Rapid Test Pegawai Kecamatan-Kelurahan Kota Yogya, 14 Orang Reaktif

UMBULHARJO (MERAPI)- Sebanyak 14 sumber daya manusia di kecamatan dan kelurahan di Kota Yogyakarta dinyatakan reaktif rapid test Covid-19. Hal itu berdasarkan hasil rapid test terhadap 590 orang pejabat tingkat Pemkot Yogyakarta, camat, lurah serta petugas pelayanan di lingkup pemkot.
“Kondisi mereka tanpa gejala sehingga melakukan isolasi mandiri. Saat ini mereka juga sudah dilakukan swab tes,” kata Ketua Harian Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi, Jumat (17/7).
Meskipun personel yang reaktif itu tersebar di kecamatan dan kelurahan, dia mengatakan tapi tidak sampai menutup pelayanan ke masyarakat. Dia menyebut dalam satu kelurahan maupun kecamatan hanya ada satu personel yang reaktif, sehingga tidak sampai menganggu pelayanan publik. “Tidak sampai menutup, pelayanan di kecamatan dan kelurahan tetap masih berjalan,” ujarnya.

Dikatakan, Pemkot Yogyakarta melakukan rapid test kepada pejabat di tingkat Pemkot Yogya dari walikota, wakil walikota, sekda, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), camat, lurah dan petugas pelayanan pada Rabu (15/7) dan Kamis (16/7). Dia menyampaikan, rapid test dipilih untuk mendeteksi awal Covid-19 para pejabat dan petugas pelayanan di Pemkot Yogyakarta karena hasilnya bisa diketahui lebih cepat. Sedangkan tes usap dahak, sarananya terbatas.
“Untuk menuju normal baru kami harus yakin pejabat dan petugas pelayanan yang banyak melayani masyarakat langsung tidak terpapar Covid-19. Makanya kami melakukan rapid test ke mereka,” papar Heroe yang juga Wakil Walikota Yogyakarta itu.
Dia menjelaskan sejak pertengahan Maret sampai kemarin di Kota Yogyakarta ada 1.339 orang yang telah dites usap dahak. Jumlah itu terdiri dari 274 pasien dalam pengawasan, 986 petugas di puskesmas (negatif semua) dan 79 orang tanpa gejala (OTG).

Pemkot Yogyakarta mencatat per Jumat (17/7) jumlah kasus konfirmasi positif Covid-19 yang dirawat 2 orang, sembuh 38 orang, dan meninggal 2 orang. Untuk PDP ada 10 orang. Dia mengatakan, positif rate Covid-19 di Kota Yogyakarta kini di angka 3,06 persen. Pada minggu ini di Kota Yogyakarta dengan 44 kelurahan statusnya risiko rendah atau zona kuning dan satu kelurahan zona sedang atau zona orange.
“Kami masih merencanakan uji swab terhadap petugas lapangan di rumah sakit, Satpol PP, Jogoboro, PSC unit layanan darurat Pemkot Yogyakarta. Direncanakan ada tambahan uji swab 700an lagi,” terang Heroe.
Sementara itu Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta Tri Mardaya mengutarakan dari 14 orang yang reaktif di lingkup OPD Pemkot Yogyakarta itu sebagian ada yang warga Kabupaten Sleman dan Bantul.

Pelaksanaan uji usap dahak 14 orang itu dilakukan sesuai status kependudukan warga itu. “Kami sudah koordinasi dengan pemerintah kabupaten karena nantinya juga terkait untuk keperluan tracing keluarga. Saat ini tinggal nunggu hasil swab,” pungkas Tri.
Sementara itu dilaporkan penambahan 4 kasus positif Covid-19 di DIY pada Jumat (17/7) dari 352 sampel yang diperiksa pada 334 orang. satu pasien dinyatakan sembuh sehingga jumlah kasus positif Covid-19 di Yogyakarta menjadi 408 kasus dan 11 orang di antaranya meninggal.
“Terdiri dari kasus 408, laki-laki 25 tahun warga Sleman riwayat screening pasien dalam penelusuran, kasus 409 laki-laki 37 tahun asal Bantul riwayat perjalanan dari Sulawesi Selatan, kasus 410 laki-laki 29 tahun asal Sleman riwayat perjalanan dari Kutai Kartanegara dan kasus 411, laki-laki 27 tahun asal Sleman riwayat perjalanan dari Kalimantan Timur,” jelas Juru bicara Pemda DIY untuk penanganan Covid-19, Berty Murtiningsih.

Selain itu juga dilaporkan satu kasus sembuh dari Covid-19 sehingga jumlah kasus sembuh menjadi 314 kasus. “Pasien sembuh laki-laki 36 tahun asal Kulonprogo,” imbuh Berty.
Dia menyebut hingga kini jumlah PDP sebanyak 2.090 orang, 122 orang di antaranya masih dalam perawatan. Adapun jumlah ODP sebanyak 8.106 orang. Jumlah pemeriksaan laboratorium menunjukkan hasil negatif sebanyak 1.527 orang, 155 orang di antaranya masih proses laboratorium dan 27 orang lainnya meninggal.(Tri/C-4).

Read previous post:
Ojol Perempuan Rawan Pelecehan, Yuni Astuti: Lapor Saya!

Close