Diculik, Tangan Diborgol, Dikeroyok Sampai Bonyok

LENDAH (MERAPI)- Seorang pemuda warga Gegunung, Bumirejo, Lendah Kulonprogo, Nyoto Riyadi (24), diculik lalu dianiaya sekelompok orang yang mengatasnamakan diri sebagai Komunitas Ranggagas hingga mengalami luka parah dan dilarikan ke rumah sakit. Penganiayaan ini merupakan buntut dari tindakan korban yang telah mengambil dan menjual motor milik salah satu pelaku tanpa izin. Dari delapan anggota komunitas yang terlibat, lima orang sudah ditangkap polisi, sementara tiga lainnya masih buron.
Menurut keterangan, peristiwa penculikan dan penganiayaan ini terjadi pada 4 Juli lalu. Korban Nyoto Riyadi dijemput para pelaku di kediamannya sekira pukul 04.00 WIB. Kepada tokoh masyarakat setempat, para pelaku mengaku sebagai aparat dari Sleman sehingga diizinkan memborgol tangan korban dan membawanya pergi.

“Rumahnya dikepung, kemudian korban dibawa pergi menggunakan mobil,” kata Kasat Reskrim Polres Kulonprogo, AKP Munarso dalam press release di Mapolres Kulonprogo, Kamis (9/7).
Korban kemudian dibawa para pelaku ke Kantor Setda Sleman untuk diinterogasi terkait tindakannya mengambil motor salah satu pelaku yakni SF (24). Ia kemudian dipukuli. Belum puas menganiaya korban, para pelaku membawanya ke daerah Prambanan. Di sana, korban kembali dianiaya, diselimuti menggunakan kain, bahkan dipukul menggunakan tongkat besi hingga mengalami luka parah. Para pelaku lantas membawa korban ke RS Prambanan serta melaporkan tindak pencurian yang dilakukannya ke Polsek Sleman.
“Di sisi lain, ibu korban melapor ke Polsek Lendah karena hingga sore hari tidak mengetahui keberadaan anaknya. Petugas Polsek Lendah bersama kami menindaklanjuti pencarian dan berhasil menangkap para pelaku,” imbuh AKP Munarso.

Hasil pemeriksaan yang dilakukan menyebutkan, tindak penculikan dan penganiayaan ini dilakukan para pelaku karena jengkel. Korban diketahui telah mengambil motor salah satu pelaku yakni SF kemudian dijual kepada orang lain. Ada delapan orang yang terlibat dalam penganiayaan ini, yakni SF (24) warga Triharjo Sleman, RY (20) warga Mlati Sleman, GT (21) warga Ngaglik Sleman, AR (29) warga Tridadi Sleman, CD (24) warga Depok Sleman, serta MR, DM dan HS yang masih berstatus DPO. Hingga kini polisi masih berupaya mencari keberadaan tiga buronan tersebut.
Sebagai barang bukti, polisi mengamankan satu mobil yang dirental untuk menculik korban, dua borgol, satu tongkat besi, selembar kain batik, selembar sarung dan selembar taplak meja. Polisi juga menjerat para pelaku dengan Pasal 328 KUHP juncto Pasal 55 KUHP, Pasal 170 ayat 1 KUHP, serta Pasal 351 ayat 1 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.

“Kami terapkan pasal tersebut karena memang rangkaian kejadiannya melanggar pasal itu,” imbuh AKP Munarso.
Dalam penanganan kasus ini, Polres Kulonprogo bekerjasama dengan sejumlah pihak terkait yakni Polsek Sleman dan Polsek Prambanan. Korban diketahui telah ditahan di Mapolsek Sleman untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya mencuri motor SF.
Salah satu pelaku, AR mengatakan, pihaknya sebelumnya telah berupaya menyelesaikan kasus ini secara kekeluargaan. Namun saat diminta menunjukkan keberadaan motor SF, korban justru kabur.
“Dia bilang motornya ada di rumah, tapi pas saya minta tunjukkan, dia kabur. Dari situ saya tahu rumahnya,” kata AR.
Setelah dimassa, lanjut AR, korban mengalami luka parah. Para pelaku kemudian memutuskan membawanya ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan medis.

“Kami lalu melaporkan dia ke polisi,” imbuhnya.
AR mengelak telah melibatkan banyak orang dalam penculikan korban. Ia justru berniat melindungi agar korban tidak dipukuli banyak orang.
“Pas dia (korban) masuk mobil ketemu sama yang punya motor, baru orang-orang datang, dia diseret lalu saya lindungi. Kalau enggak bisa mati,” katanya.(Unt)

Read previous post:
KASIH YANG TAK TERPUTUS (1) – “Ora Ilok Dolan Sampai Sambeng Kolo”

SUARA bising ambulan berdengung di penjuru Desa. Semua berbondong-bondong melihat. Ibu Tarni yang membawa serta anaknya dalam gendongan tiba-tiba berhenti

Close