Melawan Polisi, 3 Maling Pikup Ditembak

BANTUL (MERAPI)- Jajaran Polres Bantul bekerjasama dengan Polda DIY berhasil menangkap empat orang pencuri spesialis mobil pikup lintas provinsi. Tiga tersangka di antaranya harus dilumpuhkan dengan tembakan karena melawan dan mencoba melarikan diri saat ditangkap. Setidaknya tujuh mobil diamankan sebagai barang bukti hasil curian komplotan ini.
“Penangkapan dilakukan pada Selasa (7/7) di Brebes dan Pemalang Jawa Tengah.
Kami mengamankan berbagai alat yang dipakai para tersangka untuk membongkar mobil sebelum dijual sebagai barang bukti,” ujar Direskrimum Polda DIY, Kombes Burkan Rudi Satya kepada wartawan di Mapolres Bantul, Jumat (10/7).

Burkan Rudy menjelaskan, penangkapan para tersangka ini berawal dari kejadian pencurian mobil pada 1 Juli 2020 yang lalu. Mobil pikup tersebut diparkirkan di garasi rumah milik Narto, warga Srandakan Bantul. Kasus yang ditangani Polres Bantul itu kemudian didalami dan akhirnya polisi berhasil mengungkap identitas awal para pelaku. Tim Opsnal Polres Bantul melacak para pelaku. Polisi menduga para pelaku merupakan penjahat lintas daerah. Beberapa hari ditelusuri, polisi berhasil mengenali empat orang pelaku, yakni Mr (33) warga Kalimantan Barat, Ss (46) warga Brebes, Ns (46) warga Pemalang, dan Ar (58) warga Purbalingga. Pada Selasa malam lalu, barulah polisi menemukan titik terang mereka berada di Brebes dan Pemalang, Jawa Tengah. “Empat tersangka ini semua residivis, dan ditangkap saat akan melarikan diri ke Jakarta,” jelasnya.
Kombes Burkan menambahkan, bahwa penangkapan ini sempat mendapatkan perlawanan dari para tersangka. Tiga dari empat pelaku kemudian dilumpuhkan dengan tembakan di kaki.

Menurut Burkan, selain di Srandakan, diketahui para tersangka ini juga pernah melakukan pencurian mobil pikup di Kulonprogo. Polisi kemudian mendapati sebuah bengkel yang biasa digunakan oleh para tersangka untuk membongkar mobil hasil curian di wilayah Purbalingga. Di dalam bengkel itu petugas menemukan empat mobil pikup hasil curian, dua sasis mobil, dan juga mengamankan peralatan seperti kompresor dan mesin las listrik maupun karbit. “Di dalam bengkel juga ada banyak plat nomor mobil yang kita cek ternyata palsu,” terangnya.
Para tersangka itu dikatakan Kombes Burkan berhasil dibawa ke Polres Bantul pada Kamis (9/7) malam beserta barang buktinya untuk diperiksa lebih lanjut. Selain pelaku, polisi juga berhasil mengamankan dua orang yang diduga sebagai penadah. Hingga Jumat kemarin, kedua saksi masih diperiksa. Polisi menduga bapak-anak ini sebagai penadah hasil curian dari sindikat lintas provinsi ini. Menurutnya, mobil hasil curian dijual rata-rata seharga Rp 15 juta tiap unitnya. “Mereka sudah punya pasar sendiri untuk menjual mobil pikup hasil curian,” ungkapnya.

Lebih lanjut dijelaskan Bahkan, seluruh tersangka merupakan residivis kasus serupa yang baru keluar dari penjara sekitar tahun 2016-2017 yang lalu. Mereka akan dijerat dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dan pasal 480 KUHP dengan ancaman hukuman penjara paling lama tujuh tahun. “Ini kita masih dalami terus untuk mendapat keterangan lebih lanjut dari tersangka,” pungkasnya.(C1)

Read previous post:
POSITIF CORONA DI DIY TERUS BERTAMBAH-Penularan Lokal Masih Mendominasi Kasus Baru

Close