SULIT GELAR MUSKOT DI MASA PANDEMI COVID-10 – Pengkot Cabor Pilih Perpanjang Kepengurusan

YOGYA (HARIAN MERAPI) – Pengurus Kota (Pengkot) cabang olahraga (cabor) yang berada di bawah naungan keanggotaan KONI Kota Yogya lebih memilih untuk melakukan perpanjangan masa kepengurusan. Hal tersebut menjadi pilihan terbaik karena tak bisa menggelar Musyawarah Kota (Muskot) di tengah pandemi Covid-19 atau virus Corona.

Menurut Sekretaris Umum (Sekum) KONI Yogya, Iriantoko Cahyo Dumadi, pihaknya menyampaikan bahwa terdapat beberapa Pengkot cabor yang masa kepengurusannya berakhir. Namun dari beberapa Pengkot cabor tersebut memilih untuk memperpanjang masa kepengurusan.

“Mereka mengaku jika kesulitan tak bisa menggelar Muskot karena sulit mengumpulkan anggota di masa pandemi. Jadi pilihannya ya memperpanjang kepengurusan,” terang Iriantoko saat dihubungi di Yogya, Selasa (30/6).

Disebutkan pula, beberapa Pengkot cabor telah melakukan koordinasi dengan pengurus daerah (Pengda) cabor yang bersangkutan terkait perpanjangan masa kepengurusan. “Sudah meminta surat perpanjangan ke Pengda cabor di tingkat provinsi. Dari Pengda cabor juga sudah ada persetujuan,” ujarnya.

Dihubungi terpisah, Bidang Organisasi KONI Yogya, Syaltut Alridhoi mengungkapkan bahwa saat ini terdapat sekitar delapan Pengkot cabor yang masa kepengurusannya telah berakhir. Dari jumlah tersebut, beberapa cabor memang telah mengajukan permohonan perpanjangan kepengurusan karena sulit menggelar Muskot.

Selain perpanjangan, ada juga cabor yang telah melakukan Muskot sebelum pandemi berlangsung dan saat ini telah mengajukan SK baru. “Dari beberapa cabor yang kepengurusannya telah habis, mereka memiliki beberapa permasalahan sendiri-sendiri. Memang ada yang mengajukan perpanjangan ke Pengda cabor yang bersangkutan juga,” ungkapnya.

Meski demikian, Syaltut mengatakan bahwa bidang organisasi KONI Yogya mendorong semua Pengkot cabor yang sudah habis masa kepengurusannya agar segera menggelar Muskot guna memperbarui organisasinya.

Sementara itu, Ketua Umum (Ketum) KONI Yogya, Aji Karnanto menuturkan bahwa terdapat beberapa Pengkot cabor yang masa kepengurusannya habis dan sudah kadaluwarsa. Terkait hal tersebut, Aji menyebutkan bahwa itu cukup berpengaruh terhadap proses pencairan dana hibah tahap pertama dari Pemkot Yogya untuk alokasi bantuan pembinaan bagi Pengkot cabor.

Jika pada organisasi masa kepengurusannya telah berakhir, maka laporan atas penggunaan dana hibah yang diberikan akan sulit dipertanggungjawabkan. “Ada beberapa cabor yang masa kepengurusannya habis dan itu masih kami tunggu dulu. Kan ada opsi, apakah Muskot atau perpanjangan. Banyak yang mengajukan perpanjangan. Kalau sudah perpanjangan, berarti sudah tak ada masalah,” tuturnya. (Oro)

Read previous post:
JNE Raih Dua Penghargaan Bergengsi di Masa Pandemi

Close