Tanpa Gejala dan Riwayat Perjalanan, Anggota Polisi Tertular Corona

WONOSARI (MERAPI)–Kasus pasien positif corona di DIY dilaporkan bertamnbah 6 orang pada Minggu (5/7). Sebagian besar kasus merupakan kategori Orang Tanpa gejala (OTG). Salah satunya seorang anggota polisi di Gunungkidul.
Di Gunungkidul sendiri, kasus positif bertambah lagi 2 orang yakni perempuan berusia 61 tahun warga Karangmojo dan seorang laki-laki berusia 32 tahun anggota Polri warga Nglipar. Kadinkes Gunungkidul dr Dewi Irawaty MKes kepada wartawan kemarin mengatakan, belum diketahui riwayat penularan kedua pasien positif dan hingga kini masih dalam penelusuran Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul. Temuan pasien baru ini diketahui dari hasil tracing dan rapid test maupun pemeriksaan swab dan kategori Orang Tanpa Gejala (OTG). “Riwayat penularan dari mana masih kita telusuri,” ujar dr Dewi.

Selain bertambah dua kasus positif Covid-19, kata dia, hasil rapid test dalam sehari kemarin terdapat tambahan 1 pasien sembuh dari klaster pedagang ikan. Hingga saat ini dinkes juga masih terus melakukan tracing terhadap kedua pasien positif tersebut. Sedangkan dalam sehari Minggu (5/7), terdapat penambahan warga reaktif sebanyak 4 orang dan total komulatif ada 555 orang.
“Tracing untuk dua pasien positif kita lakukan tetapi hasil dari rapid test belum bisa dilaporkan karena masih dalam proses,” tambahnya.
Di Wates, kasus positif Covid-19 di Kulonprogo juga bertambah. Yakni seorang pria berusia 36 tahun warga Pengasih dinyatakan positif terinfeksi Virus Corona saat bekerja di Semarang. Kini, pria berstatus positif KP-16 itu dirawat intensif di RSUD Wates.

Juru Bicara Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo, drg Theodola Baning Rahajujati mengatakan, pasien KP-16 merupakan seorang karyawan yang bekerja di Semarang. Sebelum pulang ke Kulonprogo, ia sempat dirawat beberapa hari di sebuah rumah sakit di Semarang.
“Kemudian pulang ke Kulonprogo, namun kembali masuk rumah sakit dan berstatus PDP. Ia dirawat di ruang isolasi RSUD Wates, sampai akhirnya pemeriksaan lab menunjukkan hasil positif Covid-19,” kata drg Baning, Minggu (5/7).
drg Baning menyebut, KP-16 tertular Virus Corona sejak berada di Semarang. Kendati demikian, belum dipastikan apakah yang bersangkutan termasuk klaster tertentu atau tidak.

Sebagai langkah tindak lanjut, Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo langsung melakukan penelusuran kontak erat KP-16. Hasilnya, ada 16 kontak erat yang langsung menjalani rapid tes, di mana satu di antaranya menunjukkan hasil reaktif.
“Satu orang ini akan dilakukan tes swab Senin (6/7), sementara lainnya menjalani isolasi mandiri untuk kembali dirapid test 10 hari ke depan,” kata drg Baning.
Terkait pasien positif Covid-19 di Kulonprogo, drg Baning menyebut saat ini masih ada dua orang yang dirawat di RSUD Wates. Keduanya adalah KP-13 dan KP-14. Dari total 16 kasus positif Covid-19 di Kulonprogo, dua merupakan lokal transmisi kemudian 14 lainnya import.
“Kami selalu meminta agar masyarakat tetap berhati-hati serta menerapkan protokol kesehatan di mana pun berada,” tegas drg Baning.

Juru bicara Pemda DIY untuk Penanganan Covid-19, Berty Murtiningsih menambahkan, dengan penambahan ini, secara toral saat ini jumlah kasus positif Covid-19 di Yogyakarta sebanyak 331 orang, 276 orang dinyatakan sembuh dan 8 orang meninggal.
Keenam kasus baru itu terdiri dari seorang laki-laki usia 55 tahun warga Sleman riwayat perjalanan dari Makassar, seorang perempuan berusia 61 tahun warga Gunungkidul belum ada info lebih lanjut, seorang perempuan usia 65 tahun warga Bantul masih dalam penelusuran, seorang perempuan berusia 70 tahun warga Bantul riwayat kontak pasien positif, seorang perempuan berusia 29 tahun warga Kota Yogyakarta riwayat kontak dengan pasien positif, dan seorang laki-laki berusia 32 tahun warga Gunungkidul hasil tracing Dinkes Gunungkidul.

“Dilaporkan seorang laki-laki berusia 35 tahun warga Sleman dinyatakan sembuh,” imbuhnya.
Hingga kini, ujar dia, dilaporkan jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 1.895 orang, dengan 69 orang di antaranya masih dalam perawatan. Jumlah Orang Dalam Pengawasan (ODP) sebanyak 7.797 orang. Hasil laboratorium menunjukkan negatif sebanyak 1.463 orang, 101 orang diantaranya masih dalam proses laboratorium dan 24 orang lainnya meninggal.(Unt/Pur/C-4)

Read previous post:
Spesialisasi Pencuri

Close