Tes Corona Negatif, Warga Godean Sujud di Jalan Raya

GODEAN (MERAPI)- Warga di Pedukuhan Karakan, Sidomoyo, Godean, Sleman bersuka cita, Jumat (3/7). Pasalnya, semua warganya yang menjalani rapid tes dinyatakan negatif Covid-19.
Sebelumnya, puluhan orang terpaksa menjalani rapid test, dan sembilan di antaranya harus diambil swab-nya karena hasil rapid test yang reaktif. Tes corona dilakukan setelah seorang pendatang di kampung itu dinyatakan positif beberapa waktu lalu. Namun hasil swab yang dilakukan, sembilan orang dinyatakan negatif Covid-19.

Sebagai bentuk ungkapan rasa syukur atas warganya yang bebas dari virus corona, sejumlah tokoh masyarakat mengekspresikan kebahagiaan dengan sujud syukur di depan jalan masuk menuju kampung Karakan.
Dukuh Karakan Wisnu Hardono menceritakan, kekhawatiran warga akan terpapar Covid-19 itu bermula ketika ada warga pendatang beberapa pekan lalu positif Covid-19. Namun orang itu diketahui bukan warga Karakan.
“Orang itu pendatang yang kos di Karakan. Setelah hasil swab orang itu diketahui positif corona. Dari situ medis bergerak untuk melakukan rapid test terhadap puluhan orang di sekitar tempat tinggalnya atau yang pernah berinteraksi dengannya,” katanya.
Wisnu mengungkapkan, hasil dari contact tracing yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Sleman mengharuskan 50 orang warganya mengikuti rapid test. Dari rapid test tersebut diketahui sembilan di antaranya reaktif.

Kedelapan warga itu kemudian menjalani karantina mandiri, pengecekan, dan pengawasan dari tim medis dan masyarakat sekitar. Setelah dilakukan swab sebanyak dua kali, sembilan warga tersebut dinyatakan negatif dari virus corona.
“Hasilnya keluar dan menunjukkan negatif corona, sehingga tidak ada lagi warga Karakan yang positif corona. Untuk pendatang yang positif saat ini sudah dirawat di rumah sakit. Sehingga pedukuhan Karakan bebas corona,” ucapnya.
Menurutnya, tidak hanya sembilan orang itu yang aktivitasnya terbatas akibat peristiwa tersebut, melainkan seluruh warga pun juga mengalami hal serupa. Mereka dijauhi masyarakat begitu keluar dari lingkungan Karakan.
Ketika hasil swab keluar dan menyatakan warga Karakan negatif corona, maka dukuh, ketua RT, dan Kepala Puskesmas, Camat serta sejumlah tokoh setempat turut bersyukur. Mereka bahkan rela sujud di atas panasnya aspal.

Dikatakan, masyarakat juga secara sadar, selama pandemi Covid-19 menerapkan protokol kesehatan sesuai dengan anjuran pemerintah seperti memakai masker, cuci tangan, jaga jarak, bahkan keluar rumah hanya seperlunya saja.
Wujud syukur yang diekspresikan sebagai upaya pengembalian kepercayaan masyarakat luas bahwa warga Karakan dalam kondisi baik-baik saja. Wisnu berharap jangan sampai warganya mendapat perlakuan yang berbeda.
“Kita dalam kondisi baik, hasil swab pun juga menyatakan negatif. Jadi ini bentuk untuk meyakinkan orang di luar jika kita sehat,” tambahnya.
Camat Godean Sarjono mengatakan, pihaknya akan membuat surat kalau warga Karakan aman, nantinya surat bisa dibawa ke tempat kerja. “Nanti kita pulihkan kembali, karena dengan peristiwa itu dampaknya luar biasa,” pungkasnya. (Shn)

Read previous post:
‘Track Record’ Penjahat

Close