Dituduh Nyuri HP, Pemuda Dipukuli Sampai Pingsan

MLATI (MERAPI)-Gara-gara dituduh mencuri handphone di sebuah bengkel tambal ban, seorang pemuda berinisial AW (23) warga Jumeneng Kidul Sumberadi, Mlati, babak belur dihajar massa hingga pingsan di dekat Pasar Kutu Dukuh, Sinduadi, Mlati, Sleman, Selasa (14/7) siang. Pelaku tertangkap setelah dipancing korban dan akhirnya bertemu di sekitar Pasar Kutu Dukuh.
Hingga Rabu (15/7), pelaku belum bisa dimintai keterangan lantaran masih pingsan. Dia dirawat di RS Bhayangkara Yogyakarta. “Kasus pencurian itu masih dalam penyelidikan, sejumlah saksi masih kita mintai keterangan,” ujar Panit Reskrim Polsek Mlati Ipda Mukhammad Saifudin kepada wartawan kemarin.

Menurut Ipda Saifudin, peristiwa itu bermula saat pekan lalu pelaku mencuri handphone milik korban di bengkel tambal ban daerah Jombor, Mlati. Oleh pelaku, handphone tersebut dijual pada seseorang yang belum diketahui identitasnya.
Namun orang tersebut mengetahui kalau handphone yang dijual oleh pelaku adalah milik korban. Dia lantas melacak pemilik handphone dan akhirnya ditemukan. Korban dan saksi sepakat memancing pelaku. Saksi yang membeli HP curian itu kembali menghubungi pelaku dengan dalih ingin membeli HP lagi.
Pelaku pun tak curiga. Mereka akhirnya sepakat bertemu di dekat Pasar Kutu Dukuh, Sinduadi, Mlati, Sleman pada Selasa siang. Tanpa diduga pelaku, saksi datang bersama pemilik HP itu. Pelaku kaget. Korban langsung mencecar pelaku. Saat ditanya korban, pelaku tidak mengakui kalau mencuri handphone miliknya. Akhirnya keduanya terlibat cek-cok.

Warga yang berada di sekitar lokasi langsung berkumpul. Tahu ada pencuri HP tertangkap, warga langsung menghujani pelaku dengan pukulan.
Warga makin beringas memukuli pelaku hingga dia ambruk tak sadarkan diri. Polisi yang datang ke lokasi segera membubarkan aksi main hakim sendiri ini. Pelaku segera dibawa petugas PMI ke RS Bhayangkara.
“Dari pemeriksaan saksi, HP itu ditawar-tawarkan usai dicuri. Kebetulan teman korban ini mengetahui. Kemudian dipancing ketemi di sini. Saat ditanya, pelaku mengatakan handphone sudah laku tapi tidak mengaku siapa yang beli,” ujarnya.
Kendati demikian, Saifudin mengatakan pihaknya belum menetapkan tersangka dalam peristiwa itu. Alasannya belum ada pelaporan dari korban. Pihaknya juga masih menunggu kondisi pelaku sadar.
“Baru dilakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi di lokasi, terkait kronologis kejadian tersebut. Kita juga masih menunggu kondisi terduga pelaku sembuh,” katanya.

Ipda Saifudin pun mengimbau pada masyarakat untuk tidak main hakim sendiri kalau menemukan tindak pidana kejahatan. Serahkan pada kepolisian, agar penanganan dilakukan sesuai dengan prosedur yang telah ada.
“Serahkan semua pada polisi, kita akan tindak lanjuti. Jangan main hakim sendiri, karena justru bisa kena pidana,” imbaunya.(Shn)

Read previous post:
Rencana Istri Kedua

PERNIKAHAN Purbo dengan Darti akhirnya dilaksanakan, dengan acara yang sangat sederhana. Hanya kerabat dekat serta tetangga kiri kanan yang hadir,

Close