SEORANG NAKES DI GUNUNGKIDUL POSITIF CORONA-Bayi Berstatus PDP Meninggal

YOGYA (MERAPI)-Kasus positif corona di DIY dilaporkan bertambah satu orang, Minggu (12/7) dari 724 sampel yang diperiksa pada 530 orang. Di sisi lain, 2 orang pasien sembuh sehingga secara akumulatif ada 371 kasus, 293 orang dinyatakan sembuh dan 9 orang meninggal.
“Pasien seorang perempuan berusia 23 tahun warga Gunungkidul riwayat kontak dengan seorang perempuan usia 44 tahun warga Gunungkidul,” ungkap Juru bicara Pemda DIY untuk penanganan Covid-19, Berty Murtiningsih.
Dia mengatakan dilaporkan dua orang dinyatakan sembuh dari Covid-19 terdiri dari seorang perempuan berusia 62 tahun warga Sleman dan seorang laki-laki berusia 27 tahun warga Sleman.

Sementara dilaporkan tiga PDP meninggal dalam proses laboratorium dan sudah diambil swab. Terdiri dari seorang perempuan berusia 50 tahun warga Sleman, seorang bayi usia 8 bulan asal Kebumen domisili Sleman, dan seorang laki-laki berusia 82 tahun warga Gunungkidul.
Berty mengatakan akumulasi jumlah PDP hingga saat ini sebanyak 1.996 orang dan 88 orang masih dalam perawatan. Sementara hasil laboratorium negatif sebanyak 1.499 orang, 126 orang dalam proses laboratorium dan 28 orang meninggal.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul dr Dewi Irawaty MKes juga membenarkan tambahan pasien positif berasal dari Gunungkidul. Dia mengatakan tambahan satu pasien positif Covid-19 ini berasal dari Tenaga Kesehatan (Nakes) warga Karangmojo. “Penularan Covid-19 ini tidak terkait dengan fasilitas kesehatan tempat pasien bekerja,” ujar Dewi Irawaty MKes.

Dengan adanya tambahan kasus positif ini, katanya, dinkes kembali melakukan tracing terhadap warga yang memiliki riwayat kontak pasien positif di luar klaster yang pernah ada. Dari penelusuran sementara diperoleh keterangan bahwa pasien positif warga Karangmojo ini memiliki riwayat perjalanan dari Sleman. Seperti penularan sebelumnya bahwa pasien tersebut dalam kategori Orang Tanpa Gejala (OTG) dan diketahui dari rapid test massal. “Tracing sedang akan kami lakukan dilanjutkan rapid test bagi mereka yang memiliki riwayat kontak,” imbuhnya.
Ditambahkan, hasil penelusuran terhadap pasien positif ini tidak terkait dengan 5 klaster yang pernah ada. Sehingga yang bersangkutan pernah kontak dengan siapa saja masih ditelusuri. (C-4/Pur)

Read previous post:
Buang Bayi, Catut Nama

Close