PASIEN CORONA DI DIY TAMBAH 7-Penularan Lokal Kembali Dominasi Kasus Positif

YOGYA (MERAPI)- Kasus positif corona di DIY terus bertambah, Selasa (7/7). Kali ini, dilaporkan penambahan 7 kasus positif Covid-19 dari 132 sampel yang diperiksa pada 79 orang. Sementara, 4 orang dinyatakan sembuh sehingga total kasus positif Covid-19 di Yogyakarta sebanyak 346 kasus, 282 orang dinyatakan sembuh dan 8 orang meninggal.
Juru bicara Pemda DIY untuk penanganan Covid-19, Berty Murtiningsih menyebut, mayoritas kasus positif pernah berhubungan dengan kasus positif lainnya atau transmisi lokal.
Dia mengatakan, kelima kasus berhubungan dengan pasien positif Covid-19 terdiri dari seorang perempuan berusia 30 tahun warga Kulonprogo riwayat kontak dengan orang Solo, seorang perempuan usia 52 tahun warga Bantul riwayat kontak dengan seorang laki-laki berusia 20 tahun warga Bantul, seorang perempuan berusia 49 tahun warga Bantul riwayat kontak dengan seorang laki-laki berusia 57 tahun warga Bantul, seorang perempuan berusia 30 tahun warga Sleman riwayat kontak dengan seorang laki-laki berusia 31 tahun warga Sleman, dan seorang balita laki-laki berusia 3,5 tahun warga Kulonprogo riwayat kontak dengan seorang laki-laki berusia 36 tahun warga Kulonprogo.

Adapun kedua kasus lainnya memiliki riwayat perjalanan luar kota, terdiri dari seorang laki-laki berusia 37 tahun warga Sleman riwayat perjalanan dari Kediri dan seorang laki-laki berusia 65 tahun warga Gunungkidul riwayat perjalanan dari Surabaya.
“Dilaporkan 4 orang dinyatakan sembuh, terdiri dari dua orang laki-laki warga Gunungkidul berusia 41 dan 51 tahun serta dua orang laki-laki warga Bantul berusia 20 dan 58 tahun,” ungkap Berty.
Selain itu, seorang PDP laki-laki berusia 58 tahun warga Sleman dilaporkan meninggal dan sudah dilakukan swab dua kali.
Di Sleman, sebanyak 242 orang yang bertugas sebagai petugas pengawas pemilu di Kabupaten Sleman melakukan Rapid Test Covid-19 Selasa (7/7) pagi. Dengan adanya langkah protokol kesehatan tersebut, diharapkan tidak akan menimbulkan rasa was-was baik dari masyarakat dan petugas dalam menyosong tahapan Pilkada 2020 mendatang.
Komisioner Bawaslu Sleman Bidang Sumber Daya Manusia dan Organisasi, Vici Herawati menuturkan Rapid Test dilaksanakan selama dua hari dan dimulai kemarin. Pesertanya mulai dari Komisioner Bawaslu dan seluruh anggota Panwascam di Kabupaten Sleman.

“Jadi sesuai instruksi Bawaslu RI sebelum terjun ke lapangan, jajaran wajib melakukan rapid test, sehingga menindaklanjuti hal tersebut kami panwascam di Sleman melakukan rapid test di kecamatan-kecamatan sesuai wilayah masing-masing,” ungkapnya saat ditemui di Puskesmas Ngaglik 1.
Pelaksanaan Rapid Test, dijelaskan Vici bertujuan untuk mengetahui adakah jajaran Bawaslu yang terpapar virus corona. Pelaksanaannya sendiri menggunakan anggaran dari dana hibah yang diberikan oleh Pemkab Sleman.
“Kita ingin memastikan jajaran kita ketika terjun ke lapangan dalam kondisi fit dan bebas Corona. Sehingga memberikan jaminan keamanan kepada masyarakat agar tidak ada ketakutan,” jelasnya.
Adapun tahapan yang akan dijalankan petugas pengawas ke depan adalah pencocokan dan penelitian data pemilih. Untuk itu perlu adanya kepastian kesiapan dan kesehatan petugas yang akan lebih banyak berinteraksi dengan masyarakat.
“Jajaran kami yang turun ke lapangan kita pastikan untuk mematuhi protokol kesehatan seperti wajib menggunakan masker, face shield dan sarung tangan,” tandasnya.

Apabila dalam Rapid Test terdapat petugas yang ditemukan reaktif, ditegaskan Vici, Bawaslu akan mengikuti protokol kesehatan sesuai arahan Gugus Tugas Covid-19 maupun Dinkes Kabupaten Sleman. “Kalau mereka harus menindaklanjuti dengan swab, kita akan koordinasi dengan Dinkes Sleman. Terkait nanti apabila ditemukan ada jajaran kami yang memerlukan isolasi mandiri, kita akan memberikan izin,” tegasnya.
Vici memastikan tidak akan memberhentikan petugas yang memang membutuhkan isolasi mandiri atau perawatan untuk benar-benar pulih apabila terjadi hal yang tidak diinginkan.
Di Wates, sebanyak 1.500 tenaga kesehatan di Kulonprogo akan mulai menjalani tes swab massal hari ini, Rabu (8/7). Kebijakan tersebut diambil untuk mengetahui kondisi tenaga kesehatan di Kulonprogo mengingat penambahan kasus Covid-19 di wilayah ini masih terus terjadi. Selain tenaga kesehatan, tes swab massal yang dibiayai pemerintah itu juga akan menyasar awak media.
Juru Bicara Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo, drg Theodola Baning Rahajujati menyampaikan, pada Selasa (7/7) terjadi penambahan dua kasus positif Covid-19 di Kulonprogo. Positif KP-17 warga Pengasih adalah balita laki-laki berusia 3,5 tahun yang merupakan kontak erat dari KP-16. Saat ini, bocah tersebut dirawat di RSUD Wates.
Kemudian positif KP-18, merupakan perempuan berusia 30 tahun warga Lendah yang bekerja sebagai tenaga kesehatan di rumah sakit wilayah Bantul. KP-18 tertular Covid-19 dari suaminya yang bekerja di Sukoharjo Solo. Perawatan terhadap KP-18 dilakukan di RS PKU Muhammadiyah Bantul.

“Keduanya merupakan Orang Tanpa Gejala (OTG),” kata drg Baning.
Hasil tracing yang dilakukan Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo menyebutkan, ada enam orang kontak erat KP-17 yang saat ini melakukan karantina mandiri di rumah masing-masing. Sementara kontak erat KP-18 ada lima orang, juga melakukan karantina mandiri di rumah.
“Tracing terhadap kontak erat kedua pasien masih akan kami lanjutkan,” imbuh drg Baning.
Ia menambahkan, sebanyak 1.500 tenaga kesehatan di Kulonprogo akan menjalani tes swab massal untuk mengetahui kondisi kesehatannya. Tes akan dilakukan bertahap mulai hari ini, Rabu (8/7).
“1.500 tenaga kesehatan itu terdiri dari semua karyawan puskesmas dan rumah sakit di Kulonprogo,” ucap drg Baning.
Ditargetkan, tes swab massal tenaga kesehatan ini bisa rampung pada pertengahan Agustus. Anggaran yang digunakan merupakan gabungan dari Kulonprogo dan DIY.
“Selain tenaga kesehatan, semua wartawan Kulonprogo juga akan kami sasar tes swab massal. Pelaksanaannya pada minggu keempat Juli. Wartawan kami sasar tes swab massal karena berisiko tertular dan menularkan Covid-19,” tegas drg Baning.(C-4/C-8/Unt)

Read previous post:
Linglung Rawan Celaka

Close