STATUS TANGGAP DARURAT DIY DIPERPANJANG – Atlet Diminta Patuhi Protokol Kesehatan

YOGYA (HARIAN MERAPI) – Protokol kesehatan seperti mencuci tangan, jaga jarak dan menggunakan masker ketika beraktivitas dengan melibatkan orang lain, harus dipenuhi para atlet DIY. Hal tersebut disampaikan Ketua Umum KONI DIY, Djoko Pekik Irianto menanggapi status tanggap darurat Covid-19 atau virus Corona di DIY diperpanjang hingga 31 Juli mendatang.

Dengan status tanggap darurat yang diperpanjang tersebut, Djoko Pekik menyampaikan meminta agar para atlet DIY bisa memathui protokol kesehatan yang telah dicanangkan oleh pemerintah. Hal tersebut menjadi upaya pencegahan penularan Covid-19.

“Dengan status tanggap darurat yang diperpanjang, maka aktivitas di luar tentu juga masih dibatasi. Kami harap ini bisa menjadi perhatian para atlet. Jangan sampai atlet menganggap remeh risiko terpapar Covid-19. Dengan status seperti itu kan berarti situasi memang benar-benar belum aman,” terangnya di Yogya, kemarin.

Lebih lanjut, Djoko Pekik menyampaikan bahwa atlet merupakan aset yang harus dilindungi agar mampu menorehkan prestasi, baik bagi DIY maupun bangsa Indonesia. “Untuk itu kami berusaha melindungi agar para atlet ini tetap berlatih tapi dengan cara yang aman. Kondisi pandemi saat ini memang hanya memungkinkan atlet berlatih mandiri di rumah dengan menjaga kondisi. Mungkin bosan ya tapi bisa divariasikan materi latihannya,” lanjutnya.

Tak dipungkiri oleh Djoko Pekik, pihaknya sebenarnya juga menyambut positif jika terdapat fasilitas olahraga yang nantinya bakal dibuka. Namun, pembukaan fasilitas olahraga tersebut diharapkan hanya dibatasi untuk berlatih para atlet yang menjalankan program.

“Memang bagus ya kalau ada fasilitas olahraga yang dibuka tapi hanya terbatas untuk atlet. Kan memang jelas kalau dikhususkan untuk atlet, pengawasannya lebih mudah dan terkoordinir. Selain itu atlet tentunya sudah sadar bagaimana menjaga kesehatan,” bebernya. (Oro)

Read previous post:
Dikaitkan ke Timnas, Seto Fokus di PSIM

YOGYA (HARIAN MERAPI) - Permasalahan yang menghinggapi kursi kepelatihan tim nasional (timnas) sepakbola Indonesia memunculkan berbagai spekulasi terkait pelatih yang

Close