Surat Resmi Belum Turun, Manajemen PSS Tetap Tenang

SLEMAN (HARIAN MERAPI) – Belum ada surat resmi keberlanjutan kompetisi yang datang ke meja manajemen PSS Sleman dari PSSI maupun PT LIB. Setidaknya ada tiga surat yang ditunggu PSS, bahkan seluruh peserta Liga 1. Pertama surat resmi tentang renegoisasi kontrak pemain dan pelatih, kedua keputusan final keberlanjutan kompetisi beserta tempat penyelenggaraan serta jadwal, tiga protokol kesehatan yang akan dipakai klub sebagai acuan saat menggelar pertandingan maupun latihan.

“Kalau tidak ada surat resmi yang cukup detail, kami belum bisa menentukan langkah selanjutnya bahkan untuk mendatangkan pemain lalu latihan lagi kami perlu kepastian resmi lewat surat. Kalau rapat internal pasti dilakukan untuk ancang-ancang,” terang Direktur Operasional PT Putra Sleman Sembada (PSS) Hempri Suyatna, Kamis (2/7).

Sejauh ini manajemen dan tim pelatih memang baru bisa memprediksi langkah selanjutnya. Seperti mengumpulkan pemain enam minggu sebelum <I>kick off<P> untuk keperluan tes dan latihan bersama atau merancang program dan anggaran. Di sisi lain manajemen PSS paham betul dengan situasi yang sedang dihadapi PSSI dan PT LIB yang dihantam sejumlah wacana. “Banyak hal tentunya yang harus diluruskan. Jadi kami ingin betul-betul tidak ada persepsi yang berbeda, semoga saja dalam waktu dekat semuanya akan jelas. Sementara ini kami tetap tenang melihat situasi yang terjadi,” sambung Hempri.

Hingga Kamis (2/7), manajemen belum melakukan renegoisasi kontrak pada pemain karena belum adanya surat resmi dari PSSI meski media sudah besar-besaran mengabarkan bahwa klub tidak boleh memotong gaji pemain lebih 50 persen. Hempri masih berkomunikasi dengan PSSI untuk menyelaraskan isi SK agar tidak terjadi dualisme pemaknaan. “Saya harap kita bersabar dulu, biar tidak ada makna ganda kita perjelas semuanya dulu,” tegas Hempri.

Ketua Umum (Ketum) PSSI Mochamad Iriawan membenarkan Hempri. Saat ini banyak hal yang sedang ditangani PSSI mulai dari persiapan teknis sampai wacana negatif yang datang. Misalnya saja isu bahwa liga akan ditinggal sponsor. Iriawan memastikan tidak ada perubahan sponsor dan titel Liga 1 2020. Ia mempercayakan ke PT LIB selaku operator kompetisi untuk melakukan komunikasi dengan pihak terkait.

Direktur PT LIB, Akhmad Hadian Lukita mengamini Iriawan bahwa sponsor utama liga masih komitmen mendukung keberlanjutan liga. “Hanya saja harus membuat kontrak baru. Semoga saja tidak ada perubahan karena setelah PSSI mengeluarkan surat keputusan terkait kelanjutan kompetisi, kami langsung berkomunikasi intens dengan sponsor,” beber Hardian.

Sementara itu pelatih PSS, Dejan Antonic akan mempersiapkan timnya secara bertahap dalam menyongsong kelanjutan Liga 1. “Proses harus ada, sama seperti di Eropa banyak tim yang mempersiapkan diri secara <I>step by step<P>,” ujar Dejan seperti dilansir laman Liga Indonesia, Kamis (2/7).

Dejan mengatakan ketiadaan kompetisi membuat kondisi para pemain akan terasa tumpul karena tidak ada persaingan yang kompetitif. Meski diinstruksikan berlatih secara mandiri, namun itu semua belum cukup ketika harus dihadapkan dalam pertandingan yang ketat.

Untuk itu, perlu waktu bagi dia untuk bisa mengembalikan fisik para pemain ke dalam kondisi terbaiknya, apalagi setelah vakum dari pertandingan selama empat bulan.

“Kita harus persiapkan normal dan bantu pemain kembali ke kondisi normal seperti dulu usai libur cukup panjang. Program latihan harus berbeda untuk berapa minggu pertama sampai pemain sudah siap 100 persen untuk latihan,” kata dia. (Des/*)

Read previous post:
TINDAK LANJUT RAT KONI YOGYA – Berharap Tetap Ada Latihan di Tahun Ini

YOGYA (HARIAN MERAPI) - Setelah mengumpulkan seluruh masukan yang disampaikan para anggota melalui Rapat Anggota Tahunan (RAT) yang digelar beberapa

Close