Selingkuhi Tetangga, Pak Dukuh Digrebek Warga

KALASAN (MERAPI)- Seorang oknum kepala dukuh di Kelurahan Selomartani, Kalasan, Sleman berinisial D digrebek warga saat tertangkap basah selingkuh dengan tetangganya sendiri, Selasa (7/7) malam. Pelaku mengendap-endap ke rumah warga perempuan yang ditinggal suaminya ronda. Usai digrebek, pelaku pun mengaku siap mundur dari jabatannya.
Menurut keterangan, saat ditangkap, D sedang berduaan dengan tetangganya yang berisial A di dalam kamar. Bahkan saat akan ditangkap warga bersama suami A, oknum dukuh ini sempat berusaha bersembunyi di bawah tempat tidur.
Menurut salah seorang warga yang enggan disebut namanya, aksi tak terpuji oknum dukuh ini dilakukan saat suami A sedang pergi ronda malam. Kesempatan itu tidak disia-siakan D untuk berduaan dengan wanita bersuami itu.

Namun naas, saat sedang berduaan di dalam rumah, keduanya diketahui warga. “Diduga D ini masuk lewat pintu belakang rumah A, karena pintu depan dikunci oleh suami A saat akan pergi ronda,” kata warga, Kamis (9/7).
Sebelum tertangkap basah, warga sudah curiga dengan gerak-gerik D yang mengendap-endap di rumah warga lain. Karena merasa janggal, warga selanjutnya mengawasinya. Saat itulah D terlihat masuk ke rumah wanita bersuami tersebut.
“Warga sudah curiga sejak lama, namun baru kemarin berhasil mendapati mereka berduaan di kamar wanita itu,” jelasnya.
Setelah dipastikan oknum dukuh itu di dalam rumah, warga kemudian memberitahukan kepada suami A. Tak berselang lama, warga mengepung rumah wanita tersebut agar pak dukuh tidak bisa menghindar. Kemudian warga pun masuk bersama suami A. Betapa kagetnya wanita itu. Tahu warga datang, oknum dukuh itu kemudian sembunyi di bawah tempat tidur namun tetap kepergok warga. Akhirnya mereka tidak berkutik dan mengakui perbuatannya.

Warga yang emosi lantas menuntut pak dukuh yang sudah menjabat selama 31 tahun itu mundur dari jabatannya. Tuntutan warga itu pun dipenuhi oleh D, untuk mengundurkan diri dari jabatannya sebagai dukuh dusun setempat.
“Awalnya warga sempat emosi tapi berhasil diredam. Warga juga menuntut sang dukuh mengakui kesalahannya dan tidak akan mengulangi perbuatannya,” ucapnya.
Sekretaris Desa Tamanmartani, Tomi Nugraha saat dikonfirmasi di kantornya membenarkan kejadian tersebut. Menyikapi tuntutan warga yang ingin dukuh mundur, menurutnya D sudah setuju pengunduran dirinya.
“Pak dukuh sudah bersedia mundur, tapi sampai siang ini (kemarin) surat pengunduran diri belum diajukan,” beber Tomi.

Menurutnya, jika suratnya sudah diajukan, tentu akan diproses sesuai mekanisme yang ada. “Setelah surat dikirim, kita juga akan segera konsultasikan dengan Camat dan BPD karena nanti harus menyiapkan PLT,” katanya.
Sementara itu Kanit Reskrim Polsek Kalasan Iptu Purwanto mengatakan, karena kasus itu merupakan delik aduan, maka jika tidak ada laporan dari salah satu pihak yang dirugikan. Menurutnya kasus ini tidak diproses hukum.(Shn)

Read previous post:
Jalu Mampang Musuh Radang Kulit

SEBAGIAN jenis tanaman berkhasiat obat belum banyak dikenal masyarakat. Namun ada pula yang sudah sangat mengenal dan ketika digunakan untuk

Close