeriksaan sampel pasien Covid-19 berhasil diurai dengan melakukan pemeriksaan 1.000 sample setiap harinya.
“Insyaallah saat ini kita sudah hampir berhasil mengurai antrean sample karena setiap harinya kami bisa memeriksa 1.000an sample,” jelasnya.
“Yang belum keluar hasil 1.000an, yang belum diproses hanya yang masuk siang ini,” imbuhnya.
Adapun 15 kasus positif Covid-19 masih didominasi oleh riwayat perjalanan luar kota dan screening karyawan kesehatan. Terdiri dari tujuh orang warga Bantul yakni kasus 548 perempuan 45 tahun, kasus 549 laki-laki 63 tahun, kasus 550 perempuan 57 tahun, kasus 551 perempuan 50 tahun, Kasus 555 laki-laki 18 tahun, kasus 556 perempuan 76 tahun, dan kasus 557 perempuan 36 tahun.

Kedua kasus positif lainnya berasal dari Gunungkidul, terdiri dari kasus 552 perempuan 50 tahun dan kasus 553 laki-laki 23 tahun.
Enam kasus lainnya berasal dari Sleman, terdiri dari kasus 554 laki-laki 28 tahun, kasus 558 perempuan 39 tahun, kasus 559 laki-laki 55 tahun, kasus 560 laki-laki 25 tahun, kasus 561 laki-laki 56 tahun, dan kasus 562 perempuan 43 tahun.
Di sisi lain dilaporkan tiga orang warga Gunungkidul sembuh dari Covid-19, terdiri dari kasus 350 laki-laki 15 tahun, kasus 404 perempuan 54 tahun dan kasus 324 perempuan 44 tahun.
Selain itu dilaporkan seorang laki-laki berusia 53 tahun warga Sleman meninggal dunia dann masih dalam proses laboratorium.
Sementara itu sejumlah wartawan anggota Paguyuban Wartawan Kulonprogo (PWK) menjalani tes swab massal dari Pemkab setempat di Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Puskesmas Pengasih 1, Senin (27/7). Wartawan disasar pelaksanaan tes swab massal lantaran dinilai sebagai kelompok yang rentan penyebaran Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan Kulonprogo, dr Sri Budi Utami menyampaikan, tes swab massal yang digelar Pemkab menyasar tiga kelompok berisiko Covid-19. Ketiganya yakni tenaga kesehatan juga karyawan rumah sakit dan puskesmas, Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terlibat langsung dalam pelayanan publik serta kelompok dengan mobilitas tinggi seperti dewan dan wartawan.
Tes swab diikuti sedikitnya 10 wartawan dari berbagai media yang bertugas melakukan peliputan di wilayah Kulonprogo. Selain itu, ada juga sejumlah ASN, personel TNI dan kepolisian setempat.
“Melalui tes swab massal, kami ingin mengetahui seberapa besar penyebaran Covid-19 di Kulonprogo. Awak media kerap bertemu dengan banyak orang sehingga rawan tertular Covid-19,” kata dr Sri Budi, di sela kegiatan.
Nantinya, sampel yang diambil dari test tersebut akan diuji oleh Balai Besar Veteriner (BBVet) Wates. Hasilnya bisa diketahui sekitar dua hari ke depan.

Kegiatan tes swab massal yang digelar Pemkab disambut baik wartawan Kulonprogo. Widiastuti misalnya, yang mengaku senang dengan adanya tes tersebut karena bisa mengetahui kondisi kesehatannya terutama terkait Covid-19.
“Selama ini memang selalu was-was karena profesi wartawan termasuk rawan terpapar Covid-19,” ucapnya.
Wid mengaku sempat takut saat menjalani tes karena hal itu merupakan pengalaman baru baginya. Meski demikian, ia berharap agar tes tersebut menunjukkan hasil negatif.”Cukup sakit, tapi nggak apa-apa. Semoga hasilnya negatif semua,” katanya.(C-4/Unt)

Read previous post:
BURUH KHARISMA EKSPORT AKSI DI DPRD BANTUL- Minta Dewan Fasilitasi Penyelesaian Masalah

Close