ANCAMAN PENULARAN MASIH TINGGI, WARGA JANGAN ABAI-Kulonprogo Masuk Zona Kuning Corona

YOGYA (MERAPI)- Pasien positif corona di DIY bertambah 2 orang dari 109 spesimen diperiksa pada 101 orang, Minggu (28/6), sehingga jumlah kasus positif Covid-19 di Yogyakarta menjadi 306 kasus. Di sisi lain, tiga orang dinyatakan sembuh dan membuat akumulasi angka kesembuhan menyentuh 260 orang. Di sisi lain, setelah melakukan pemantauan, wilayah Kulonprogo dinyatakan zona kuning corona.
“Kedua kasus terdiri dari seorang laki-laki berusia 50 tahun warga Kota Yogyakarta riwayat perjalanan dari Jakarta dan Medan serta seorang laki-laki berusia 41 tahun warga Gunungkidul dengan riwayat perjalanan dari Sidoarjo,” jelas Juru bicara Pemda DIY untuk penanganan Covid-19, Berty Murtiningsih.

Dia menambahkan, dilaporkan 3 orang dinyatakan sembuh, terdiri dari seorang laki-laki berusia 34 tahun warga Kota Yogyakarta, seorang perempuan berusia 50 tahun warga Kulonprogo dan seorang laki-laki berusia 26 tahun warga Kulonprogo.
Selain itu juga dilaporkan seorang perempuan yang merupakan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) berusia 52 tahun warga Sleman meninggal dunia.
“Meninggal dalam proses laboratorium, sudah diswab, penyakit penyerta kanker payudara,” imbuh Berty.
Sementara itu wilayah Kulonprogo dinyatakan berada pada zona kuning atau zona risiko rendah Covid-19. Meski demikian, masyarakat diingatkan agar tetap waspada karena ancaman terjadinya penularan virus Corona masih cukup tinggi.
Juru Bicara Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo, drg Theodola Baning Rahajujati menyampaikan, zona kuning Kulonprogo merupakan hasil pemetaan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 tingkat pusat dan Kulonprogo. Kabupaten ini dinilai berada pada zona risiko rendah.
“Kami mengingatkan bahwa meskipun Kulonprogo pada zona risiko rendah, namun ancaman terjadinya penularan masih cukup tinggi,” tegas drg Baning, Minggu (28/6).

Karena itulah, drg Baning mewanti-wanti agar masyarakat tidak abai dan tetap melaksanakan protokol kesehatan di manapun berada. Masyarakat diminta selalu menjaga jarak lebih dari satu meter dengan orang lain, selalu menggunakan masker dan sesering mungkin melakukan cuci tangan pakai sabun di air mengalir.
“Tidak lupa jaga dan tingkatkan stamina tubuh dengan makan makanan bergizi, istirahat cukup dan hindari stress,” tegasnya.
Baning menyebut, saat ini jumlah PDP di Kulonprogo tetap 96 orang. Dari sekian itu, tidak ada penambahan dan tidak ada yang dirawat di ruang isolasi karena hasil swab semuanya negatif. Kemudian, jumlah penderita positif ada dua orang dan dirawat di RSUD Wates.
“Dua pasien sudah sembuh yakni positif KP-12 dan KP-15 sehingga hanya tinggal KP-13 dan KP-14 saja yang masih diisolasi,” katanya.
Baning menerangkan, positif KP-12 diisolasi di RSUD Wates selama 11 hari sejak17 Juni, sedangkan KP-15 dirawat selama 8 hari sejak 20 Juni. Hasil tracing kontak erat positif KP-13, KP-14 dan KP-15 akan dilakukan rapid test kedua dalam 2-3 hari ke depan. Hasil rapid test pertama semua non reaktif.

Sementara, sebanyak 14 orang warga Kota Yogya sempat dinyatakan reaktif berdasarkan hasil rapid test acak Covid-19. Setelah dites usap dahak atau swab, 12 orang di antaranya akhirnya negatif dan 2 orang masih menunggu hasil tes swab.
Ketua Harian Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi menyebut, dari kegiatan rapid test acak untuk 602 warga Kota Yogya di sejumlah kelurahan beberapa waktu lalu, hasilnya 588 non reaktif dan 14 reaktif. Belasan warga yang reaktif tersebut lalu diuji usap dahak dan isolasi.
“Dari 14 yang reaktif sudah diswab dengan hasil 12 orang negatif dan dua orang menunggu hasil swab. Dua orang ini diisolasi di shelter Balai Diklat Kemensos di Yogya,” kata Heroe, Minggu (28/6).
Sedangkan rapid test acak bagi pekerja restoran dan kafe di Kota Yogyakarta sudah diadakan selama dua hari pada Jumat (26/6). Dia menyatakan ada 539 orang pekerja dari 40 restoran dan kafe di Kota Yogya yang terpilih menjadi sampel untuk rapid test acak Covid-19.

Dia menjelaskan selama ini sudah dilakukan rapid test untuk keperluan screening atau penelusuran maupun rapid test acak sebanyak 2.430 orang dengan hasil 65 reaktif dan sisanya non reaktif. Untuk tes usap dahak sebanyak 51 orang rinciannya 15 positif dan 2 negatif. Sedangkan proses swab yang sudah dilakukan Pemkot Yogyakarta adalah 266 orang hasilnya 38 positif dan 226 negatif serta 2 orang menunggu tes usap dahak.
“Warga yang mandiri melakukan rapid test di rumah sakit mencapai 2.818 orang dengan hasil 6 reaktif dan sisanya non reaktif. Untuk tes usap dahak mandiri 1 orang dan hasilnya negatif,” paparnya.
Berdasarkan data Pemkot Yogyakarta per Minggu (28/6) ada 5 orang positif Covid-19 dirawat, sembuh 31 orang dan 1 meninggal. Untuk pasien dalam pengawasan (PDP) ada 9 dan 35 orang PDP meninggal serta kumulatif orang dalam pemantauan 837. Jumlah kasus positif Covid-19 sebelumnya mencapai 10 orang.

“Kasus Covid-19 meskipun terus melandai, tetapi harus terus waspada karena karakter kasus di Kota Yogya sebagian besar berasal dari kontak riwayat perjalanan,” ujar Wakil Walikota Yogyakarta itu.
Dia menyatakan, Pemkot Yogyakarta tidak mempublikasikan kategori zona merah, kuning, hijau untuk kasus Covid-19 di tiap kelurahan. Alasannya zona tiap kelurahan itu tidak bisa diterapkan di Kota Yogyakarta dengan luas wilayah yang kecil dan interaksi penduduk tinggi.
“Kami tidak terapkan karena luas kelurahan di Kota Yogya kecil dan interaksi di Kota Yogya itu tinggi, lintas kelurahan, kecamatan dan di kota bisa lebih. Beda dengan kabupaten yang wilayahnya luas. Untuk tingkat Kota Yogya saat ini kategori zona kuning. Makanya, kami tekankan protokol Covid-19 harus diterapkan di manapun di Kota Yogya,” terangnya.
Selain itu dia menyampaikan posisi Kota Yogyakarta berada di seputaran daerah yang masih zona merah dan sudah banyak tamu yang datang. Oleh sebab itu harus melakukan persiapan serius agar protokol covid-19 berjalan baik dan menjamin keamanan warga yang berada di Yogyakarta. (C-4/Unt/Tri)

Read previous post:
TWC Kampanyekan “Ready for Safe Tourism”

SLEMAN (MERAPI) - PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko (Persero) bekerja sama dengan Grab Indonesia dan Direktorat

Close