AUDENSI KE PEMKAB KULONPROGO – NPC Pertanyakan Hak Atlet Difabel

Audiensi NPC dengan Pemkab Kulonprogo. (HARIAN MERAPI-AMIN KUNTARI)

WATES (HARIAN MERAPI) – National Paralympic Committee (NPC) Kulonprogo menanyakan hak atlet difabel yang dinilai belum sebanding dengan atlet lainnya. Padahal selama ini, keberhasilan atlet difabel dalam menorehkan prestasi tidak kalah dengan atlet lainnya.

Hal tersebut terungkap dalam audiensi NPC dengan Pemkab Kulonprogo di Kantor Bupati, Kamis (2/7). Ketua NPC Kulonprogo, Widi Nuryanto mengatakan, atlet difabel dan atlet lainnya sama-sama berkesempatan menorehkan prestasi untuk membela nama baik Kulonprogo.

Widi mengklaim, prestasi atlet difabel selama ini tidak kalah dengan prestasi atlet KONI. Bahkan, ada seorang atlet difabel yang berhasil meraih prestasi tingkat Asia Tenggara.

“Sutiarji berhasil mendapat ranking 7 menembak pada ASEAN Para Games,” ujarnya.

Widi kemudian meminta agar pihak terkait menghilangkan perbedaan hak antara atlet difabel dengan atlet normal. Selain itu, permohonan tali asih atlet difabel juga diharapkan bisa dicairkan walaupun nominalnya jauh dari yang diajukan.

Menanggapi keluhan tersebut, Bupati Kulonprogo, Sutedjo mengapresiasi langkah NPC Kulonprogo termasuk perjuangan para atlet yang telah menorehkan prestasi membanggakan. Terlebih, prestasi yang diperoleh tidak hanya di tingkat provinsi saja, namun juga internasional.

“Ini merupakan perjalanan panjang dan perjuangan yang luar biasa. Saya berpesan agar regulasi, kapasitas, kemampuan dan keuangan harus jadi bahan pertimbangan dalam menganggarkan dana,” kata Sutedjo.

Sutedjo kemudian berjanji akan mengupayakan masukan NPC. Kepastian pencairan dana akan diupayakan pada Oktober sampai Desember 2020. Ia berharap, para atlet terus berjuang mengharumkan nama baik Kulonprogo dan Indonesia.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kulonprogo, Arif Prastowo menyampaikan, pihaknya telah menyiapkan Sekretariat NPC Kulonprogo dengan memanfaatkan bangunan bekas gedung pramuka di barat Alun-Alun Wates. Saat ini, bangunan tersebut sedang dalam proses peminjaman.

“Kami setuju jika istilah disabilitas menjadi difabel karena hal ini hanya soal kemampuan yang berbeda, bukan soal ketidakmampuan,” kata Arif.

Sementara itu, Ketua KONI Kulonprogo, Bambang Gunoto mengatakan, kegiatan KONI pada event Porda 2021 diundur tahun 2022. Event Pekan Olahraga Nasional (PON) yang semula diadakan tahun 2020 juga diundur tahun 2021.

“Atlet Kulonprogo yang mengikuti PON sebanyak 19 orang. Kami optimis, mengingat pada Porda tahun lalu, Kulonprogo berhasil meraih prestasi terbanyak dari tahun-tahun sebelumnya,” katanya. (Unt)

Read previous post:
ilustrasi
Pencuri Motor Cari Sasaran di 4 Kota

Close