DIEDARKAN DI 14 LOKASI DIY- Jadi Kurir Sabu untuk Biaya Persalinan Istri

 

 

 

 

SLEMAN (MERAPI) -Seorang kurir sabu, MZ mulai diajukan dalam sidang secara online yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Sleman, Selasa (30/6). Terdakwa terpaksa menjalankan pekerjaan barunya sebagai kurir sabu karena membutuhkan uang untuk biaya persalinan istrinya.


Dalam dakwaan jaksa Asep Puron Irawan SH menyebutkan, awalnya pada Sabtu 21 Maret 2020 sekitar pukul 13.00 terdakwa ditangkap petugas kepolisian di depan Indomaret Janti Caturtunggal Depok Sleman. Semula petugas mendapat informasi dari masyarakat memberitahukan bahwa di depan Indomaret Janti ada seseorang yang dicurigai akan melakukan penyalahgunaan narkotika jenis sabu.
Setelah mengetahui ciri-ciri orangnya, petugas Sat Narkoba Polres Sleman langsung mendatangi tempat yang diiformasikan untuk melakukan penyelidikan dan pengembangan lebih lanjut. Di tempat tersebut petugas menangkap terdakwa tetapi tidak menemukan barang bukti yang dimaksud.


Setelah dilakukan penggeledahan di dalam rumah kos terdakwa di wilayah Banguntapan Bantul ditemukan barang bukti 1 bekas bungkus rokok Sampoerna Mild yang di dalamnya terdapat 1 paket sabu yang dibungkus dengan plastik klip seberat lebih kurang 5 gram serta 1 paket sabu yang dibungkus dengan plastik klip dilakban dengan berat sekitar 1,6 gram.


Berdasarkan pengakuan terdakwa, ada beberapa paket sabu yang telah diletakkan di beberapa tempat dengan tujuan untuk diedarkan atau dijual kepada pemesannya sesuai petunjuk dari Bebek (DPO) sebagai pemilik sabu yang diedarkan terdakwa di 14 lokasi di beberapa tempat di wilayah DIY.


Terdakwa sendiri bersedia membantu temannya yang bernama Bebek untuk mengedarkan narkotika jenis sabu karena dijanjikan akan diberi uang untuk biaya melahirkan istrinya yang hamil tua sebesar Rp 3 juta. Selain itu terdakwa juga diperbolehkan ikut menggunakan secara gratis.


Selanjutnya terdakwa bersama barang buktinya dibawa menuju ke Kantor Polres Sleman untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Perbuatan terdakwa dijerat dengan pasal 114 ayat (2) UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.  (C-5)

 

Read previous post:
Eucalyptus Melawan Covid-19, Kenapa Menunggu Vaksin…?

BEBERAPA waktu lalu, tim dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pertanian mengembangkan produk inhaler, roll-on, balsem dll antivirus berbahan dasar

Close