Pelatih Fisik PSS Usulkan Pemain Kumpul Juli

SLEMAN (HARIAN MERAPI) – Mengembalikan kondisi fisik para pemain PSS Sleman tugas yang cukup sulit. Pelatih kepala Dejan Antonic mengakuinya beberapa waktu lalu. Setelah berkomunikasi dengan pelatih fisik, setidaknya butuh dua bulan mengembalikan kondisi Bagus Nirwanto dan kawan-kawan seperti semula.

Pelatih fisik PSS, Danang Suryadi, mengatakan idealnya pemain kembali dua bulan sebelum kick off lanjutan kompetisi yang sempat tertunda karena pandemi Covid-19.

“Menurut saya kalau liga jadi September berarti idealnya kumpul Juli karena setidaknya ya butuh dua bulan untuk mengembalikan kondisi fisik para pemain sekaligus persiapan lainnya,” kata Danang, Kamis (25/6) siang.

Saat ini para pemain memang terus melakukan latihan mandiri di rumah. Namun, program yang dikirimkan pelatih ke pemain ukurannya rendah ke sedang. Danang membeberkan, program itu dibuat agar imunitas pemain terjaga selama pandemi. Sementara untuk mengembalikan kondisi fisik ada program khusus yang jauh lebih berat.

“Kebutuhannya adalah imunitas mereka terjaga selama latihan mandiri makanya programnya seperti itu. Untuk mengumpulkan pemain juga kami masih berkoordinasi dengan manajemen,” sambung Danang.

Manajemen sendiri sampai saat ini masih bersabar untuk mengambil keputusan. Pasalnya PSSI belum mengirimkan surat resmi keberlanjutan liga plus panduan teknis lengkap. Adanya surat resmi itu jadi acuan mereka mengambil kebijakan. Jika mengacu pada kebutuhan tim, maka manajemen akan mengumpulkan pemain Juli dengan catatan liga berlangsung September. Andai liga berlangsung Oktober, waktu yang paling realistis adalah Agustus. Manajemen dan PT sendiri enggan terburu-buru sebelum ada kejelasan teknis dari PSSI.

“Dengan catatan langkah mendatangkan pemain bisa dilakukan setelah ada surat resmi dari federasi. Surat itu acuan bagi kami untuk menentukan langkah selanjutnya,” jawab Direktur Operasional PT Putra Sleman Sembada, Hempri Suyatna.

Adapun peserta Liga 1 masih menunggu detail dari PSSI dan PT LIB yang berencana menggulirkan kompetisi Oktober mendatang. Satu regulasi yang cukup ramai dibicarakan adalah tentang pemain muda. Setiap klub harus menurunkan para pemain mudanya dalam pertandingan. Regulasi ini menimbulkan efek domino yang cukup positif bagi tim karena persaingan merebut tempat utama antara pemain muda dan senior bakal ketat. Di tubuh Laskar Sembada juga demikian.

Persaingan tidak hanya muncul dari pemain muda-senior saja. Terbaru, striker PSS yang mengantar Persik Kediri juara Liga 2, Dimas Galih, juga ikut meramaikan persaingan. Penyerang berusia 28 tahun ini turut terbakar meningkatkan kemampuan agar menarik hati Dejan Antonic. Ia ingin dipercaya mengisi pos pemain depan. “Saya sudah tidak sabar kembali latihan bersama lagi. Tentu saya ingin membuktikan diri dalam persaingan sehat. Saya masuk belakangan di PSS dan sebentar lagi latihan, semoga kondisi fisik saya jauh lebih baik,” harap Dimas Galih. (Des)

Read previous post:
Kartun Jurukunci, Jumat ( 26/6/2020)

Close