PSS Segera Ajukan Surat ke UPT Maguwoharjo Jadi Kandang

SLEMAN (HARIAN MERAPI) – Manajemen PSS Sleman akan segera mengajukan surat pemakaian Stadion Maguwoharjo sebagai kandang di lanjutan Liga 1 ke PT LIB dan UPT Stadion. Surat pemakaian ke PT LIB akan dikirimkan bersama form infrastruktur stadion usai pertemuan antar-manajer Jumat (17/7) mendatang.

“Kami akan mengirimkan surat permintaan ke UPT dan LIB lengkap dengan form stadion. Saya harap jika liga lanjut tidak ada jadwal yang bentrok karena saya dengar banyak yang mengajukan Maguwo sebagai kandang,” kata Direktur Operasional PT PSS, Hempri Suyatna, Rabu (15/7).

Saat ini ada dua tim yang ngebet berkandang di Stadion Maguwoharjo bila kompetisi berlanjut yaitu Persiraja Banda Aceh dan Bali United. Hempri memang baru mendapat kabar dari media tentang keinginan dua klub itu karena Kepala UPT Stadion Maguwoharjo, Sumadi, telah memberitahukan belum ada surat permintaan masuk dari dua tim tersebut. “Makanya itu bila surat sudah masuk ke UPT saya harap PT LIB memberi kabar baik soal jadwal pertandingan. Hal ini juga akan kami sampaikan besok di pertemuan,” sambung Hempri.

Pertemuan antar-manajer Jumat (17/7) siang besok akan membahas tentang regulasi yang telah dipaparkan PT LIB ke sejumlah media dalam sepekan terakhir. Pertemuan akan membahas teknis dan jadwal kompetisi lalu regulasi pemotongan gaji pemain yang tidak boleh lebih dari 50 persen, protokol kesehatan, dan janji subsidi sebelum kick off. Hempri sendiri sangat menantikan pertemuan untuk menanyakan banyak hal terkait rencana liga tersebut.

“Banyak yang harus diklarifikasi karena peraturan ini harus benar-benar jelas. Kami tidak mau ambil risiko bergerak sembarangan,” tegas Hempri.

Namun, ada yang mengganjal dari rencana PSSI dan PT LIB melanjutkan kompetisi. Pasalnya Gugus Tugas Percepatan Penanangan Covid-19 belum memberi restu kelanjutan kompetisi. Di lain sisi PT LIB sudah menggelar pertemuan antar-manajer.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo mengaku sudah mendengar permintaan dari PSSI dan PT LIB untuk menyelenggarakan lagi kompetisi sepakbola Liga 1 dan Liga 2. Namun pihaknya belum bisa memutuskan apakah layak menyelenggarakan kompetisi sepakbola di tengah situasi seperti sekarang. Gugus Tugas  memang telah memberikan izin pada sejumlah cabor melanjutkan aktivitas di luar sepakbola, basket, dan voli.

“Sepakbola berat karena pasti ada gesekan. Sekarang tidak ada yang bisa menjamin kapan pandemi ini akan berakhir. Kalau PSSI dan PT LIB tetap ingin lanjut berarti harus ada protokol kesehatan yang tegas,” kata Doni.

Protokol kesehatan yang dimaksudkan adalah kesiapan menjalankan swab tes pada seluruh ofisial dan pemain. Selain itu, setelah menjalani pertandingan perlu melakukan karantina dan tidak boleh berinteraksi dengan masyarakat. Andai tidak ada yang positif Covid-19, paling tidak pemeriksaan tidak bisa sekali. Sepanjang kegiatan berlangsung berapa hari sekali harus ada swab test. “Mereka memang bisa menggelar pertandingan tanpa penonton tapi rasanya sulit,” tegas Doni. (Des)

Read previous post:
HOME BASE LIGA 1 2020 – Persija Ajukan Peminjaman SSA

BANTUL (HARIAN MERAPI) - Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul kembali mendapat peminat dari tim Liga 1 yang akan melanjutkan kompetisi

Close