Rekor di DIY, Sehari Tambah 28 Positif Corona

YOGYA (MERAPI)- Penambahan pasien corona di DIY memecahkan rekor dengan 28 kasus positif Covid-19, Selasa (21/7). Jumlah itu berasal dari 353 sampel yang diperiksa pada 229 orang. Sebagian besar kasus positif berasal dari Bantul.
Saat ini, total kasus positif Covid-19 di Yogyakarta sebanyak 465 kasus, 330 kasus dinyatakan sembuh dan 13 orang lainnya meninggal.
Juru bicara Pemda DIY untuk penanganan Covid-19, Berty Murtiningsih kepada wartawan kemarin membenarkan mayoritas kasus berasal dari Kabupaten Bantul.
“Iya. Hasil tracing dan skrining oleh Dinkes Bantul,” ungkapnya.
Berty menjelaskan prioritas saat ini dilakukan skrining kepada para tenaga medis baik di Puskesmas maupun Rumah Sakit yang ada di Yogyakarta.
“Karyawan Dinkes Bantul, di antaranya juga dari Puskesmas. Memang sudah saya sampaikan bahwa prioritas kita saat ini di antaranya screening pada para karyawan kesehatan. Termasuk seluruh Puskesmas di DIY dan RS Rujukan yang merawat Covid-19,” jelas Berty.

Dia mengatakan tujuh kasus baru merupakan hasil dari screening karyawan Dinas Kesehatan Bantul. Terdiri dari kasus 442, perempuan 40 tahun asal Sleman, kasus 458 laki-laki 43 tahun asal Bantul, kasus 459 perempuan 23 tahun asal Bantul, kasus 463 laki-laki 44 tahun asal Bantul, kasus 464 laki-laki 32 tahun asal Bantul, kasus 465 perempuan 48 tahun asal Sleman dan kasus 466 perempuan 23 tahun asal Sleman.
Sementara itu tujuh kasus memiliki riwayat tracing kontak dengan kasus 393, perempuan 42 asal Bantul. Terdiri dari kasus 443 laki-laki 12 tahun asal Bantul, kasus 444 laki-laki 47 tahun asal Bantul, kasus 445 laki-laki 71 tahun asal Bantul, kasus 449 perempuan 9 tahun asal Bantul, kasus 450 perempuan 19 tahun asal Bantul, kasus 451 laki-laki 37 tahun asal Bantul dan kasus 452 laki-laki 74 tahun asal Bantul.

Berty melanjutkan empat kasus memiliki riwayat tracing kontak dengan kasus 394, laki-laki 27 tahun asal Bantul. Terdiri dari kasus 446 laki-laki 1 tahun asal Bantul, kasus 447 laki-laki 52 tahun asal Bantul, kasus 448 perempuan 52 tahun asal Bantul serta kasus 469 laki-laki 3 tahun asal Bantul.
Sementara delapan kasus merupakan hasil screening Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) oleh Dinkes Bantul. Terdiri dari kasus 453, laki-laki 28 tahun asal Bantul, kasus 454 laki-laki 22 tahun asal Bantul, kasus 455 perempuan 45 tahun asal Bantul, kasus 456 laki-laki 47 tahun asal Bantul, kasus 457 laki-laki 26 tahun asal Bantul, kasus 460 perempuan 23 tahun asal Bantul, kasus 461 perempuan 34 tahun asal Bantul dan kasus 462 laki-laki 35 tahun asal Bantul.
“Kasus 467 laki-laki 51 tahun asal Sleman riwayat perjalanan dari Aceh dan kasus 468, laki-laki 33 tahun asal Sleman meninggal dengan riwayat dari Jakarta,” imbuh Berty.

Sementara dilaporkan tiga kasus positif Covid-19 dinyatakan sembuh, terdiri dari kasus 298 perempuan 32 tahun asal Bantul, kasus 264 laki-laki 36 tahun asal Bantul, dan kasus 346 perempuan 30 tahun asal Sleman.
Sementara itu dilaporkan jumlah PDP hingga saat ini sebanyak 2.189 orang, 142 orang di antaranya masih dalam perawatan. Jumlah ODP sebanyak 8.157 orang. Hasil laboratorium negatif sebanyak 1.551 orang, 173 orang masih dalam proses laboratorium dan 32 orang meninggal. Sebelumnya, jumlah penambahan pasien positif juga melampaui rekor dengan tambahan 16 orang pada Minggu (19/7) lalu. (C-4).

Read previous post:
6 Padukuhan Kawasan Selatan Mulai Kesulitan Air

WONOSARI (MERAPI)- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunungkidul mulai melakukan dropping air bersih ke 8 padukuhan yang awal minggu

Close