Positif Corona Tambah 8, Pasen Sembuh Tambah 9

YOGYA (MERAPI)- Dilaporkan penambahan 8 kasus positif Covid-19, Selasa (14/7) dari 363 sampel yang diperiksa pada 227 orang. Sehingga jumlah kasus positif Covid-19 di Yogyakarta sebanyak 387 kasus, 304 orang sembuh dan 10 orang meninggal.
Juru bicara Pemda DIY untuk penanganan Covid-19, Berty Murtiningsih menyebut tiga kasus dalam masih dalam penelusuran, satu kasus riwayat dari luar kota, dan empat kasus tertular dari kasus sebelumnya.
Terdiri dari Kasus 383, perempuan 36 tahun asal Bantul riwayat kontak kasus 359, laki-laki 52 tahun asal Bantul yang meninggal pada Rabu (8/7). Kemudian Kasus 384 laki-laki 42 tahun asal Sleman riwayat dari Balikpapan. Kasus 385 perempuan 47 tahun asal Kulonprogo riwayat dalam penelusuran, Kasus 386 laki-laki 39 tahun asal Bantul riwayat kontak kasus 344.
“Kasus 387, laki-laki 51 tahun asal Bantul dan kasus 388 laki-laki usia 59 asal Bantul tertular dari kasus 355, laki-laki 67 tahun dari Bantul,” ungkapnya.

Adapun Kasus 389, laki-laki 60 tahun warga Sleman dan kasus 390 laki-laki 26 tahun asal Sleman memiliki riwayat masih dalam penelusuran.
Sementara itu dilaporkan 9 orang sembuh dari Covid-19, terdiri dari Perempuan 30 tahun asal Bantul, laki-laki 49 tahun asal Bantul, laki-laki 17 tahun asal Bantul, perempuan 26 tahun asal Bantul, perempuan 51 tahun asal Bantul, perempuan 40 tahun asal Sleman, perempuan 70 tahun dari Bantul, perempuan 34 tahun asal Bantul, dan laki-laki 45 tahun asal Bantul.
Di Wates, seorang aparat negara yang bertugas di Kulonprogo menambah daftar pasien positif Covid-19 di wilayah ini setelah dinyatakan terinfeksi virus Corona. Saat ini, Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo sedang melakukan investigasi untuk mengetahui sumber penularan berikut kontak erat pasien tersebut.
Juru Bicara Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo, drg Theodola Baning Rahajujati mengatakan, aparat yang menjadi kasus positif KP-21 itu berjenis kelamin perempuan dan berusia 47 tahun. Selama ini ia tinggal di wilayah Pengasih.

“Sedang dalam investigasi untuk mencari sumber penularan dan kontak erat kasus,” kata drg Baning, Selasa (14/7).
Meski demikian, drg Baning enggan merinci profesi dari aparat tersebut. Namun ditegaskannya, KP-21 bukan bagian dari 1.500 tenaga kesehatan yang disasar tes swab massal oleh Pemkab saat ini.
“Bukan (tenaga kesehatan),” tegasnya. (c-4/Unt)

Read previous post:
JAZAD UNTUNG SURAPATI WANGI (4) – Kompeni Menggelar Sayembara untuk Menemukan Makam Untung

Tumenggung Wiranegara semakin hari semakin nampak parah saja sakitnya. Bahkan dia tidak bisa bergerak sama sekali kecuali hanya berbaring. Kemudian

Close