122 TERSANGKA PEKAT DITANGKAP-Polda Bongkar Bisnis Prostitusi Online Bertarif Rp 1,5 Juta

DEPOK (MERAPI)- Meski di tengah pandemi corona, praktik penyakit masyarakat (pekat) tetap menjamur di Yogya. Buktinya, Polda DIY mengungkap 86 kasus dengan 122 orang tersangka dalam Operasi Pekat Progo 2020 yang digelar dari tanggal 3-13 Juli. Salah satunya masih adanya bisnis prostitusi online.
Hal tersebut disampaikan oleh Dirreskrimum Polda DIY Kombes Pol Burkan Rudi Satria, didampingi Kabid Humas Kombes Pol Yuliyanto saat jumpa pers di Gedung Anton Soedjarwo Polda DIY, Senin (13/7) siang.
Menurut Burkan Rudi, selain mengamankan tersangka, petugas juga menyita barang bukti di antaranya 814 botol miras, 118 barang bukti hasil perjudian, 40 barang bukti prostitusi, narkoba 292 item, dan kejahatan jalanan 24 serta uang belasan juta rupiah.

Dijelaskan Kombes Burkan, Operasi Pekat Progo menyasar pencurian, perampokan, curanmor dan narkotika. Dari 86 kasus terungkap, 27 merupakan TO (target operasi) dan 59 non TO. Dengan barang bukti yang diamankan sebanyak 1.288 item.
Diterangkannya, dari 86 kasus yang diungkap, kasus yang paling mendominasi adalah miras, narkoba, perjudian, prostitusi dan kejahatan jalanan. Mereka diamankan dari Polda dan Polres/Polresta jajaran di DIY.
Polda DIY setidaknya mengungkap 5 kasus TO dan 3 non TO, Polresta Yogya 5 kasus TO dan 4 non TO, Polres Sleman 5 TO dan 4 non TO, Polres Bantul 4 TO dan 3 nom TO, Polres Kulonprogo 4 TO dan 20 non TO, serta Polres Gunungkidul 4 TO dan 2 non TO.

“Kasus miras paling tinggi. Bahkan di Yogya kita berhasil amankan dua orang pelajar yang menjual miras,” ucap Kombes Burkan. Menurutnya, para pelajar tersebut ditangkap setelah 6 bulan menjadi penjual miras. Sasaran penjualannya kalangan remaja maupun masyarakat umum, dengan keuntungan Rp 5 ribu perbotol.
“Awalnya mereka pemakai, namun lama kelamaan mereka justru menjadi penjual miras. Mereka diamankan di wilayah Kota Yogyakarta,” katanya.
Selain itu, jajarannya juga berhasil mengungkap praktik prostitusi online di wilayah Kota Yogyakarta. Dari penangkapan itu, petugas mengamankan seorang yang diduga sebagai pekerja seks dan sejumlah uang hasil transaksi.
“Kebanyakan mereka transaksi melalui media sosial, dengan tarif kisaran Rp 1-1,5 juta setiap kali kencan. Tapi juga ada yang konvensional,” beber Kombes Burkan.

Untuk itu pihaknya mengimbau pada masyarakat yang mengetahui informasi adanya tindak pidana kejahatan di lingkungannya agar segera melapor ke polisi terdekat. Atau bisa melalui akun media sosial resmi Mapolda DIY.
“Kalau mengetahui tindak pidana kejahatan segera melapor ke polisi atau lewat media sosial yang ada. Kita akan segera tindak lanjuti laporan itu,” Imbaunya. (Shn)

Read previous post:
Jumlah Penerbangan Bertambah, Pariwisata DIY Mulai Bergeliat

YOGYA (HARIAN MERAPI) - Sektor pariwisata dan penerbangan DIY kembali bergeliat. Jumlah wisatawan yang berkunjung di kompleks candi mulai meningkat

Close