Nenek Usia 72 Tahun Jualan Miras

 

 

 

 

TURI(MERAPI)- Sebagai upaya menekan peredaran minuman keras (miras), jajaran Polsek Turi Sleman gencar melakukan razia, alasannya banyak kasus kriminalitas terjadi diawali dengan menenggak miras.
Dari razia yang dilakukan baru-baru ini, Polsek Turi berhasil menjaring seorang penjual berinisial Ny MR warga Sukorejo, Girikerto, Turi. Dari tangan nenek berusia 72 tahun ini petugas berhasil menyita dua botol air mineral berisi miras ciu.


Selain itu, razia di tempat lain petugas berhasil menyita barang bukti tiga botol ciu dari tangan WG (51) warga Ngangring, Girikerto, Turi. Pelaku dan barang bukti sepanjutnya digelandang ke Polres Sleman guna dilakukan penindakan.
“Kita temukan miras jenis ciu itu dari dalam rumah keduanya, barang bukti selanjutnya kita bara ke Polsel Turi,” ungkap AKP Catur Widodo, Jumat (10/7).


Diungkapkan AKP Catur, terungkapnya penjualan miras jenis ciu itu berawal saat menggelar operasi Pekat Progo 2020. Saat di Girikerto mendapat informasi adanya peredaran miras jenis ciu, petugas pun melakukan penyelidikan.
Dari data yang diperoleh, petugas berhasil mengindentifikasikan tempat penjualan miras ciu tersebut. Berbekal itu selanjutunya mendatangi tempat tersebut dan benar mendapatkan ada miras ciu yang dikemas dalam botol air mineral.


Masing-masing dua botol ukuran 1,5 liter milik MR dan tiga botol ukuran 1 liter milik WG. Sedangkan di wilayah Dukuhsari, Wonokerto, petugas juga berhasil mengamankan beberapa botol miras berbagai merek dari tangan ST (42).
Pengungkapan dari hasil pengembangan terungkapnya penjualan miras di rumah warga Wonokerto Turi. Dari data yang diperoleh petugaspun menyasar ke tempat tersebut dan benar di rumah itu menjual miras tanpa izin.


“Di rumah itu petugas berhasil mengamankan lima botol miras dengan kadar alkohol 19,7%. Sedangkan penjualnya dijerat dengan tindak pidana ringan (tipiring),” ucap AKP Catur.
Menurut AKP Catur, karena miras ini bukan hanya merusak kesehatan pemakainya, karena itu harus menjadi perhatian bersama. Untuk itu, ia mengimbau masyarakat yang tahu informasi untuk melapor ke polisi.


“Kami berharap masyarakat yang mengetahui peredaran dan penjualan miras di daerahnya mau memberikan informasi,” tandasnya.
AKP Catur menambahkan, Operasi Pekat Progo 2020 ini sebagai upaya untuk menciptakan situasi kondusif di tengah masyarakat. Kegiatan ini fokus dalam menekan kerawanan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.


“Semoga dengan adanya operasi ini, pelaku tindak kejahatan khususnya di wilayah Hukum Polres Sleman dapat ditekan seminim mungkin,” pungkasnya.(Shn)

 

Read previous post:
Penjualan Hewan Kurban di Kota Yogya Diperketat

Close