BELUM PANGGIL PEMAIN – PSS Utamakan Tes Kesehatan

SLEMAN (HARIAN MERAPI) – Manajemen PSS Sleman tetap mengedepankan kesehatan dan kemanusiaan di atas segalanya. Sebelum para pemain kembali latihan bersama di lapangan, tim medis akan memberlakukan tes Covid-19 terlebih dulu. Jika dinyatakan sehat, baru Bagus Nirwanto dan kawan-kawan bisa mengikuti latihan bersama tim pelatih yang dikepalai Dejan Antonic.

Setelah rapid test para pemain juga akan menjalani medical check up. Namun bila hasilnya positif, mereka harus menjalani isolasi mandiri.

Dokter tim Laskar Sembada, Elwizan Aminudin, mengatakan kebijakan ini dibuat agar pihaknya bisa mengetahui lebih detail terkait kondisi kesehatan pemain saat tiba di Sleman nantinya. Upaya tes kesehatan detail itu juga salah satu cara mencegah penularan Covid-19 yang masih terus berlangsung hingga saat ini. Ia berharap pemain, offisial, dan tim pelatih mengikuti protokol ketat yang akan mereka informasikan lebih lanjut di luar tes kesehatan dan rapid.

“Saat awal kumpul pemain, ofisial, dan pelatih harus menjalani protokol ketat. Mereka harus tes rapid dan medis sebelum latihan bersama. Saya harap semuanya mematuhi langkah ini. Kita tunggu saja kapan mereka akan kembali,” kata Elwizan, Selasa (30/6).

Manajemen sendiri belum bisa memastikan kapan akan mengumpulkan pemain karena masih harus berkomunikasi dengan PSSI tentang sejumlah hal. Namun, melalui Direktur Operasional PT Putra Sleman Sembada (PSS), Hempri Suyatna, manajemen memastikan akan mengikuti protokol kesehatan dari PSSI maupun yang telah disusun tim medis termasuk tes saat pemain dikumpulkan.

“Saat ini karena kesehatan yang paling utama, manajemen juga siap mengikuti protokol yang ada. Untuk kapan tim kumpulnya, kami masih harus menunggu pemberitahuan atau surat resmi dari PSSI kapan dan di mana liga akan dimulai,” jawab Hempri.

Sejumlah pemain pun menyatakan siap untuk dites kesehatan saat berkumpul kembali. Aaron Evans misalnya, menegaskan tes kesehatan merupakan langkah tepat yang harus diikuti seluruh pemain dan ofisial tim. Hal senada dikemukakan kompatriot Evans di lini belakang, Asyraq Gufron. Palang pintu berusia 24 tahun itu menambahkan tes medis jadi usaha melindungi para pemain yang akan kembali berlatih dari virus yang hingga kini belum ditemukan vaksin dan obatnya itu. “Tentu kami akan mengikuti setiap protokol kesehatan yang ada,” jawabnya.

Tes sendiri akan mengeluaran biaya yang tidak sedikit. Pihak PSSI sendiri memahami betul hal tersebut. Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, menegaskan bahwa PSSI akan menanggung semua beban biaya tes corona Covid-19 Polymerase Chai Peaction (PCR) dengan metode swab test sebagai fasilitas ini untuk kompetisi Liga 1.

Keputusan ini diambil PSSI karena memang sebelumnya ada beberapa klub yang keberatan akan adanya kewajiban tes corona ini. “Seharusnya memang kami yang akan menanggungnya. Seharusnya seperti itu,” kata Iriawan. (Des)

Read previous post:
SULIT GELAR MUSKOT DI MASA PANDEMI COVID-10 – Pengkot Cabor Pilih Perpanjang Kepengurusan

YOGYA (HARIAN MERAPI) - Pengurus Kota (Pengkot) cabang olahraga (cabor) yang berada di bawah naungan keanggotaan KONI Kota Yogya lebih

Close