DAGING AYAM TEMBUS RP 42 RIBU PERKILO-Harga Tertinggi Sejak 15 Tahun Terakhir

GONDOMANAN (MERAPI)- Harga daging ayam broiler atau potong di pasaran terus mengalami kenaikkan selama sebulan ini. Kini harga daging ayam potong di pasar tradisional di Kota Yogyakarta tembus mencapai Rp 42.000/kg. Kenaikkan itu karena produksi ayam di tingkat peternak berkurang akibat terdampak wabah virus corona.
Salah seorang pedagang daging ayam potong di Pasar Beringharjo, Aida menyebut kenaikkan harga daging ayam potong menjadi Rp 42.000/kg terjadi sudah hampir seminggu ini. Sebelumnya harga daging ayam saat mendekati lebaran berkisar Rp 38.000/kg- Rp 40.000/kg.
“Sejak saya jualan daging di tahun 2006 sampai sekarang, harga daging ayam yang paling tinggi ya tahun 2020. Dulu itu paling tinggi di kisaran Rp 38.000/kg. Sejak lebaran naik terus harganya,” kata Aida di sela menata daging ayam di lapaknya di Pasar Beringharjo, Jumat (3/7).

Dia menuturkan, dari pengakuan suplayer ketersediaan daging ayam potong sedang susah, sehingga jumlahnya berkurang. Dia biasanya mampu mengambil daging ayam sekitar 80 kg/hari dari suplayer, kini hanya mendapat 40 kg/hari. Meski suplayer menurun, tapi tidak sampai terjadi kekurangan karena permintaan daging ayam juga menurun.
“Jumlah pembeli juga turun sampai 50 persen karena harganya tinggi. Saat awal virus corona, jualan sepi. Sekarang mulai lumayan ramai, tapi pembelinya masih kurang,” ucapnya.
Sementara itu seorang pembeli daging ayam, Toni mengaku kenaikan harga daging ayam potong cukup dirasakan dirinya sebagai penjual kuliner oseng-oseng mercon. Namun dia memutuskan tidak menaikan harga jual olahan daging ayam, sehingga keuntungan yang didapat lebih kecil. “Yang penting daging ayamnya ada terus. Tapi kalau bisa, harganya normal kembali. Dampaknya terasa penjualan juga turun separohnya,” ujar Toni usai membeli daging ayam.

Menanggapi kenaikan harga daging ayam potong itu Kepala Bidang Bimbingan Usaha Pengawasan dan Pengendalian Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Yogyakarta Benedict Cahyo Nugroho mengatakan, kini harga daging ayam potong di pasar-pasar tradisional di Kota Yogyakarta di kisaran Rp 40.000/kg- Rp 42.000/kg. Sebelumnya harga normal daging ayam potong di kisaran Rp 28.000/kg- Rp 30.000/kg.
“Kenaikkan harga ini disebabkan adanya pandemi Covid-19. Ketika pandemi ini berlangsung dan banyaknya keterbatasan kondisi, peternak banyak beralih usaha sehingga kurang produksi ayam potong berkurang,” papar Beny.
Dia menjelaskan, pada awal bulan Mei harga ayam potong masih di kisaran Rp 28.000/kg karena produksi ayam potong masih seperti biasanya, sehingga harga normal. Sampai pertengahan Juni harga mulai merangkak naik menjadi Rp 38.000/kg sampai Rp 42.000/kg.

Itu karena seiring adanya pandemi covid-19 peternak kesulitan, memasarkan hasil ternak ayam. Harga pakan juga tinggi, sehingga para peternak sempat menjual ternak dan ayamnya dilepas dengan harga di bawah normal.
“Dengan kondisi new normal ini diharapkan produksi kembali seperti biasa. Permintaan dari konsumen juga berangsur-angsur normal karena banyak warung dan restoran sudah mulia buka lagi,” pungkasnya.(Tri)

Read previous post:
Lompat ke Jurang, Remaja Gagal Bunuh Diri

Close