Cari Musuh, Pelajar SMP Keluyuran Bawa Pedang

YOGYA (MERAPI)- Diduga hendak melakukan tawuran dengan kelompok lain, dua pelajar SMP berinisial AS (16) dan ED (16) warga Kota Yogyakarta diamankan aparat Polsek Umbulharjo Yogya, akhir pekan lalu. Petugas juga mengamankan barang bukti dua bilah pedang dan sepeda motor milik pelaku.
Menurut keterangan, peristiwa itu berawal saat pelaku janjian duel dengan kelompok lain di Jalan Ring Road Selatan tepatnya di sekitar kampus Universitas Ahmad Dahlan.
Saat tiba di lokasi, AP dan ED tidak mendapati geng lain yang menjadi lawannya. Akhirnya mereka berkeliling sampai tiba di wilayah Jalan Imogiri Timur, Giwangan, Umbulharjo. Di tempat itu seorang warga mencurigai mereka.
Warga kemudian memeriksa tas yang dibawa AD dan mendapati dua bilang pedang, masing-masing sepanjang kurang lebih 80 centimeter dan 30 centimeter.

“Warga itu lalu teriak ada klitih. Warga lain yang berkumpul membuat pelaku panik, ED berhasil kabur, sementara AS masih di atas motornya,” ujar Kapolsek Umbulharjo Kompol Achmad Setyo Budiantoro kepada wartawan, Selasa (14/7).
Warga yang berada di lokasi kemudian menangkap AS dan mengamankan satu bilah pedang. Selanjutnya warga melapor ke Posek Umbulharjo. Mendapat laporan itu, petugas lantas mendatangi lokasi kejadian.
“Mereka berboncengan motor Honda Beat warna putih. Ketika diamankan oleh warga, pelaku ED lari. Lalu pagi harinya petugas mengamankan ED di rumahnya. ED juga sempat membuang pedang ke sungai untuk menghilangkan barang bukti,” ucapnya.
Dari hasil interogasi, kedua pelaku mengaku belum mengenai orang lain yang menjadi korban kenakalannya. Sehingga polisi menjerat AS dan ED dengan undang-undang darurat terkait penggunaan sajam.
Kanit Reskrim Polsek Umbulharjo Iptu Nuri Aryanto menambahkan, ED mengaku membeli seharga Rp 50 ribu untuk satu buah pedang. Pedang itu disimpan di dalam kamar dan diambil sesaat sebelum mereka berniat untuk tawuran.

“Pengakuanya untuk jaga-jaga, tapi tidak tahu untuk jaga-jaga dari apa,” ujarnya.
Kepada petugas, kedua pelaku mengaku ditantang oleh geng lain melalui media sosial. Akhirnya mereka memutuskan untuk bertemu. “Katanya baru pertama kali terlibat tantang -tantangan,” tandasnya.
Atas perbuatannya, pelaku dijerat Undang-undang darurat karena kedapatan membawa sajam. “Mereka tidak ditahan namun wajib lapor karena hukumannya sesuai undang-undang anak,” pungkasnya.(Shn)

Read previous post:
Positif Corona Tambah 8, Pasen Sembuh Tambah 9

Close