Minta Pak Dukuh Selingkuh Segera Mundur, Warga Gruduk Balai Desa Tamanmartani

KALASAN (MERAPI)- Ratusan warga dari 8 RT di Dusun Cageran, Tamanmartani, Kalasan, Sleman berdemo mendatangi balai desa setempat, Senin (13/7). Mereka menuntut agar Kepala Dukuh setempat berinisial D (55) segera mundur dari jabatannya. Sebelumnya pak dukuh yang bersangkutan digrebek warga saat berselingkuh dengan tetangganya.
Sambil membawa spanduk dan berorasi, warga berjalan dari Dusun Cageran menuju Kantor Kelurahan Tamanmartani Kalasan. Sesampainya di Kelurahan, mereka diterima langsung oleh PJ Kades Desa Tamanmartani Joko Susilo.
Salah seorang tokoh masyarakat setempat, Tri Wibowo kepada wartawan mengatakan, aksi itu dilakukan sebagai buntut kekecewaan warga karena pak dukuh melakukan perselingkuhan terhadap warganya pada Selasa (7/7) lalu. Warga meminta agar D segera dinonaktifkan dari jabatannya sebagai kepala Dukuh Cageran.

“Kami minta kepastian dan kejelasan dari Pemerintah Desa, agar segera menonaktifkan dukuh yang sudah berbuat tidak senonoh terhadap warga yang sudah beristri,” ujar Tri Wibowo.
Menurut Tri Wibowo, surat pengunduran diri dukuh sudah dikirim sejak Kamis (9/7) pekan lalu. Namun hingga saat ini belum ada tindak lanjut, bahkan kepala dukuh masih berangkat ke kantornya di Kelurahan Tamanmartani.
“Karena belum ada kejelasan, makanya kami berinisiatif menanyakan hal itu. Karena apa yang sudah dilakukan dukuh sudah melanggar norma dan tidak pantas,” tandasnya.
Kalau tuntutan warga tidak di gubris, kata dia, warga mengancam akan mendatangi Kantor Kelurahan Tamanmartani dengan jumlah massa yang lebih banyak. Alasannya, tindakan yang dilakukan dukuh sudah tidak bisa dimaafkan.

“Kelurahan minta waktu selama 14 hari, nanti SK pengunduran diri dukuh akan keluar. Warga diminta bersabar,” ujarnya.
Menurutnya, diduga aksi perselingkuhan dilakukan pak dukuh sudah berulangkali. Bahkan dengan perempuan yang berbeda namun masih dalam satu kampung. “Ini dugaannya, tapi yang tertangkap basah baru sekali itu,” tandasnya.
Dijelaskan bahwa warga Cageran meminta D untuk mengundurkan diri, alasanya pak dukuh sudah melakukan tindakan tidak terpuji. Di mana ia masuk ke rumah perempuan tetangganya, saat ditinggal suaminya pergi ronda malam.

Seperti diberitakan, Pak Dukuh D digrebek saat berduaan dengan warganya, yang merupakan wanita bersuami pada Selasa (7/7) lalu. Saat digrebek, kedua pasangan selingkuh ini kedapatan sedang di dalam kamar dengan kondisi tidak memakai pakaian. Bahkan saat akan dilakukan penangkapan, D berusaha bersembunyi di bawah tempat tidur. Pelaku dicurigai warga saat kepergok malam hari ke rumah wanita yang ditinggal suaminya pergi ronda.
PJ Kades Desa Tamanmartani Joko Susilo saat dikonfirmasi terpisah mengatakan, pihaknya selalu memonitor dan menindaklanjuti apa yang menjadi perkembangan di Dusun Cageran. Ia akan memproses sesuai regulasi.
“Dukuh sudah mengajukan surat pengunduran diri. Pihak Desa akan menindaklanjuti dengan kajian-kajian berdasarkan regulasi yang ada,
sehingga jangan sampai menjadi persoalan di kemudian hari,” pungkasnya. (Shn)

Read previous post:
Penambahan Kuota Kunjungan Candi Prambanan Bertahap

PRAMBANAN (MERAPI) - Direktur Utama PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko Edy Setijono mengatakan, penambahan kuota kunjungan

Close