ORANGTUA SISWA PROTES PPDB-Kecewa Anak Berprestasi Tak Bisa Masuk Sekolah Negeri

BANTUL (MERAPI)- Sejumlah orangtua calon siswa mengaku kecewa dan menilai penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ini tidak fair. Mereka pun mendatangi Kantor Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bantul, Senin (29/6). Para orangtua ini kecewa setelah gagal menyekolahkan anak-anaknya di sekolah negeri lantaran usianya terlalu muda.
Hal ini menyusul kebijakan pemerintah yang tidak lagi menggunakan nilai sebagai penentu diterima atau tidaknya calon siswa di sekolah. Dalam PPDB sistem zonasi kali ini pemerintah memprioritaskan calon siswa dengan pertimbangan umur.
Salah satu warga, Handoko mengaku geram lantaran anaknya terancam tidak bisa masuk ke sekolah negeri lantaran umurnya belum mencukupi kriteria. Dalam pendaftaran online anaknya harus terpental dalam persaingan masuk ke sekolah negeri. Padahal dari segi nilai menurutnya cukup baik.

Pihaknya mengaku kaget lantaran kebijakan itu diberikan baru-baru ini. Padahal dengan harapan dapat masuk di sekolah negeri, dia mengikutkan anaknya bimbingan belajar sehingga bisa memiliki nilai baik. “Ini lucu, karena anak kami sudah kami les-kan biar nilainya bagus dan gampang cari sekolah, sekarang terpental,” keluhnya.
Saat melakukan konfirmasi ke Disdikpora Bantul, pihaknya mengaku kurang puas meskipun sudah mendapat penjelasan. Pasalnya dinas hanya mengarahkan agar anaknya didaftarkan ke sekolah swasta setelah peluang masuk ke sekolah negeri sudah tertutup. Padahal menurutnya hingga Senin pagi masih ada beberapa sekolah negeri yang kuotanya belum penuh. “Kalau bisa cabut berkas dan daftar lagi karena masih ada yang kuotanya kurang, bukan malah diarahkan untuk daftar di swasta,” imbuhnya.

Selain anaknya berprestasi, Handoko mengakui jika biaya di sekolah swasta jauh lebih mahal. Sehingga pihaknya mengharapkan agar Disdikpora Bantul memberikan rekomendasi sehingga tetap bisa mendaftar di sekolah negeri. Seperti halnya belasan orangtua lainnya yang mengajukan protes, rata-rata umur anak mereka kisaran 12-14 tahun dan harus terpental. Sehingga mereka menilai PPDB kali inu tidak fair bagi anak yang nilai bagus dan berprestasi. “Yang mereka tunggakan justru bisa masuk,” paparnya.
Sementara, Kepala Disdikpora Bantul, Isdarmoko mengakui aturan tersebut sudah sesuai Surat Edaran (SE) Mendikbud Nomor 1 Tahun 2020 mengenai penentuan kelulusan murid dan PPDB tahun ajaran 2020/2021.

Menurutnya jika ada daerah lain yang masih menggunakan nilai sebagai dasar penerimaan siswa baru justru menyalahi aturan. Sehingga pihaknya tetap bersikukuh menggunakan umur sebagai acuan penerimaan. “Jadi memang tidak lagi menggunakan nilai di PPDB jalur zonasi,” pungkasnya.
Sejumlah orangtua yang tidak puas dengan keterangan Disdikpora kemudian mendatangi Kantor DPRD Bantul untuk mrnyampaikan aspirasinya. Para orangtua ini mengaku sudah hampir putus asa dengan kebijakan yang dinilai tidak fair tersebut.(C1)

Read previous post:
2 Tahun Gentayangan, Komplotan Pencuri Gondhol 35 Motor

Close