Kesulitan Ekonomi, Ibu Rumah Tangga Jadi Pencuri

BANTUL (MERAPI)-Kesulitan ekonomi akibat pandemi corona bisa memicu orang berbuat apa saja, termasuk mencuri. Hal inilah yang dilakukan oleh seorang ibu rumah tangga, Ny Br (64) warga Banguntapan yang tinggal Sanden. Dia nekat mencuri sejumlah uang dan perhiasan emas warga di wilayah Piyungan.
Alhasil, pelaku pun harus berurusan dengan polisi. Dia ditahan di Polsek Piyungan sejak Selasa (14/7). Dari tangan tersangka, penyidik menyita barang bukti kalung emas seberat 10 gram, sepeda motor sebagai sarana mencuri serta dua bungkus bawang putih dan dan sejumlah kemasan ikan asin.
Menurut keterangan, awalnya pada Selasa pekan lalu tersangka beraksi di rumah Ny Poniyah warga Rejosari Srimartani Piyungan. Kemudian tiga hari berselang dia kembali melakukan aksi pencurian di rumah Ny Pariyem (75) warga Rejosari Srimartani Piyungan dan menggasak 26 gram perhiasan emas.

Kapolsek Piyungan Kompol Suraji SH didampingi Ps Kanit Reskrim Iptu Wahyu TW SH mengungkapkan, tersangka beraksi dengan pura-pura menjual bawang putih dan ikan asin kemasan. Dia mencari sasaran dengan berkeliling dari rumah ke rumah. Sasarannya rumah warga yang dilihat sepi. Setelah itu kemudian mengetuk pintu. Jika tidak ada sahutan dari dalam rumah, biasanya diteruskan dengan membuka gagang pintu. Tetapi jika dari dalam rumah ada respons, dia berdalih menjual bawang serta ikan asin. “Kalau di rumah ada orang, dia pura-pura menawarkan ikan asin dan bawang merah yang sudah dibawanya,” ujar Suraji.
Dalam aksinya di rumah korban Ny Poniyah, ujar Suraji, tersangka menawarkan ikan asin dan bawang putih. Karena dari dalam rumah tidak ada respons, kemudian gagang pintu dibuka. Di dalam rumah tersebut tersangka Br menggasak tas berisi uang Rp 3.500.000,. Setelah itu pada Jumat pekan lalu tersangka kembali beraksi di rumah Ny Pariyem. “Modusnya sama, mendatangi rumah korban dan berpura-pura menawarkan ikan asin dan bawang putih. Setelah tidak ada respons dari pemilik rumah langsung masuk mengambil sejumlah perhiasan di almari,” ujar Suraji.

Para korban kemudian lapor polisi. Setelah mendapat adanya laporan kasus pencurian ini, petugas melakukan penyelidikan di lapangan dengan keterangan sejumlah orang di lokasi kejadian. Akhirnya polisi berhasil mengidentifikasi pelaku. “Pelaku kami bekuk di daerah Sanden,” jelasnya.
Dijelaskan, ketika peristiwa pencurian terjadi, rumah korban ditinggal pemiliknya ke pasar berjualan. Dia mengatakan sebelumnya tersangka juga terlibat kasus pencurian dan keluar penjara Agustus 2019 lalu.
Kepada polisi, tersangka Ny Br mengungkapkan terpaksa melakukan pencurian dan terbentur persoalan ekonomi. “Benar-benar kapok saya, tidak akan mengulangi lagi. Saya terpaksa mencuri karena sulit sekali memenuhi kebutuhan hidup,” jelasnya.(Roy)

Read previous post:
Pemda DIY Berupaya Perpanjuang Usia TPST Piyungan

Close